Tiga Botol Plastik

Ini adalah sebuah kisah dari 3 buah botol plastik yang kosong dan telah dibuang. Perjalanan mereka akan menjadi berbeda dengan hasil akhir yang mempengaruhi nasib bumi. Untuk mengetahui di mana botol plastik ini akan berakhir, pertama kita harus mengetahui darimana plastik ini berasal. Plastik dibentuk oleh ikatan kimia molekul minyak dan gas yang bersama-sama membentuk monomer yang bernama Polyethylene Terephthalate. Monomer ini saling berikatan membentuk rantai polimer panjang sehingga menyusun plastic dalam bentuk jutaan pellet. Pellet tersebut kemudian dicairkan dalam pabrik manufaktur dan dibentuk kembali dengan cetakan untuk membentuk material yang lebih elastis yang menyusun ketiga botol plastik ini. Mesin di dalam pabrik mengisi botol tersebut dengan cairan dan kemudian botol beserta isinya dibungkus, dikirim, dibeli, dibuka, dikonsumsi, dan secara tidak bersamaan botol tersebut dibuang.

tiga botol plastik
Botol pertama, seperti ratusan juta ton jenis plastik lainnya, berakhir di landfill atau open dumping, tempat pembuangan akhir sampah. Tumpukan besar sampah ini semakin banyak setiap harinya karena semakin banyak sampah yang masuk dan terus menerus memakan tempat. Plastik tetap berada di tumpukan ini, tertekan diantara lapisan sampah-sampah yang lain. Air hujan kemudian turun melalui sampah, lalu menyerap senyawa yang terlarut air dalam plastik, dimana beberapa senyawa tersebut sangat berbahaya. Senyawa ini kemudian membentuk senyawa lain yang berbahaya yang disebut leachate. Leachate dapat menyerap ke dalam tanah hingga ke air tanah, mencemari tanah, air tanah dan aliran, sehingga dapat meracuni ekosistem dan membahayakan kehidupan. Botol pertama memerlukan waktu 1000 tahun untuk dapat benar-benar terurai.
Botol kedua mengapung di aliran kecil yang mencapai sungai kemudian sampai ke lautan. Setelah berbulan-bulan terombang-ambing di lautan, botol kedua perlahan-lahan tertarik ke dalam pusaran air raksasa di mana sampah terakumulasi, tempat tersebut dinamakan Great Pacific Garbage Patch. Di sini arus lautan telah menangkap jutaan puing-puing plastik. Great Pacific Garbage Patch ini adalah satu dari lima lautan penuh sampah di dunia, tempat di mana polutan mengubah air menjadi keruh oleh plastik. Beberapa macam binatang, seperti burung terperangkap dalam tumpukan sampah ini. Binatang tersebut menganggap plastik yang berwarna cerah tersebut sebagai makanan. Plastik membuat mereka merasa kenyang, namun sebenarnya tidak, sehingga binatang-binatang tersebut pada akhirnya mati karena kelaparan dan menyalurkan racun dari plastik ke dalam rantai makanan. Contohnya plastik dimakan oleh ikan kecil, ikan kecil dimakan oleh cumi-cumi, cumi-cumi dimakan oleh tuna, dan tuna dimakan oleh manusia. Sebagian plastik tidak terurai secara biologis, artinya mereka hanya terpecah menjadi bagian yang kecil-kecil yang dinamakan mikroplastik. Mikroplastik ini dapat berputar di lautan selamanya.
Botol ketiga memiliki perjalanan yang berbeda dengan kedua botol lain. Truk pengangkut membawanya ke sebuah pabrik di mana plastik ditekan dan dikompress menjadi bentuk blok-blok. Blok ini kemudian dihancurkan menjadi bagian yang lebih kecil, lalu dicuci dan dilelehkan, sehingga dapat menjadi material mentah atau pellet yang dapat digunakan kembali. Botol ketiga siap untuk dilahirkan kembali menjadi sesuatu yang lain seperti kursi plastik, payung, tas plastik, sikat gigi, baju renang, dan sebagainya. Botol ketiga berakhir dengan baik dan dapat dimanfaatkan kembali. Kita semua telah diberi tahu bahwa kita seharusnya menerapkan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk barang-barang yang tidak terpakai, terutama plastik. Perjalanan ketiga botol ini telah menunjukkan siklus hidup plastik dan terlihat bahwa plastik akan berdampak buruk bagi kehidupan di bumi jika hanya dibuang begitu saja, tidak dimanfaatkan kembali. Mampukah seorang insinyur teknik lingkungan membuat semua plastik berakhir seperti botol ketiga?

Emma Bryce – What really happen to the plastic you throw away? from Ted Ed April 21, 2015

Emisi CO2 Penyebab Utama Global Warming

Global warming adalah masalah yang timbul terutama akibat terlalu banyak gas rumah kaca di atmosfer, sehingga gas ini menyelimuti bumi dan memantulkan radiasi panas kembali ke permukaan bumi. Kehadiran gas rumah kaca di atmosfer menjadi terlalu berlebih karena adanya pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara, gas dan minyak bumi atau pembukaan lahan dan pembakaran hutan. Sebenarnya terdapat banyak greenhouse gas lain seperti methana hingga uap air, namun CO2 memiliki resiko yang paling besar dalam perubahan iklim karena gas ini terus terakumulasi di atmosfer dalam jumlah yang besar. Ada dua alasan utama mengapa CO2 menjadi greenhouse gas yang paling krusial dalam perubahan iklim.

Yang pertama, CO2 menjadi penyebab utama kenaikan suhu bumi dan efeknya akan terus berlanjut. Dalam peneletian oleh Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) yang bernama Global Climate Assessment 2007 meneliti gas-gas rumah kaca menggunakan model. Penelitian tersebut mengukur radiative forcing (RF), yang menunjukkan kenaikan (atau penurunan) jumlah energi yang mencapai permukaan bumi yang dikaitkan dengan pengaturan iklim. Nilai RF positif merepresentasikan rata-rata kenaikan suhu permukaan akibat gas tersebut dan nilai RF negatif menunjukkan penurunan suhu. Hasil dari penelitian tersebut adalah CO2 memiliki nilai RF positif yang terbesar dari semua gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktivitas manusia, yang berarti CO2 memiliki peran terbesar dalam terjadinya pemanasan global. Listrik yang dikonsumsi secara masif oleh manusia dihasilkan oleh pembangkit listrik menggunakan energi dari pembakaran bahan bakar fosil sehingga memperbanyak jumlah emisi karbon di dunia.

CO2 (1)

Yang kedua, CO2 bertahan di atmosfer lebih lama dari gas rumah kaca utama yang lain dari hasil aktivitas manusia. Dibutuhkan sekitar 1 dekade bagi emisi methana (CH4) untuk meninggalkan atmosfer (yang terurai menjadi CO2) dan membutuhkan waktu 1 abad untuk gas N2O. Untuk gas CO2, dengan jumlah emisi gas saat ini diperlukan waktu 1 abad, namun 20 persen darinya masih akan tetap tinggal di atmosfer sekitar 800 tahun ke depan. Periode siklus hidup CO2 dalam atmosfer yang begitu panjang menjadi poin penting untuk segera mengurangi emisi CO2 ke atmosfer. Uap air juga merupakan gas yang memiliki dampak cukup besar dalam perubahan iklim, namun jarang didiskusikan dalam konteks tersebut. Hal ini disebabkan oleh periode siklus hidup uap air yang begitu pendek di atmosfer, hanya beberapa hari saja sebelum tergabung dalam cuaca (awan) kemudian jatuh lagi ke bumi. Oleh karena itu peran dan sumbangan uap air dalam global warming tidak sebesar karbon dioksida.

Beberapa tahun terakhir, emisi gas CO2 dari aktivitas manusia menjadi lebih tinggi dari masa manapun sepanjang sejarah. Bahkan emisi global CO2 pada tahun 2011 adalah 150 kali lebih banyak daripada di tahun 1850. Dilihat dari sejarahnya, 1850 menjadi tahun pertama banyaknya emisi CO2 dari aktivitas manusia ke atmosfer. Di tahun tersebut, perkembangan industri dan penggunaan batu bara merupakan penyebab bagi Inggris untuk menjadi negara pengemisi CO2 terbesar. Di antara 1850 dan 1960, dunia secara umum mengeluarkan emisi yang secara konstan meningkat karena adanya industrialisasi dan pertumbuhan populasi yang besar, terutama di Amerika Serikat. Hal tersebut kian berkembang hingga memasuki abad 21 sampai saat ini. Hingga saat ini, China masih menjadi negara penghasil CO2 terbesar karena banyaknya jumlah penduduk dan industrinya.

Peningkatan emisi CO2 yang sangat tinggi selama beberapa tahun terakhir menambah kekhawatiran bagi iklim dunia. Di beberapa tempat seperti Los Angeles mengalami kekeringan berkepanjangan akibat global warming yang semakin parah. Suhu bumi semakin panas, air laut semakin meningkat, dan kekeringan berkepanjangan semakin banyak terjadi. Namun kebutuhan akan energi dari bahan bakar fosil juga terus bertambah seiring dengan berkembangnya populasi manusia dan teknologi. Jumlah karbon dioksida di atmosfer sudah terlalu banyak, diperkirakan sekitar 1035 Giga ton CO2 dilepaskan ke atmosfer sejak tahun 1850 hingga 2000, dan hal tersebut terus-menerus meningkat. Dengan kecepatan emisi saat ini saja, CO2 yang dilepaskan ke atmosfer dua kali lebih cepat daripada penguraiannya. Perubahan iklim semakin nyata dan terasa, jika kita tidak berusaha menguranginya, kehidupan di bumi ini akan berakhir. Mampukah seorang insinyur teknik lingkungan berperan menyelamatkan bumi dari global warming yang semakin parah ini?

CO2 (1)

http://www.ucsusa.org/global_warming/science_and_impacts/science/CO2-and-global-warming-faq.html#.Vd-eLyWqpBc
http://www.wri.org/blog/2014/05/history-carbon-dioxide-emissions
http://www.informationisbeautiful.net/visualizations/how-many-gigatons-of-co2/

Lautan Sampah

 

lautan sampah (3)

Sadar atau tidak, permasalahan mengenai limbah padat atau sampah telah menjadi hal yang tak kunjung usai. Kebutuhan manusia yang semakin bervariasi membuat semakin banyak material baru yang semakin kompleks dan asing bagi lingkungan. Salah satunya adalah plastik yang merupakan kontributor dominan dalam tumpukan sampah padat. Masalah mengenai sampah tidak hanya terjadi di daratan saja namun juga di lautan. Lautan yang merupakan tempat semua air bermuara telah banyak tercemari oleh sampah hasil aktivitas manusia.
Salah satu kasus yang cukup sering dibicarakan adalah Great Pacific Garbage Patch, yang merupakan kumpulan sampah yang terkumpul di lautan Samudra Pasifik Utara. Sampah padat yang tidak diolah dengan baik atau dibuang begitu saja di sungai kemudian akan bermuara ke laut. Sekitar 80% sampah dalam Great Pacific Garbage Patch berasal dari aktivitas daratan di Amerika dan Asia, serta sisanya berasal dari aktivitas di laut seperti kapal nelayan, kapal kargo, serta bangunan lepas pantai seperti oil rig. Sampah yang sebagian besar terdiri dari bahan plastik ini bersifat non-degradable sehingga akan terus terkumpul semakin banyak, membentuk seperti pulau sampah yang mengambang di lautan. Tak hanya itu, sampah akan terus menerus tercampur oleh angin dan ombak yang membuatnya tersebar di bagian atas perairan sehingga membuat ukuran dan batas dari sampah ini sulit untuk diperkirakan.

lautan sampah (2)

Muakrab dan LKO




11154972_10206712750002438_6142631689842667848_oJumat (24/04/2015) Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan pergi ke sebuah villa di Ujung Berung dalam rangka musyawarah kerja sekaligus malam keakraban. Massa HMTL berangkat sekitar pukul 14.00 dengan lama perjalanan kurang lebih 45 menit.

Musyawarah kerja dimulai dengan pemaparan dari kesekjenan dan badan-badan dibawahnya. Setelah pemaparan terdapat kuis berhadiah, massa HMTL sangat antusias saling berebut untuk menjawab pertanyaan. Pemaparan dilanjutkan dengan biro keilmuan, media komunikasi dan informasi, biro internal, dan biro eksternal yang juga diselingi dengan kuis. Musyawarah kerja ditutup dengan makan barbeque di balkon.

11025733_10203029960469415_5646212677851561196_n

Sabtu (25/04/2015) massa HMTL memulai aktivitasnya dengan senam pagi yang dilanjutkan dengan makan bersama. Usai makan, ada pemaparan dari ketua proker besar, yaitu Najmi sebagai ketua PEKKA, Nadhira sebagai ketua Desa Mitra, dan Afifah sebagai ketua Eco Project. Terakhir, pemaparan oleh ketua himpunan yaitu Ricky Alamsyah mengenai nilai badan ketua.

10460293_10203029956629319_3678615576798923737_n

Massa HMTL diajak mendalami himpunan dengan mengikuti LKO di halaman villa. Massa dibagi menjadi dua kelompok lalu bermain bentengan sambil mengumpulkan kertas-kertas yang sudah bertuliskan huruf dan poinnya. Setiap kelompok harus menyusun huruf-huruf tersebut menjadi kata-kata dengan clue “5 wejangan dari 4 bos besar” pemenang ditentukan dengan lengkapnya kata dan banyaknya poin. Kata-kata yang harus disusun adalah 5 nilai badan ketua yaitu tepat waktu, dekat dengan massa, apresiatif, bangga berhimpun, dan peduli lingkungan.

Acara selanjutnya adalah obrolan santai mengenai masalah yang ada di himpunan yaitu rapat anggota yang sering tidak kuorum. Penyebab utama dari masalah ini adalah kurangnya kedekatan antar massa HMTL. Jika ada kenyamanan karena kedekatan antar massa akan lebih mudah bagi setiap massa meluangkan waktunya untuk melaksanakan rapat anggota.

Muakrab diakhiri dengan foto bersama dan makan siang.

1913422_10206712760962712_6770238129759569351_o

Yuk, Ikut Menabung di Bank Sampah!

Bukan cuma uang yang bisa ditabung, tapi sampah juga lho! Menabung sampah tentunya bisa dilakukan di bank sampah. Apa itu bank sampah? Bank sampah adalah sebuah sistem pengumpulan sampah yang memiliki metode mirip dengan bank dan saat ini dilakukan oleh lembaga non pemerintah atau LSM. Masyarakat dapat menabung sampah di bank sampah dan mendapatkan uang sebagai gantinya. Kita juga akan mendapatkan buku tabungan layaknya bank asli. Suatu saat, kita dapat mengambil uang yang sudah kita tabung. Seru kan?

Nah, saat ini HMTL telah memiliki bank sampah lho teman-teman! Launching bank sampah ini sendiri dilaksanakan pada tanggal 23 Januari 2015 kemarin. Pengadaan bank sampah ini juga telah melalui kajian dari massa HMTL pada bulan November yang lalu sampai akhirnya benar-benar direalisasikan sekarang. Untuk penyaluran informasi bank sampah HMTL ini juga telah mempunya official line yaitu Bang Sam. Selain itu ada pula page facebook dan instagramnya.

Tertarik ikut menabung? Bagaimana prosedurnya agar bisa ikut menabung di bank sampah ini? Jadi, untuk 2 minggu pertama ini bank sampah hanya diperuntukkan bagi massa HMTL dan pengumpulannya dilakukan per angkatan. Sampah yang dapat ditabung adalah kertas, kardus dan sejenisnya, botol dan cup plastik, kaleng dan botol kaca, tetrapack dan sachet. Untuk sekarang, sistemnya setalah ditabung nasabah dapat menghubungi panitia pengurus bank sampah melalui official line Bang Sam dengan foto sampahnya serta format teks #nama angkatan_jenis sampah_jumlah sampah. Lalu nanti akan dicatat dan dikalkulasikan ke sejumlah uang. Jangka pendek program bank sampah ini adalah bisa diterapkan di HMTL, sedangkan jangka panjangnya tentu saja bisa diterapkan untuk seluruh himpunan di ITB.

Selain kompetisi per angkatan tersebut, ada pula kompetisi individu. Bagaimana caranya? Yaitu, kunjungi bank sampah HMTL lalu foto segokil dan seheboh mungkin bersama bank sampah. Kemudian, share foto tersebut dengan mention page facebook BANK SAMPAH HMTL atau instagram @banksampahhmtl. Atau, kompetisi individu ini juga dapat berlaku untuk massa HMTL yang terbanyak menabung sampahnya.

Tertarik ikutan? Yuk, tunggu apa lagi, segera tabung sampahmu! Dari sampah menjadi uang? Hanya ada di bank sampah lho!

Bedah KP HMTL

Bedah KP diadakan pada tanggal 15 Januari 2014. Bedah KP ini diadakan oleh Departemen Akademik HMTL ITB. Tujuan diadakannya bedah KP ini untuk memberi info dan gambaran terutama kepada mahasiswa TL angkatan 2012 yang sebentar lagi akan menghadapi kerja praktek, baik itu gambaran mengenai prosedur yang harus dilakukan pasca KP mulai dari pembuatan proposal sampai pembuatan laporannya, mengenai tema yang dapat diambil dan gambaran mengenai tema tersebut, juga mengenai syarat-syarat dan gambaran yang akan dilakukan pada saat melakukan kerja praktek

Pada acara bedah KP ini, akademik HMTL mengundang 6 narasumber, yaitu Rizkia Nur Aulia (TL 2011), Muhammad Andhika Putra (TL 2011), Gilang Ramadhan (TL 2011), Wahyu Cahyadi ( TL 2011), Dwi ( TL 2011)  dan Siti Nur’ Anisah (TL 2011). Keenam narasumber ini memiliki tema, tempat dan pengalaman KP yang berbeda-beda

Dalam penjelasan KP ini dijelaskan bahwa dalam satu perusahaan kita dapat mengambil tema yang berbeda-beda, seperti Rizkia Nur Aulia (TL 2011) yang mengambil tema B3 di Pt. Berau Coal dan pada saat KP melakukan evaluasi Pengelolaan Lingkungan di Transhipment Area PT. Berau Coal mulai dari air limbah domestik, B3, dan sampah. Wahyu Cahyadi (TL 2011) yang mengambil tema evaluasi keselamatan dan kesehatan kerja, dalam presentasinya juga dijelaskan mengenai perbedaan K3, SMK3 OHSAS 18001 dan SML 14001, kemudian Andhika (TL 2011) yang mengambil tema evaluasi OHSAS di Adaro, juga Siti Nur (TL 2011) yang mengambil tema Evaluasi Pengolahan Air Limbah Domestik di Lapangan Handil II Base, Total E & P Indonesie (TEPI), Dwi ( TL 2011 ) yang mengambil tema pengelolaan udara dan Gilang (TL 2011) yang mengambil tema Air Bersih

Dalam presentasi ini dijelaskan juga mengenai alur pasca KP baik itu dikampus dan di perusahaan, Berikut adalah alur KP dikampus dan diperusahaan

Eco Project 2015: Conserve Water Preserve Life

Setelah melakukan persiapan selama kurang lebih 6 bulan, akhirnya acara puncak Ecoproject berhasil digelar pada tanggal 24 Januari 2015. Ecoproject merupakan serangkaian acara yang berisi Desa Mitra, Paper Competition, Exhibition, dan Mini Seminar. Eco Project 2015 mengusung “Air Bersih dan Sanitasi” sebagai topik utama karena isu air, sumber daya air, dan pencemarannya sedang marak namun kesadaran akan pentingnya isu ini di dalam masyarakat masih rendah. Acara ini turut mendukung suksesnya program Kementrian Pekerjaan Umum, yaitu 100% masyarakat tersalurkan air bersih, 100% masyarakat terfasilitasi akses sanitasi yang layak, dan 0% daerah kumuh di Indonesia, yang ditargetkan akan dicapai pada tahun 2019.Desa Mitra diadakan pada tanggal 15-17 Januari 2015 di Desa Cimanggu. Sedangkan acara Paper Competition diadakan tanggal 23 dan 24 Januari 2015 bersamaan dengan Exhibition dan Mini Seminar.

Acara Mini Seminar yang diadakan di ruangan ALSI gedung teknik sipil ITB ini memiliki tema “Upaya Peningkatan Akses Air dan Sanitasi Indonesia”. Acara utama ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta mengenai kebijakan pemerintah terkait target peningkatan akses air minum dan sanitasi nasional serta memberikan gambaran mengenai upaya-upaya terapan yang dapat dilakukan oleh institusi berbasis komunitas atau masyarakat dalam meningkatkan akses air minum dan sanitasi nasional. Mini Seminar ini dibagi ke dalam 3 sesi, sesi pertama mengenai “Kebijakan Pemerintah dan Upaya Terkait Strategi Optimalisasi Pemanfaatan, Pemakaian, dan Penyediaan Sumber Daya Air” dengan pembicara Ir. Mochammad Natsir, M.Sc (Direktur Pengembangan Air Minum, Kementrian PU) dan dimoderatori oleh Ir. Yuniati Zevi, M.T., M.Sc., Ph.D. Sesi kedua mengenai “Kebijakan Pemerintah dan Inovasi Pengembangan Sistem Penyediaan Sanitasi” dengan pembicara Ir. Maliki Moersid, MC (Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman, Kementrian PU) dan Ir. Sri Bebassari M.SI (Ketua Indonesia Solid Waste Association) dengan Aranti Adriarani, S.T. sebagai moderator. Setelah mini seminar, acara dilanjutkan dengan Focus Grup Discussion (FGD) di Aula Barat, temanya adalah Solusi Aplikatif Terhadap Penyediaan Air Minum dan Sanitasi. Peserta dari FGD ini merupakan mahasiswa Teknik Lingkungan dari berbagai universitas, diantaranya ITS, UI, UNAIR, UNPAS, Surya University, Trisakti, dan ITB.

Acara Paper Competition merupakan sebuah ajang lomba proyek untuk siswa/i SMA/MA/sederajat se-Indonesia yang memiliki fokus terhadap masalah air dan sanitasi serta solusinya terkait dengan bidang Teknik Lingkungan. 5 tim lolos yang ke babak semifinal adalah 2 tim dari SMK Mitra Industri, SMAK Bogor, SMAN 38 Jakarta, dan SMAN 6 Banjarmasin. Mereka kemudian diundang untuk mempresentasikan media interaktif pada tanggal 23 Januari 2015. 3 tim terbaik yang lolos dari babak semifinal akan presentasi di acara Mini Seminar Eco Project 2015 pada 24 Januari 2015 dimana pemenang akan diumumkan di akhiracara. Pada Paper Competition ini, SMAN 6 Banjarmasin berhasil menjadi juara dengan tema Teknologi Sederhana Penetralisir Air Asam Gambut di Kalimanta Selatan.

.Exhibition berisi pameran karya-karya mahasiswa Teknik Lingkungan ITB dan stakeholder terkait dengan mengangkat tema besar Air dan Sanitasi. Exhibition juga akan diisi dengan wahana dan sarana interaktif menarik lain yang bisa dikunjungi. Bertempat di Lapangan CC Timur acara ini diisi dengan beberapa instalasi misalnya peta bandung 3D, game where is my water, dan garden gate.  Ada pula stand stakeholder yaitu, IMTLI, Greeneration, dan UGREEN, dan yang tidak ketinggalan tentunya stand makanan. Tak lupa mengundang band dari himpunan dan unit kegiatan mahasiswa, yaitu Band dari HMT yaitu minecoustic, Band of Patra, dan Red Carpet dari unit Apres!

Acara ini ditutup dengan flashmob dari panitia dan juga sambutan dari ketua acara ECOPROJECT sendiri yaitu Ajeng Khrisnasari. Diharapkan acara ini bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus peduli terhadap lingkungan.  ECOPROJECT HMTL 2015 : Conserve Water Preserve Life!

Hari Lahan Basah Sedunia

World Wetland Day (WWD) atau lebih dikenal sebagai Hari Lahan Basah Sedunia merupakan peringatan hari lingkungan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat pada pentingnya peran dan fungsi lahan basah. Hari Lahan Basah Sedunia ini diperingati setiap tahunnya pada tanggal 2 Februari.

Latar belakang diadakannya peringatan ini tidak lepas dari konvensi Ramsar yang berlangsung di Iran pada tanggal 2 Februari 1971. Konvensi dengan nama resmi The convention on Wetlands of International Importance especially as waterfowl Habitat ini mulai berlaku sejak 21 Desember 1975.

Konvensi Ramsar diadakan dengan tujuan untuk mendukung upaya konservasi dan pemanfaatan lahan basah secara berkelanjutan. Hal ini didorong oleh penyusutan jumlah lahan basah dunia akibat dari  proses transformasi menjadi areal yang tidak semestinya. Dalam konvensi Ramsar, lahan basah dikenal sebagai daerah-daerah payau, paya, tanah gambut atau perairan, baik yang bersifat alami maupun buatan, tetap ataupun sementara, dengan perairannya yang tergenang ataupun mengalir, tawar, agak asin ataupun asin, termasuk daerah-daerah perairan laut yang kedalamannya tidak lebih dari enam meter pada waktu air surut.

Indonesia sendiri telah meratifikasi konvensi Ramsar melalui Keputusan Presiden RI No.48 tahun 1991. Dengan demikian, pemerintah patut memberikan komitmennya untuk melindungi dan mempromosikan lahan basah, sebagaimana yang tertuang dalam perjanjian tersebut.

 

Setiap tahunnya, hari lahan basah sedunia mempunyai tema yang berbeda-beda. Di tahun 2015 ini, Hari Lahan Basah Sedunia atau World Wetlands Day mengangkat tema “Wetlands for Our Future – Join us!”. Dengan tema ini masyarakat dunia diajak untuk mengenal dan meningkatkan kesadaran pentingnya lahan basah sehingga mampu mengelola, memanfaatkan, sekaligus melindungi lahan basah secara bijaksana. Karena, lahan basah memiliki manfaat yang besar bagi kehidupan manusia, diantaranya adaah:

  • Sebagai pemasok air bersih
  • Menyaring air dari limbah berbahaya
  • Sebagai pusat keanekaragaman hayati
  • Peredam bencana alam
  • Sebagai sumber mata pencaharian

Hal tersebut menunjukkan betapa pentingnya manfaat lahan basah bagi kehidupan manusia, baik sekarang maupun di masa depan. Sehingga akan sulit membayangkan sebuah masa depan tanpa lahan basah. Wetlands for Our Future!

 

 

Sumber :

http://alamendah.org/2015/01/17/manfaat-lahan-basah-bagi-masa-depan-manusia/

http://alamendah.org/2015/01/15/tema-hari-lahan-basah-sedunia-world-wetlands-day-2015/

http://event.indonesiakreatif.net/events/hari-lahan-basah-sedunia-world-wetland-day-2015-02-02/

https://hifdziua.wordpress.com/tag/hari-lahan-basah/

http://www.timeanddate.com/holidays/world/world-wetlands-day

Desa Mitra 2015: Bergerak Bersama, Sebarkan Harapan

Desa Mitra HMTL 2015 adalah sebuah acara yang merupakan rangkaian dari Eco Project 2015 HMTL. Desa Mitra HMTL adalah kegiatan pengabdian masyarakat oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan ITB dengan mengaplikasikan keprofesian teknik lingkungan pada kehidupan nyata bermasyarakat. Kegiatan Desa Mitra Berlangsung dari tanggal 15-17 Januari 2015 yang  bertempat di RT 02 Kampung Pasir Embe, Desa Cimanggu, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. Sebelum dilakukan eksekusi untuk Desa Mitra, banyak hal yang telah dilakukan di awal seperti planning system yaitu observasi mengenai masalah yang ada di desa tersebut, lalu social mapping yang dilakukan untuk mempersiapkan massa HMTL untuk berhadapan langsung dengan masyarakat seperti cara untuk observasi, pelatihan Bahasa Sunda, pelatihan medic, dan lain sebagainya. Lalu melakukan project design untuk kemudian dilakukan eksekusi pembangunan MCK dan edukasi bagi warga. Selanjutnya massa diajak untuk turun langsung ke masyarakat dengan menginap di rumah warga selama 3 hari 2 malam untuk melakukan semua rangkaian acara Desa Mitra 2015. Di hari pertama Desa Mitra, yang dilakukan massa HMTL di Kampung Pasir Embe adalah pembukaan dan dilanjutkan dengan pembagian sembako kepada warga. Lalu dilanjutkan dengan pelatihan recycle kepada Ibu-Ibu Kampung Pasir Embe yaitu mendaur ulang sampah menjadi bahan yang mempunyai nilai jual seperti tas dari plastik, bros jilbab dari plastic bekas kopi, hiasan, dan lain-lain. Tidak hanya Ibu-Ibu, di desa mitra kali ini ada acara edukasi bagi anak-anak Kampung Pasir Embe yaitu mewarnai, di hari pertama Desa Mitra. Lalu acara dilanjutkan dengan bersih-bersih halaman dan WC. Selanjutnya ada pelatihan komposting bagi warga, mengingat disana banyak sekali potensi untuk menghasilkan kompos dari sampah sisa perkebunan yang mayoritas adalah sampah organic. Di hari kedua Desa Mitra, pembangunan MCK masih berlangsung, massa di antaranya ada yang membantu pembangunan, ada juga dari sebagian massa yang mengajar di PAUD setempat. Setelah itu istirahat shalat Jumat dan makan siang. Acara dianjutkan dengan pelatihan maintenance bagi warga berkaitan dengan bangunan yang telah dibuat. Selanjutnya ada sosialisasi pemilahan sampah ke rumah-rumah warga oleh massa HMTL dan bersamaan dengan itu dilakukan pula mengajar anak-anak desa untuk belajar bahasa Inggris dan games tentang memilah sampah, yang bertempat di Mushalla Kampung Pasir Embe. Acara ini sangat menarik perhatian anak-anak dan mereka sangat antusias karena selain diberi hadiah, mereka juga belajar banyak hal yang menurut mereka menarik dan bisa mereka ‘bawa pulang’ dan tularkan kepada keluarga mereka seperti penggilan-panggilan dalam bahasa Inggris dan juga cara memilah sampah dengan baik dan benar. Setelah itu ada Ibu-Ibu di Kampung Pasir Embe memasak masakan tradisional bersama-sama massa untuk kemudian dimakan juga bersama-sama dengan massa HMTL setelah malam hari. Malam hari digunakan untuk beristirahat dan sebagian memanfaatkan untuk bermain games dan berbaur dengan warga. Hari ketiga Desa Mitra, acara utama sebenarnya adalah penutupan yaitu dengan games se Kampung Pasir Embe dan dilanjutkan dengan pembagian hadiah kepada warga seperti panci, tikar, alat-alat dapur, dan sebagainya. Games berlangsung sangat seru karena melibatkan seluruh warga yang hadir mulai dari anak-anak, anak muda, Ibu, Bapak, Kakek, Nenek, dan semua nya sehingga semua warga Kampung Pasir Embe menjadi sangat terhibur. Di hari terakhir Desa Mitra juga diadakan acara makan besar bersama warga Kampung Pasir Embe lalu dilanjutkan dengan acara penutupan oleh Ketua Desa Mitra 2015 yaitu Bellaria Ekaputri TL’2011. Bella meminta maaf jika ada kekurangan disana-sini dan massa HMTL merasa sangat senang telah diizinkan untuk melakukan kegiatan Desa Mitra di Kampung Pasir Embe dan berharap agar apa saja yang telah dilakukan oleh massa HMTL selama acara Desa Mitra dapat menjadi pelajaran yang berguna bagi semua orang. Penutupan acara Desa Mitra berlangsung sangat haru, Ibu-ibu merasa sedih dan sebagian mereka menangis sambil memeluk massa yang sedang berpamitan. Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi foto bersama kemudian massa HMTL kembali ke Bandung. Harapannya acara Desa Mitra dapat menjadi pembelajaran baik kepada massa HMTL sendiri untuk dapat turun lebih jauh ke masyarakat dan juga menjadi pembelajaran dan kesan yang berharga bagi masyarakat Kampung Pasir Embe. Tidak lupa pula, maintenance dan pengawasan adalah program yang juga akan dilakukan dalam kurun waktu tertentu oleh HMTL sendiri kepada masyarakat desa untuk menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.

Ramah Lingkungan Menyambut Tahun Baru, Bisa Tuh!

Happy new year everyone! Nggak kerasa ya tahun 2014 akan segera berakhir, saatnya menyambut tahun yang baru. Sudah menjadi tradisi kalau momen-momen pergantian tahun selalu dirayakan dengan berbagai acara baik bersama keluarga maupun dengan teman-teman. Namun, terkadang perayaan menyambut pergantian tahun menyisakan jumlah sampah yang cukup banyak serta menimbulkan dampak-dampak lainnya yang berbahaya bagi lingkungan.

Nah, agar perayaan Tahun Baru kita tetap ramah lingkungan berikut tips yang dapat dilakukan:

  • Jangan lapar mata alias jangan belanja berlebihan.Kurangi belanja makanan kemasan dan jangan membeli produk styrofoam. Jika ingin mengadakan pesta tahun baru di rumah dan akan mendekorasi rumah agar terlihat lebih meriah, belilah bahan-bahan dekorasi yang bisa digunakan kembali atau di daur ulang, hindari menggunakan bahan-bahan yang hanya sekali pakai langsung buang. Dan, yang paling penting ketika berbelanja jangan lupa untuk membawa shopping bag sendiri sehingga mengurangi pemakaian kantung plastik.
  • Jika ingin merayakan tahun baru dengan bepergian, menggunakan angkutan umum menjadi alternatif yang baik seandainya daerah yang dituju masih memungkinkan. Namun jika kalian harus membawa kendaraan pribadi, pastikan jumlah penumpang yang dibawa sesuai dengan kapasitas angkut kendaraan. Ajak teman yang satu arah untuk bergabung dalam kendaraan sehingga cukup hanya satu atau dua kendaraan yang digunakan.
  • Gunakan peralatan makan yang reusable. Walaupun menggunakan piring, gelas, serta sendok garpu plastik terkesan lebih praktis karena sekali pakai langsung buang, tetapi hal tersebut jauh dari ramah lingkungan. Lebih baik gunakan piring atau gelas yang biasa kita pakai sehari-hari.
  • Sebisa mungkin jangan menyalakan kembang api secara berlebihan. Disamping memiliki efek kimia yang berbahaya, asap kembang api juga dapat mengganggu lingkungan hidup dan pernafasan. Akan lebih baik jika bahan tersebut dipergunakan pada tempatnya.
  • Acara memanggang biasa dilakukan sambil menunggu detik-detik pergantian tahun. Cobalah untuk mengurangi konsumsi daging pada acara pergantian tahun ini, ganti dengan jagung, ubi, atau pisang bakar. Karena industri ternak merupakan salah satu penyebab perubahan iklim. Perserikatan Bangsa Bangsa pada tahun 2006 melaporkan bahwa industri peternakan adalah penghasil emisi gas rumah kaca yang terbesar 18%, dan jumlah ini lebih banyak dari gabungan emisi gas rumah kaca seluruh transportasi di seluruh dunia 13%.
  • Terakhir, selesai acara jangan lupa kumpulkan semua sampah, jangan sampai berserakan di mana saja. Jangan lupa juga untuk memilah sampah-sampah tersebut sesuai dengan jenisnya.

 

Nah, jangan lupa ya tips-tips di atas diterapkan dalam perayaan tahun baru kalian. Let’s keep our environment save and healthy! Happy new year guys, welcome 2015!

Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan ITB