ENTREPRENEUR 101

Ada yang tertarik untuk menjadi pengusaha setelah lulus nanti? Hmm, pastinya kamu datang ke acara Entrepreneur 101 dari departemen badan usaha HMTL pada tanggal 21 November kemarin. Acara yang diadakan di ruangan 3201 Gedung Sipil tersebut berbicara mengenai bagaimana menjalani bisnis terutama bagi para pemuda dengan mengundang tiga pemateri yaitu Alif Ramdhani Suyanto (CEO Cokotetra), Lucky Danna Aria (CEO Matoa), dan Ridho Khusnul Fadhil (CEO Humblezing).

Sesi pertama diisi oleh Mas Ridho (CEO Humblezing), ia sempat menceritakan mengenai produk clothingnya. Mas Ridho juga menjelaskan mengenai tantangan dalam menjalankan bisnis yaitu willingness, modal, serta kesibukan lain yang terkadang menghambat bisnis yang akan kita jalani. Lalu, Mas Ridho juga memberi beberapa masukan tentang marketing strategy, menurutnya cara mengenalkan sebuah brand yang paling efektif adalah melalui social media, karena paling cepat dan murah. Bisa juga dengan mengikuti berbagai event yang dihadiri oleh banyak orang sehingga akan makin banyak orang yang mengenal brand kita.10153011_10205243553194049_4577049996624810160_n

Ridho, CEO Humblezing, berbagi pengalaman membangun bisnisnya.

                Sesi kedua giliran Mas Alif yang menjadi pembicara. Pertama-tama ia menjelaskan tentang latar belakang usahanya, yaitu Cokotetra. Cokotetra sendiri merupakan singkatan dari cokelat, kopi, teh dan sastra. Mas Alif juga belajar meracik kopi secara otodidak. Hal yang menjadi tantangan dalam menjalani usaha ini adalah segmentasi pasar dan modal. Untuk segmentasi pasar, Mas Alif memilih mahasiswa sebagai targetnya. Karena menurutnya mahasiswa itu loyal serta memiliki rasa penasaran yang tinggi. Dengan mahasiswa sebagai targetnya, maka harga yang ditawarkan harus murah, selain itu tempatnya harus nyaman alias homy. Tak lupa Mas Alif pun menerangkan mengapa ia mengkombinasikan kopi dengan sastra, menurutnya baca sastra sambil ngopi itu enak.10612914_10205243566994394_6929561317371517092_n

CEO Cokotetra, Alif, bercerita soal bisnisnya yang diawali dari hobi.

                Sesi ketiga diisi oleh Mas Lucky, CEO Matoa. Sama seperti sebelumnya, Mas Lucky pun menceritakan pengalamannya dalam mendirikan usaha. Matoa adalah brand eco-watch, dengan material yang digunakan berasal dari limbah kayu. Mas Lucky juga berkata bahwa untuk memulai suatu usaha kuncinya adalah ‘start with why’. Dan, sama seperti apa yang disampaikan Mas Ridho, menurutnya media online memiliki kekuatan besar dalam proses marketing.63987_10205243568594434_8394811416112299108_n

Lucky, CEO Matoa, berbagi tips bagaimana memulai bisnis.

                Secara keseluruhan acara berlangsung secara menarik dan peserta pun tampak antusias, terutama dalam mengajukan pertanyaan di sesi keempat. Pesan utama yang didapatkan dari acara ini adalah, jangan takut untuk memulai usaha!

Seminar Green Infrastructure

Green Infrastructure atau infrastruktur hijau merupakan konsep penataan ruang yang mengaplikasikan infrastruktur ramah lingkungan. Infrastruktur ramah lingkungan artinya infrastruktur yang tidak mengganggu siklus alami lingkungan.

Pada hari Sabtu tanggal 2 November 2010 yang lalu diadakan seminar Green Infrastructure, di Auditorium CC Timur. Seminar ini diselenggarakan oleh Departemen Luar Negeri HMTL dan Ikatan Alumni Teknik Lingkungan (IATL) ITB dengan kerjasama dengan PU. Seminar ini diselenggarakan untuk mendukung Agenda Pembangunan Nasional 2015-2019 Seminar ini dimulai dari pukul 10.00-17.00 dan dihadiri oleh 100 orang peserta. Dengan 6 pembicara yaitu Ibu Dewi Chomistriana, S.T., M.Sc. (Kabid Teknologi Konstruksi Berkelanjutan, BP Konstruksi, Kemen PU), Ir. Nicodemus Daud, M.Si. (Kabag Pemantauan dan Evaluasi, Biro Perencanaan dan KLN, Kemen PU), Siti Adiningsih Adiwoso (Ketua Umum Green Builiding Council Indonesia), Ir. Winarko Hadi Susilo, M.M. ( raktisi Teknik Lingkungan), Dr. Ir. Alex Abdi Chalik, M.M., M.T. (Ketua Umum IATPI), Rofiq Iqbal, Ph.D., (Kepala Prodi Rekayasa Infrastruktur Lingkungan). Seminar Green Infrastructure ini terdiri dari tiga sesi dengan pembicara yang berbeda-beda pada setiap sesinya.

Sesi satu GREEN INFRASTRUCTURE: KONSEP DAN IMPLEMENTASI

Green Infrastructureadalah pembangunan sarana dan prasarana yang direncanakan secara strategis dengan memperhitungkan ketersediaan ruang terbuka hijau yang berkualitas serta elemen lingkungan lainnya. Desain dan manajemen dalam Green Infrastructure memperhatikan dan meningkatkan fungsi kawasan serta mempertahankan keseimbangan ekosistem di sekitarnya.

Sejak dari tahap perancangan, pembangunan, pengoperasian, hingga tahap pemeliharaan memperhatikan aspek-aspek dalam melindungi, menghemat, mengurangi penggunaan sumber daya alam, menjaga mutu bangunan maupun mutu dari kualitas udara di dalam ruangan, dan memperhatikan kesehatan serta kenyamanan bekerja penghuninya yang semuanya berpegang kepada kaidah berkesinambungan.

Kendala Green Infrastructure di Indonesia antara lain:

Pemerintah

  • Kontrol pemerintah masih kurang terhadap implementasi dari kebijakan yang dijalankan oleh swasta.
  • Pembangunan tidak sesuai dengan pemanfaatan ruang (di kawasan resapan air dan RTH).

Swasta

  • Profit oriented, sehingga dalam proses pembangunan infrastruktur tidak memperhatikan aspek lingkungan dan tidak memikirkan keberlanjutannya.

Masyarakat

  • Masyarakat minim dalam hal pengetahuan dan kesadaran mengenai pentingnya fungsi dari green infrastucture.
  • Pola hidup yang masih boros, terutama dalam pemanfaatan air, listrik dan energi.

Sesi dua Developing Green Infrastructure

Apa itu pembangunan?

The Set of structural elements that supports the day to day function and influence

Dengan pengertian pembangunan tersebut dapat kita lihat bahwa pembangunan sangat penting bagi kehidupan kita, apabila tidak ada pembangunan kita tidak dapat maju. Masalah infrastruktur utama yang kita hadapi adalah food energy dan water. Pembangunan infrastruktur ini sebaiknya dilakukan dengan konsep green infrastructure.

Pengembangan green infrastructure salah satunya dengan cara membangun green building, memakai sepeda untuk berpergian sebagai wujud dari konsep green transportation, dan memakai barang yang bersifat recycleable

Dengan mewujudkan green infrastructure pembangunan akan terwujud sejalan dengan peningkatan aspek kesehatan masyarakat dimana aspek kesehatan merupakan salah satu target pemerintah pada tahun 2020, dan juga akan mewujudkan zero net emission yang merupakan target pada tahun 2030.

Salah satu perwujudan green infrastructure adalah dengan Low Impact Development(LID) dan rainwater harvesting. LID adalah pengelolaan air agar menghasilkan manfaat, salah satunya dengan bioretention dan tree box filter, dan dengan rainwater harvesting.


 

Sesi tiga Peran Tenaga Ahli TL dalam pemenuhan kebutuhan Barang dan Jasa Lingkungan

Green technology memiliki tujuan untuk membuat keseimbangan dan sustainability dari suatu komunitas. Suatu projek akan berjalan sustainable ketika komponennya berisi 70% pendekatan social ke masyarakat dan 30 % merupakan teknik dan penerapan di lapangan

Dengan penerapan green technology akan diperoleh beberapa manfaat seperti meningkatkan kualitas air, meningkatkan investasi, dan meningkatkan nilai estetika dan mengurangi kejenuhan warga. Salah satunya dengan konsep green to grey yaitu dengan menggunakan proses alami dan vegetasi sehingga air kotor dapat termanfaatkan

Green technology dapat dilakukan dengan menerapkan beberapa teknologi seperti:

  • Recycle water
  • Rainwater harvesting
  • Constructed wetland
  • Green plumbing infrastructure

HMTL Goes to WWF

Pada tanggal 22 November 2014 HMTL dengan diwakili oleh Departemen Deplu melakukan kunjungan ke WWF (World Wildlife Fund) Bumi Panda yang bertempat di jalan Geusan Ulun No. 3, Dago,  Bandung ini. WWF Bumi Panda merupakan lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan hidup dan satwa langka. Rumah informasi lingkungan hidup ini berfungsi sebagai sarana untuk bertinteraksi dengan supporter WWF dan masyarakat Bandung secara luasnya untuk mendukung kegiatan WWF di Indonesia.

Dipilihnya Kota Bandung karena sifat masyarakatnya yang dinamis, kreatif, dan letkanya strategis, dan memiliki banyak komunitas yang aktif dalam memndorong perubahan lingkungan hidup. Rumah informasi segala kegiatan di WWF ini merupakan yang pertama di Indonesia bahkan nomor 2 di dunia, yang pertama terletak di Inggris. Pengunjung WWF Bumi Panda akan mendapatkan informasi seputar lingkungan hidup dan satwa langka tanpa harus dikenai biaya apapun. Di hari Selasa sampai dengan Kamis, Bumi Panda buka pukul 12.00 s/d 17.00 WIB, hari Jumat pukul 13.00 s/d 17.00 WIB, sedangkan Sabtu dan Minggu dibuka lebih pagi yaitu pada pukul 09.00 s/d 17.00 WIB, sedangkan akan tutup pada hari Senin.

Di dalam bangunan kantor Bumi Panda sendiri terdapat 4 ruangan yang masing-masing mempunyai informasi spesifik seputar jejak kerja konservasi WWF-Indonesia yang dimulai sejak 1962 silam. Di dalam ruangan yang bernama experience room pengunjung akan mendapatkan informasi sejumlah catatan dan dokumentasi upaya konservasi serta metamorphosis WWF Indonesia sejak tahun pertama kali.

1 2 3

Beberapa ruangan di Bumi Panda.

Kemudian di species room, pengunjung akan mengetahui beberapa hewan langka yang menjadi concern dari aksi WWF Indonesia seperti orang utan, harimau Sumatera, gajah Sumatera, penyu, dan hiu.

Selain itu di dalam rumah juga terdapat global room yang merupakan ruangan multifungsi yang berkapasitas 30 orang sehingga bisa dimanfaatkan sebagai workshop atau kegiatan komunitas local, dan yang terakhir ada ruangan bernama ruang tematik.

Pada kunjungan tersebut, HMTL ITB mendapatkan kesempatan atas kehadiran 2 orang narasumber yang berasal dari Strengthening Integrity and Accountability Program (SIAP 1) dan dari Corruption Perception Index (CPI) yang merupakan lembaga yang bergerak di bidang transparansi internasional. Dari kedua pembicara tersebut dipaparkanlah data bahwa adanya fakta yang terjadi di lingkungan hidup di Indonesia tentang penurunan jumlah luas hutan untuk kepentingan kelompok tertentu. Kedua lembaga ini saling berkaitan tentunya dalam pemberian informasi kepada massa HMTL ITB yang hadir kala itu yakni tentang penyelewengan hutan dan berakibat kepada indeks korupsi yang terjadi yang salah satunya dapat berasal dari hutan. Indonesia terkahir kali terletak di ranking 118 dari 177 yang disurvey di Corruption Perception Index. Kata salah seorang pembicara yang berasal dari CPI yaitu Teh Lia berpesan bahwa “… yang dapat merubah hal yang terjadi di Indonesia sekarang ini adalah para generasi mudanya. Kita selalu berbicara bahwa kita akan melakukan hal hebat di masa depan, maka tahukah kita bahwa masa depan tersebut adalah sekarang!”

5

Massa HMTL sedang asyik menyimak materi dari narasumber.

Kegiatan yang berlangsung dari jam 14.00 s/d 17.30 WIB ini memberi pengalamanbaru yang luar biasa yang diberikan oleh WWF Bumi Panda kepada massa HMTL ITB yang berkesempatan hadir di waktu itu. Selain mendapat informasi tentang adanya gerakan dari lembaga swadaya masyarakat international yang memberikaninformasi tentang konservasi satwa liar dan lingkungan hidup, siang itu juga diputarkan video mengenai earth hour di global room di Bumi Panda. Earth hour dilakukan serentak di beberapa negara di dunia waktu itu untuk mengurangi pemakaian energy listrik di sleuruh dunia. Dalam video tersebut menampilkan actor-aktor dari The Amazing Spiderman 2 yang dimaksudkan agar menarik perhatian masyarakat dunia terlebih anak kecil bahwa “superhero mereka saja melakukan erath hour, bagaimana denganmu?” Setelah pemutaran video terdapat coffe break selama 15 menit lalu dilanjutkan dengan presentasi dari narasumber yang telah hadir, lalu dilanjutkan dengan foto bersama dengan narasumber dan massa HMTL ITB di akhir kegiatan.

6Sesi terakhir, foto bersama!

‘…We don’t inherit the earth from our ancestors, we borrow it from our children’-WWF

 

10 Fakta tentang Pohon

Tahukah kamu, tanggal 21 November kemarin kita memperingati hari pohon sedunia? Ya, hari tersebut seharusnya mengingatkan kita akan pentingnya peran pohon dan tumbuhan di muka bumi ini. Ironisnya, jumlah pohon malah semakin berkurang seiring dengan maraknya pembangunan, terutama di daerah perkotaan. Padahal, fungsi pohon sangat penting untuk menyerap gas CO2 maupun gas beracun lainnya di udara. Selain itu, keberadaan pohon mampu menghasilkan oksigen yang merupakan sumber kehidupan bagi semua makhluk di bumi.

Untuk mengingatkan kita akan pentingnya peran pohon berikut merupakan fakta-fakta menarik mengenai pohon di muka bumi (dikutip dari http://2013.indonesiamenanam.com/) :

1. Sebuah pohon ukuran rata-rata menghasilkan cukup oksigen dalam satu tahun untuk menjaga keluarga beranggotakan empat orang untuk bernapas dengan nyaman.

2. Tiga pohon yang ditanam di tempat yang tepat di sekitar bangunan dapat menghemat biaya AC sampai 50 persen.Pohon meningkatkan nilai properti. Rumah dikelilingi oleh pohon bisa terjual 18-25 persen lebih tinggi dari rumah tanpa pepohonan.

3. Pohon menghasilkan pekerjaan dan memberi kontribusi bahan baku untuk bangunan, surat kabar, buku dan lebih dari 15.000 produk hutan lainnya. Pohon dapat diperbaharui, dapat terurai secara biologi dan dapat didaur ulang. Kayu bisa diolah lebih lanjut menjadi produk seperti vitamin, plastik, rasa vanila, film fotografi, pasta gigi dan obat-obatan.

4. Dengan penanaman 20.000.000 pohon, akan tersedia 260.000.000 ton lebih oksigen bagi bumi dan penduduknya. Pohon sebanyak itu akan menghapus 10 juta ton CO2.

5. Pohon menyediakan tempat berlindung dan makanan bagi satwa liar seperti burung, tupai, dan serangga. Pohon-pohon berukuran pendek menyediakan makanan dan pelindung untuk mamalia yang lebih besar, seperti musang dan rusa.

6. Pohon membuat orang merasa lebih baik. Pekerja lebih produktif ketika mereka melihat pohon-pohon di sepanjang rute perjalanan mereka dan dari jendela kantor mereka.

7. Pasien di Rumah Sakit yang memiliki pemandangan pohon akan lebih cepat sembuh, menggunakan obat nyeri lebih sedikit, dan meninggalkan rumah sakit lebih cepat dibandingkan pasien dengan pemandangan dinding bata.

8. Pasien dengan pemandangan pohon menghabiskan hari 8 persen lebih sedikit di rumah sakit.Konsumen bersedia untuk menghabiskan lebih banyak uang di komplek perbelanjaan yang terdapat banyak pohon.

9. Mereka bersedia membayar lebih untuk produk yang dibeli di sebuah komplek perbelanjaan dengan pepohonan. Mereka pembeli yang sama juga mengatakan mereka bersedia untuk tinggal lebih lama di sebuah komplek perbelanjaan dengan pepohonan.

10. Pohon yang berada di lingkungan kita akan membuat kita santai, denyut jantung yang lebih rendah, dan mengurangi stres.

Berbagi Pengalaman di Bedah TA

Sebagai mahasiswa tingkat akhir, tentunya sudah mulai mengakrabkan diri dengan yang namanya tugas akhir atau TA. Untuk itu, Departemen Akademik HMTL mengadakan Bedah TA yang dilaksanakan di Ruang  Perpustakaan Pusat ITB pada tanggal 20 November 2014. Pembicaranya sendiri merupakan alumni TL 2010 yaitu Yudiandra, Syahbaniati Putri, Lika Nafila, Martina Solya, Taufik Rahmat Gumilang, dan Rizki Akbarul Wildan.

_MG_1827_MG_7772

Kak Uti dan Kak Yudiandra berbagi pengalaman TA-nya masing-masing

                Acaranya sendiri dibagi ke dalam 3 sesi. Sesi pertama diisi oleh Kak Uti dan Kak Andra. Pertama Kak Uti, dengan TA nya yang berjudul Kajian Risiko Mikrobial Pada Sumber Air Minum Di Kecamatan Ujung Berung Kota Bandung, menyampaikan bagaimana membuat TA dengan tema Environmental Health. Menurut Kak Uti, TA dengan tema Environmental Health bisa dikerjakan dengan penelitian di lab, pengambilan kuesioner kepada masyarakat, maupun gabungan antara penelitian di lab dan pengambilan kuesioner. Setelah Kak Uti, giliran Kak Andra yang menjadi pemateri. Kak Andra berbagi pengalaman mengenai pengerjaan TA nya mengenai kondisi masyarakat dan penentuan teknologi sanitasi di daerah Flores, Nusa Tenggara Timur. Identifikasi tersebut menggunakan metode Analytical Hierarchy Process. TA dengan tema penelitian lapangan menurut Kak Andra sangat besar resikonya, tetapi juga sangat berguna baik untuk kita maupun untuk masyarakatnya. Untuk mengambil TA ini kita harus siap berurusan dengan birokrasi yang cukup rumit. Kak Andra juga bercerita mengenai bagaimana masyarakat di Flores sangat terbuka menerima mahasiswa yang melakukan penelitian di daerahnya. Ia juga berpesan bahwa jangan takut mengambil TA penelitian lapangan, karena sebenarnya masyarakat di luar sana banyak yang membutuhkan ide-ide dan pengetahuan baru dari mahasiswa.

_MG_7788_MG_7801

Sesi kedua ada Kak Solya dan Kak Lika!

                Sesi kedua diisi oleh Kak Solya dan Kak Lika. Dalam kesempatan tersebut, Kak Solya berbagi pengalaman tugas akhirnya tentang sebaran gas H2S dan NH3 dari pembangkit geothermal. Kak Solya juga menceritakan mengenai suka dan dukanya dalam menjalankan TA di suatu perusahaan. Menurutnya, untuk melakukan TA di perusahaan kita harus siap untuk diajak lembur, namun disana kita juga bisa memperluas relasi dengan staf-staf perusahaan dan akan sangat berguna ketika kita akan bekerja nantinya. Kemudian giliran Kak Lika dengan tugas akhirnya yaitu mengenai potensi keuntungan penerapan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) pada penanganan sampah dari lumpur tangki septik di Kota Bandung. Dalam penyampaian materinya, Kak Lika juga berpesan bahwa kita harus sabar jika berurusan dengan birokrasi pemerintahan, terutama jika kita malah di-‘lempar-lempar’ saat ingin meminta suatu data seperti yang pernah ia alami.

_MG_1842_MG_1841

Terakhir, ada Kak Wildan dan Kak Opick.

                Sesi terakhir yaitu dari Kak Wildan dan Kak Opick. Kak Wildan dengan tema TA perencanaan sistem jaringan distribusi air minum menyampaikan bahwa jika mengambil TA desain maka kita harus rajin dan konsisten dalam mengerjakan TA, karena biasanya yang mengambil TA desain cenderung terlalu santai dan malah repot di akhir. Waktu selesainya mengerjakan TA sangat tergantung pada kita, berbeda dengan yang mengambil TA penelitian di lab yang harus sangat disiplin. Hal ini dikarenakan kebanyakan pengerjaan TA desain hanya dilakukan di depan laptop, sehingga orang cenderung bermalas-malasan. Materi terakhir dari Kak Opick. TA Kak Opick yaitu mengenai Studi Pengaruh Variasi Waktu Pengendapan Terhadap Pembentukan Biogranular Aerob dengan Sequencing Batch Reactor (SBR). TA ini merupakan kerjasama dengan mahasiswa S2. Untuk melakukan TA penelitian di lab, menurut Kak Opick resikonya cukup tinggi misalnya ada kemungkinan reactor rusak atau bakterinya mati. Sehingga TA harus diulang pengerjaannya. Oleh karena itu, harus dibuat timeline yang betul-betul memperhitungkan semua kemungkinan yang dapat terjadi, termasuk kemungkinan penelitian gagal ataupun lainnya. Dengan begitu, kita masih bisa lulus tepat waktu. Selain itu, TA dengan penelitian di lab terkadang juga membutuhkan biaya yang cukup tinggi. Hal lainnya, menurut Kak Opick kita juga harus bersabar dalam menghadapi dosen pembimbing karena apa yang diinginkan dosen pembimbing mungkin juga merupakan yang terbaik untuk kita, karena TA akan menjadi masterpiece kita selama berkuliah. Oleh karena itu harus dibuat dengan semaksimal dan sesempurna mungkin.

_MG_7757_MG_1831

Antusiasme Narayana mengikuti Bedah TA.

Acara Bedah TA ini kemudian ditutup dengan pemberian sertifikat kepada semua pemateri. Semangat terus untuk narayana yang akan dan sedang mengerjakan TA. Semoga semuanya lancar jaya! Amin.

Greenite : A Night To Remember

Seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Greenite kembali digelar. Acara yang juga merupakan salah satu perayaan ulang tahun HMTL ini diadakan Jumat kemarin (21 November 2014) di selasar GKU TImur. Acara ini mempertontonkan pertunjukan dari tiap angkatan dengan tema yang berbeda dari tiap tahunnya. Untuk tahun ini, temanya adalah Back to High School. Acara dimulai sekitar pukul 19.00 dengan MC yaitu Noor Indra Rusnanda dan Charissa Alifah Irnanda. Acara dibuka dengan model upacara bendera, dan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh ketua himpunan sebagai symbol resmi pembukaan acara.

Setelah dilakukan pengundian, angkatan 2011, Narayana mendapat giliran pertama untuk tampil, disusul dengan 2012 Arkaniyata dan 2013 Wariga Sangkara. Penampilan dari Narayana mengadaptasi dari cerita drama Thailand yang berjudul Crazy Little Thing Called Love. Pemeran utamanya sendiri adalah Faldi, Chissy, dan Hapsari, dan mengisahkan bagaimana upaya Hapsari untuk mendapatkan Faldi, namun sayangnya Faldi telah memilih perempuan lain.

Setelah penampilan dari 2011, kali ini giliran angkatan 2012 yang unjuk gigi menampilkan drama mereka. Drama yang ditampilkan mengadaptasi dari film Ada Apa Dengan Cinta dengan Kikum sebagai Cinta dan Akbar sebagai Rangga. Dengan berbagai tambahan cerita yang menarik, penampilan dari Arkaniyata mengisahkan kehidupan Cinta dan Rangga setelah mereka berpisah. Penampilan terakhir yaitu dari Wariga Sangkara. Mengisahkan cerita antara Sherina dan Sadam dari film Petualangan Sherina. Dalam penampilan tersebut, Abda berperan sebagai Sadam dan Vidya berperan sebagai Sherina. Ada pesan moral yang sangat penting yang bisa diambil dari penampilan Wariga Sangkara malam itu, yaitu bahwa kita harus bisa menerima diri kita apa adanya.

Selain penampilan dari ketiga angkatan, acara Greenite pada malam itu juga diisi dengan penampilan vocal group dan modern dance dari massa HMTL. Ada pula angket yang dibagikan kepada seluruh massa HMTL. Kategori-kategorinya antara lain Terheboh yang dimenangkan Sitmar TL’11, Tergila (Diga TL’12), Termager (Arlieza TL’13), Tercinlok (Faldi & Chissy TL’11), dan Terpopuler (Tenia TL’12).

Dari keseluruhan rangkaian acara, yang paling ditunggu-tunggu tentunya adalah pengumuman pemenang dari penampilan angkatan. Dan tahun ini juaranya adalah….. ARKANIYATA! Selamat kepada Arkaniyata, semoga gelar juaranya akan menambah kekompakan angkatan. Untuk Narayana dan Wariga Sangkara, tetap semangat dan tetap jaga terus kekompakan angkatannya. HMTL Jayalah!

Kajian Buletin Departemen Pengmas: Bank Sampah

Kalau mendengar kata ‘bank sampah’, apa sih yang ada di pikiran kita? Bank sampah mungkin tidak terdengar terlalu familiar di telinga, namun kehadirannya sangat berpengaruh lho untuk perkembangan penanganan permasalahan sampah, khususnya di Kota Bandung. Nah, kajian buletin departemen pengabdian masyarakat yang diadakan di himpunan kita tercinta tanggal 18 November 2014 lalu membahas khusus tentang bank sampah agar anak TL semakin tahu tentang salah satu metode penanganan sampah.

_MG_1794

Di tengah ada Irfan Nasrullah sebagai moderator kajian kali ini.

_MG_1782

Massa HMTL yang sedang asik mengkaji isu sampah Kota Bandung.

Sebenarnya, apa sih bank sampah? Bank sampah adalah sebuah sistem pengumpulan sampah yang memiliki metode mirip dengan bank dan saat ini dilakukan oleh lembaga non pemerintah atau LSM. Masyarakat dapat menabung sampah di bank sampah dan mendapatkan uang sebagai gantinya. Kita juga akan mendapatkan buku tabungan layaknya bank asli. Suatu saat, kita dapat mengambil uang yang sudah kita tabung. Seru kan?

Sampah yang saat ini umum di masukkan ke dalam bank sampah adalah sampah anorganik yang memiliki nilai, seperti botol plastik, kertas, dan lain-lain. Setiap sampah memiliki nilai ekonomi masing-masing, tergantung dari kondisi dan jenis sampah itu sendiri. Namun tidak menutup kemungkinan bank sampah juga menerima sampah lain karena bank sampah pada dasarnya menerima lebih banyak klasifikasi sampah dibandingkan dengan pengepul. Kajian yang di buka pukul 18.30 ini diawali dengan pengenalan mengenai bank sampah agar peserta kajian mengerti konsep dasar sehingga peserta dapat mengikuti alur pembicaraan.

Di sesi pengenalan bank sampah secara umum ini, banyak muncul pertanyaan-pertanyaan menarik, seperti asal usul uangnya dari mana, atau Andre yang menanyakan apakah sampah yang kita tabung dapat kita ambil lagi. Kedua pertanyaan ini ternyata saling berkaitan. Sampah yang kita tabung, dikumpulkan oleh pihak bank yang kemudian akan disetor kepada pengepul/pengumpul sampah/bandar. Dari penyetoran itulah, bank sampah mendapat uang, sehingga kita tidak dapat mengambil kembali sampah yang sudah kita tabung. Selain uang, terdapat bank sampah yang berinovasi dengan memberikan imbalan berupa barang, misalnya bahan pokok. Jadi, saat kita menabung sampah, kita akan mendapatkan barang yang langsung bisa kita pakai.

Bagaimana dengan pemulung? Bank sampah tidak mengurangi jatah pemulung kok. Ada pemulung yang juga memanfaatkan bank sampah sebagai tempat menyetorkan hasil sampahnya. Selain itu, keberadaan bank sampah diharapkan dapat memberi lowongan pekerjaan kepada pemulung untuk bekerja di dalam bank sampah itu sendiri agar pekerjaan sebagai pemulung bisa dihindari karena kenyataannya pemulung adalah pekerjaan yang beresiko terkena paparan bahaya yang tinggi.

Persyaratan membangun bank sampah sebenarnya cukup mudah. Di daerah tersebut harus sudah ada jumlah nasabah minimal, sehingga bank sampah nantinya tidak akan terbuang percuma karena tidak ada nasabah yang menabung di bank tersebut.

Pemerintah sendiri sebenarnya sudah tahu tentang bank sampah, namun pemerintah masih sebagai pihak yang terima jadi. LSM lah yang banyak berperan dalam bank sampah, yang seharusnya juga didukung oleh pemerintah agar pertumbuhan bank sampah semakin pesat. Pertumbuhan bank sampah yang pesat diharapkan mampu menyadarkan masyarakat agar memilah sampahnya sendiri karena dengan pendekatan ekonomi masyarakat akan merasa lebih diuntungkan daripada pendekatan sosial seperti ancaman banjir, penyakit, dan lain-lain.

Setelah puas dengan konsep dasar bank sampah, sesi selanjutnya adalah sistem distribusi bank sampah. Sampah yang berada di bank selanjutnya akan di bawa ke pengepul kecil, kemudian pengepul besar, dan terakhir adalah pemanfaatan sampah. Di pengepul besar, terdapat pabrik seperti pabrik pencacah, yang kemudian di bawa ke tempat pemanfaatan sampah untuk di daur ulang.

Produk yang dihasilkan dari daur ulang biasanya dipamerkan di pameran-pameran dan memiliki target pasar tersendiri. Biasanya, target pembeli adalah massa yang datang ke pameran atau masyarakat yang sudah pernah membeli produk sejenis. Namun, tidak semua sampah dapat di daur ulang. Kresek hitam, contohnya, adalah salah satu yang tidak bisa di daur ulang karena kresek hitam sendiri adalah produk daur ulang sehingga saat akan diolah kembali kualitasnya tidak sebagus sampah yang baru pertama kali di daur ulang.

Setelah pemaparan panjang, peserta kajian setuju bahwa selain untuk tujuan ekonomi, bank sampah adalah metode efektif untuk mengurangi sampah di TPA, edukasi, dan membentuk kebiasaan masyarakat untuk memilah sampah. Bank sampah memiliki prospek yang bagus dan diharapkan ITB memiliki bank sampah, atau setidaknya mahasiswa ITB mencoba menjadi nasabah agar terbiasa memilah sampah.

Tulang Aksial : Mengolah dan Mendaur Ulang Sampah Bersama Masyarakat

Setelah sebelumnya mengadakan program mengajar sebagai bagian dari program kerja Tulang Aksial (Turun Langsung Aksi Sosial), Minggu (16/11/14) Departemen Pengabdian Masyarakat HMTL kembali mengadakan Tulang Aksial yang berisi kegiatan pengolahan serta daur ulang sampah. Kegiatan ini dilaksanakan di RW 1 belakang sabuga dan berlangsung dari pukul 10.00 – 13.00. Sasaran dari Tulang Aksial kali ini adalah ibu-ibu serta anak-anak. Kegiatan ini juga merupakan permintaan dari warga sekitar yang ingin mengetahui cara-cara mengolah sampah dengan baik, terutama sampah organic, agar dapat dimanfaatkan kembali.

Acara pertama adalah pembuatan takakura. Takakura adalah salah satu metode pengomposan baik skala rumah tangga maupun skala kawasan dengan menggunakan keranjang takakura, alat sederhana berbentuk keranjang dimana dapat menampung sampah organic rumah tangga seperti sisa nasi, sayuran, dan sampah organic lainnya dan mengubahnya menjadi kompos.

IMG_7641

Burhan sedang menyampaikan materi takakura.

Ibu-ibu terlihat antusias menyimak penjelasan dari Burhan.

IMG_7616

Anak-anak pun tidak kalah antusias dengan ibu-ibu.

                Pada acara tulang aksial tersebut, pembuatan takakura disampaikan oleh Burhan. Ia mencontohkan terlebih dahulu bagaimana langkah-langkah dalam pembuatan takakura, setelah itu barulah ibu-ibu mempraktikannya sendiri. Antusiasme masyarakat sangat besar dalam mengikuti kegiatan ini, terbukti dengan ibu-ibu yang telah membawa sampah sendiri yang berasal dari pasar untuk kegiatan pembuatan takakura ini. Sebelum memasukkan sampah tersebut ke keranjang takakura, sampah-sampah tersebut terlebih dahulu dipotong kecil-kecil agar mempermudah proses pengomposan.

IMG_7703

Tyas sedang menyampaikan materi recycle.

                Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai daur ulang sampah sekaligus praktiknya. Materi disampaikan oleh Tyas, dengan sasaran anak-anak. Tyas mengajarkan bagaimana cara memanfaatkan sampah kemasan makanan, seperti bungkus kopi atau makanan ringan, menjadi kerajinan tangan yang cantik. Anak-anak pun tak kalah antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Rencananya, kerajinan tangan yang telah dibuat akan dipajang di ruang belajar TPA tempat anak-anak belajar mengaji.

IMG_7717

Massa HMTL berfoto bersama warga.

                Secara keseluruhan, acara berlangsung meriah. Terutama karena masyarakatnya, baik ibu-bu maupun anak-anak tampak antusias dalam mengikuti acara ini. Harapan kedepannya, semoga ilmu-ilmu yang telah diberikan dapat bermanfaat dan akan terus diaplikasikan oleh masyarakat. Amin. Yuk, kita nantikan acara tulang aksial berikutnya dari Departemen Pengmas!

Selamat Ulang Tahun, HMTL!

Dirgahayu HMTL ITB yang ke-52! Ya, tepat tanggal 10 November 2014 kemarin HMTL genap berumur 52 tahun. Tak terasa himpunan yang didirikan bersaman kelahiran Jurusan Teknik Penyehatan ITB ini telah berusia lebih dari setengah abad.Untuk merayakan hari jadinya, massa HMTL melakukan pawai keliling kampus.

Pawai sendiri dilakukan pada hari Kamis (13/11/14) kemarin. Pawai yang direncanakan akan dimulai pukul 5 sore sempat tertunda akibat hujan yang cukup deras. Namun, mengingat tingginya antusiasme massa himpunan, akhirnya pawai tetap dilakukan mulai sekitar pukul 7 malam. Meskipun dalam kondisi yang masih hujan, namun massa HMTL yang mengikuti pawai tetap semangat berkeliling kampus. Selain berorasi, massa HMTL juga memberikan cendera mata berupa tanaman dalam pot ke setiap himpunan-himpunan.

Terdapat 6 pos yang dikunjungi saat pawai. Pos pertama adalah amphi GKU barat, disana HMTL disambut oleh HMS, KMKL, HMM, KMPN, dan HMIF. Danlap dari HMTL, yaitu Alex berorasi kemudian disusul oleh gemuruh dari semua massa HMTL. Selanjutnya, giliran tiap himpunan memberikan orasi dan ucapan-ucapan kepada HMTL. Pos berikutnya yaitu depan KBL. Disana HMTL disambut oleh Himaatika, MTI, dan Astronomi. Sedangkan danlap yang bertugas dari HMTL sendiri adalah Tiwi. Lanjut ke pos berikutnya yaitu di labtek biru, dengan himpunan yang menyambut adalah MTM, Nymphaea, Himatek, HMO, dan HMME. Tenia bertugas menjadi danlap di sana.

Selesai dari labtek biru, pawai dilanjutkan menuju parkiran PLN. Disana ada HME, HMF, HMFT, dan HMRH yang menyambut, dengan Afifah sebagai danlap. Iring-iringan pawai kemudian sampai ke timur jauh, dengan lokasi pos di parkiran gedung energi dan disambut himpunan-himpunan timur jauh , yaitu HMT, PATRA, TERRA, IMMG, dan GEA. Danlap yang bertigas di sana adalah Akbar. Tetap semangat melanjutkan pawai, pos terakhir berlokasi di depan pilotis Geodesi, dengan massa himpunan tenggara yang siap menyambut, yaitu IMG, IMA-G, dan HMP. Di pos terakhir ini danlap yang bertugas adalah Reza.

Selamat ulang tahun HMTL! Semoga kedepannya dapat terus menjadi pelopor dalam gerakan pelestarian lingkungan. HMTL Jayalah!

Pelatihan Fotografi dan Videografi HMTL

Hari Sabtu, (8/11/14) Departemen Media Komunikasi dan Informasi HMTL mengadakan pelatihan fotografi dan videografi bagi semua massa himpunan. Acara yang berlangsung dari pukul 09.00-12.00 ini diadakan di ruang 9008 dan menghadirkan 3 pemateri dari LFM (Liga Film Mahasiswa) ITB, yaitu Hans Christian, Khalil Ambiya, dan Sandhya Nugra.

Acara pelatihan ini dibagi ke dalam 2 sesi, yaitu sesi pemberian materi dan sesi praktik. Pada sesi kesatu, materi pertama disampaikan oleh Hans Christian, yaitu mengenai teknik-teknik dasar fotografi. Hans juga menyampaikan tentang bagaimana memanfaatkan fitur-fitur yang terdapat di kamera agar mendapat hasil yang bagus saat memotret. Misalnya bagaimana cara mengatur shutter speed atau pengaturan kecepatan buka dan tutup pada jendela kamera serta bagaimana mengatur ISO atau tingkat kesensitifan sensor pada kamera.

Materi kedua mengenai teknik-teknik mengedit video disampaikan oleh Khalil Ambiya. Khalil menyampaikan mengenai bagaimana membedakan kualitas video yang baik dan yang buruk, serta pentingnya men-setting kamera atau alat perekam lainnya sebelum merekam suatu moment, misalnya dengan mengatur ISO. Tujuannya adalah agar didapat video dengan kualitas yang baik. Semakin baik kualitas suatu video akan semakin mudah pula dalam proses pengeditannya. Selain itu, Khalil juga menyampaikan bagaimana cara-cara sederhana mengedit video dengan menggunakan software Adobe Premier Pro.

Materi terakhir disampaikan oleh Sandhya Nugra mengenai dokumentasi sosial. Sandhya mengajarkan bagaimana cara-cara mendokumentasikan sebuah kegiatan. Fotografer sebaiknya mengetahui secara pasti rangkaian acara yang akan ia dokumentasikan agar tidak terlewat untuk memotret moment-moment penting di acara tersebut.

Setelah penyampaian materi selesai, acara dilanjutkan ke sesi 2, yaitu praktik. Peserta diberi waktu sekitar 20 menit untuk memotret dan memvideo acara yang sedang berlangsung di kampus. Kemudian, foto-foto dan video tersebut dievaluasi apa kekurangan dan kelebihannya. Khusus untuk video, Khalil mencontohkan cara mengedit video dengan software Adobe Premier Pro menggunakan video-video yang telah diambil peserta saat sesi 2 sebagai bahannya.

Acara kemudian ditutup dengan pemberian sertifikan kepada ketiga pemateri. Secara keseluruhan acara berlangsung secara menarik dan tentunya memberikan banyak pengetahuan baru seputar dunia fotografi dan videografi.

Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan ITB