SUNSCREEN BISA MERUSAK LINGKUNGAN?

Apakah kalian tau kalau pemakaian sunscreen yang tidak tepat akan merusak lingkungan?

Sunscreen yang kita pakai saat berenang di pantai, terutama bila mengandung oxybenzone dan octinoxate, dikatakan dapat merusak terumbu karang dan ekosistem laut. Ini masalah yang sangat serius. Tidak cuma sunscreen tapi juga insect repellent dan krim tabir surya lainnya,” tambah dia. Bahan kimia Oxybenzone ada di hampir semua jenis sunscreen.

Ikan-ikan juga akan teracuni dua bahan kimia tersebut. Bak efek domino, efeknya berimbas pada kesehatan manusia melalui ikan dan air yang dikonsumsi.

Hawaii jadi negara bagian Amerika pertama yang melarang penjualan sunscreen. Apalagi Hawaii merupakan negara yang menjual keindahan pantai dan lautnya.

Indonesia juga punya banyak pantai yang jadi tujuan wisata favorit. Jika diri ini peduli lingkungan, memang sebaiknya pertimbangkan kembali pemakaian sunscreen saat beraktivitas di pantai. Namun, proteksi kulit dari paparan sinar UV tentu masih jadi yang utama.

Tara Foley, pakar perawatan kulit alamiah, menyarankan agar kita memilih sunscreen jenis physicaldaripada chemical. Kandungan zinc oxide pada physical sunscreen bekerja menghalangi sinar UVA dan UVB di lapisan terluar kulit. Sementara chemical sunscreen (yang mampu menyerap sinar matahari) menembus ke dalam kulit (ke dalam pembuluh darah dan menyebabkan kanker payudara, merusak DNA, gangguan reproduksi laki-laki, dan lain sebagainya) dan apapun yang terkena, seperti terumbu karang dan biota laut lainnya.

Untuk mempermudah pemilihan sunscreen yang aman, baca label dan komposisi bahannya, lalu hindari beberapa kandungan berikut:

  • Oxybenzone Octinoxate
  • Octyl methoxycinnamate (OMC)
  • Homosalate
  • Octisalate

Foley mengingatkan bahwa bahan kimia tersebut juga ditemukan pada produk kecantikan lainnya, seperti lipstik, perawatan rambut, dan cat kuku.

 

Jadi bagaimana? sudah siap untuk memilih dan mengecek sunscreen kamu? jangan lupa untuk cek komposisinya agar bisa menentukan apakah kita sudah membantu mewujudkan perlindungan bumi ini yaa!

 

source: www.liputan6.com

Katedral Air di Jepang?

 

Sejak tahun 1960, Tokyo menjadi salah satu kota di Jepang yang mendesain sistem kanalisasi untuk mencegah banjir. Rupanya, upaya ini termasuk antisipasi yang gagal saat Tokyo dilanda cuaca yang sangat ekstrim. Tindakan selanjutnya Pemerintah Jepang, membangun kolam bawah tanah yang disinyalir menjadi kolam terbesar di dunia. Rupanya, hal itu juga tidak cukup untuk menghadang banjir.

Bukan hal yang asing lagi ketika badai dan angin topan menyerang Ibukota Jepang. Pada tahun 2011 lalu, topan Roke membawa angin dengan kecepatan 200 km per jam, diikuti dengan curah hujan 54 liter per m2. Akibat dari badai ini, setidaknya terdapat 520.000 rumah yang harus kehilangan pasokan listrik. Untuk membuat air surut, tidak hanya dibutuhkan sehari saja. Dibutuhkan berhari-hari untuk membuat air banjir surut. Setelah air tersebut surut, rupanya masih menyisakan permasalahan lain, yaitu kerusakan yang ditimbulkan dari badai yang mencapai miliaran dolar Amerika Serikat. Banyak pihak setuju bahwa Tokyo saat ini merupakan kawasan banjir dan badai.

Mau tidak mau, Pemerintah Jepang tentu harus berbuat sesuatu untuk menyelamatkan warganya. Akhirnya, sejak 5 dekade ini, Pemerintah Tokyo sudah bersiap untuk menghadang serbuan air yang disebabkan oleh badai. Penyebab datangnya badai di kota Tokyo adalah letak geografis dari Tokyo sendiri. Terdapat salah satu kawasan di Tokyo, Prefektur Saitama yang terletak di cekungan Nakagawa,daerah ini memiliki permukaan yang lebih rendah dibandingkan Sungai Edu. Bukanlah hal yang mengherankan jika banjir menjadi langganan di wilayah ini apalagi wilayah ini mulai dipadati penduduk seiring berjalannya waktu.

Jepang memiliki 15 sungai yang membelah Tokyo. 5 sungai di antaranya melewati jantung kota Tokyo dan harus di beton sampai ke dasar sungai. Sementara, 10 sungai lainnya diatur sedemikian rupa dengan menggunakan bendungan di hulu sungai. Pada tahun 1960-an, Pemerintah kota Tokyo mulai melakukan pembangunan infrastruktur antibanjir. Setiap tahunnya, rata-rata curah hujan yang dimiliki Tokyo adalah 1530 mm. Hal ini sebenarnya belum sebanding dengan Jakarta. Curah hujan tahunan rata-rata dari kota Jakarta adalah 2000 mm tiap tahunnya.

Pemerintah Jepang memiliki senjata tersendiri untuk menghadang banjir yang sering melanda rakyatnya. Namanya, Katedral Air. Senjata ini berada di kedalaman 50 meter dalam tanah. Katedral raksasa yang memiliki 78 pompa dan 59 pilar beton. Fasilitas yang diberikan untuk katedral ini memungkinkan air untuk berpindah sebanyak 200 ton tiap detiknya. Jumlah ini mampu membuat 25 kolam renang kelas olimpiade akan terpenuhi. Katedral air inilah yang dibanggakan oleh Pemerintah Tokyo.

 

Proyek G-Cans (Shutoken Gaikaku Housui Ro, atau Channel area Discharge Outer Metropolitan Underground) adalah jalur air bawah tanah dan air besar area penyimpanan yang dibangun oleh pemerintah Jepang untuk melindungi Tokyo dari banjir selama musim hujan. Untuk menyerap air hujan, kompleks tersebut dilengkapi dengan 59 turbo pump dan total kapasitas lebih dari 14 ribu tenaga kuda . Tampaknya ini jelas mungkin dirancang untuk banjir paling intens.

Rupanya, sistem G-cans bernama katedral ini merupakan sistem drainase terbesar di dunia. Prinsip yang digunakan dari katedral ini sebenarnya sangat sederhana. Air yang ada dari seluruh sudut kota akan mengalir melalui sumur dengan ketebalan 10 meter ke dalam 5 kolam beton raksasa. Kelima kolam beton ini memiliki lebar 32 meter dan tinggi 65 m. G-cans bernama katedral ini juga dinobatkan sebagai kolam penampungan terbesar.

Sistem yang unik ini rupanya tersambung dengan terowongan air yang memiliki panjang 6,4 kilometer dan lebar 10 meter di bawah tanah. Cukup banyak ahli yang berpendapat bahwa sistem ini menjadi salah satu keajaiban teknologi yang tidak boleh diragukan. Untuk menyelamatkan masyarakat Jepang dari banjir dengan membangun sistem ini, Pemerintah Jepang ini membutuhkan dana sebesar 2 Miliar dolar Amerika Serikat, setara dengan 26 triliun rupiah. Bangunan ini sudah selesai dibangun pada tahun 2006. Katedral raksasa ini sudah digunakan kurang lebih 70 kali. Tentu saja, diperlukan evaluasi setelah katedral ini digunakan.

Pemerintah Tokyo mengatakan bahwa setidaknya sekitar dua pertiga wilayah di Tokyo berhasil tidak terkena banjir saat musim hujan tiba. Hal ini dikarenakan sistem kanalisasi banjir dari katedral raksasa. Sayangnya, sistem ini hanya berguna untuk mengalirkan air hujan saja. Ketika terjadi banjir rob, sistem ini tidak akan mengalirkan air laut.

Rupanya, Pemerintah Tokyo membangun sistem kanalisasi sungai yang dikenal dengan Furukawa Under Ground Regulating Reservoir. Kanal ini menyerupai lorong air yang dibangun memanjang searah dengan aliran sungai dan ditanam sedalam 15 meter di bawah permukaan sungai Furukawa. Saat ini, sistem kanalisasi banjir yang sudah dilakukan di Tokyo mampu menampung air 50 milimeter setiap jamnya.

Faktanya, kapasitas yang dimiliki sistem ini belumlah cukup. Saat ini, Pemerintah Kota Tokyo masih merencanakan pembangunan kanalisasi baru yang mampu menghadapi curah hujan 75 mm setiap jamnya. Proyek ini merupakan proyek baru, termasuk pelebaran kanal dan memperdalam sungai. Dibutuhkan waktu 20 tahun untuk menuntaskan proyek baru ini.

sumber: bernas.id

 

Belajar dari Negeri Tetangga: Daur Ulang Air di Singapura

images 9_41167532_-_16_01_2017_-_sbwaterPernah tau gak kalau Singapura itu terkenal dengan kebersihan kotanya dan juga sungai-sungainya? Nah mereka itu mampu mengelola sistem drainase dan sistem air limbah mereka secara terpisah sehingga tidak mencemari lingkungan dan mencemari badan air. Bahkan air-air buangan tersebut bisa diolah kembali oleh mereka untuk dijadikan sumber air bersih dan air minum. Hah kok bisaaaa? Yuk intip caranya dibawah ini;)

Teknik daur ulang air yang dilakukan Singapura disebut NEWater dan dioperasikan di bawah naungan Public Utilities Board (PUB) Singapura. Sistemnya yaitu air yang akan didaur ulang berasal dari air bekas pemakaian dikumpulkan melalui sistem pembuangan kotoran dan dibersihkan di pabrik reklamasi air. Singapura memiliki saluran air limbah dan air hujan yang terpisah. Saluran air limbah dari rumah tangga maupun industri sudah terhubung ke seluruh Singapura.

Dilansir dari laman resmi PUB, daur ulang air ini melalui tiga tahap utama. Pertama, penyaringan dengan menggunakan teknologi Microfiltration (MF). Air melewati lapisan membran yang dapat menyaring bakteri, virus dan protozoa. Kedua, proses Reverse Osmosis (RO), proses ini menggunakan lapisan membran yang sangat kecil sehingga yang dapat melakuinya hanya partikel air. Terakhir, Ultraviolet Disinfection yaitu tahap dimana air melalui cahaya ultrabolet untuk memastikan semua organisme inaktif dan kemurnian produk air terjamin. Kemudian setelah itu dilanjutkan dengan proses desinfeksi dan terakhir dihasilkanlah pure water H2O.

delwater Water-Reclamation-Process

 

Air dari pengolahan NEWater ini biasanya digunakan untuk industri yang memerlukan kualitas air yang lebih baik dari air minum dan juga sering dipakai untuk menjadi sistem pendingin gedung-gedung perkantoran. Kemudian karena air yang dihasilkan dari NEWater ini merupakan air murni H2O dan tidak mengandung mineral apapun, maka untuk dijadikan air minum harus disalurkan ke reservoir-reservoir untuk kemudian dilakukan pengolahan lebih lanjut sehingga bisa disalurkan ke rumah-rumah penduduk.

NEWater saat ini sudah dapat memenuhi 30% kebutuhan air di Singapura dan juga telah merancang skema untuk melepas ketergantungan terhadap impor air dari Johor. Dengan rencana tersebut diharapkan akan memenuhi 55% kebutuhan air di tahun 2060.

 

 

Bagaimana sih Peran Biosurfaktan dalam Bioremediasi Lumpur Migas?

Pada industri migas, sludge yang menjadi permasalahan utama ialah dalam bentuk minyak (oil) yang tercampur pada partikel tanah baik secara kimia maupun fisik sehingga menyebabkan kontaminasi tanah. Kontaminasi ini biasanya terjadi karena kebocoran pada tangki, tumpahan yang terjadi selama proses pengangkutan juga loading/unloading, dan kebocoran pada jaringan perpipaan industri terkait. Untuk menghentikan kontaminasi tanah yang semakin meluas, maka diperlukan cepat tanggap dari operator terhadap tumpahan minyak tersebut dan tergantung dari tipe minyak tersebut. Semakin berat minyak yang menginfiltrasi tanah, penyebarannya akan semakin lambat dan begitu pula sebaliknya. Pembersihan secara biologi merupakan metode yang menjanjikan baik dari biaya maupun efektifitasnya yang mampu mengatasi polutan yang berasal dari limbah industri, hidrokarbon poliaromatik, produk hasil pertambangan migas, air asam tambang, pestisida, munitious compounds, dan metal inorganik, polutan kimia organik yang terdiri dari pestisida, cairan organic, minyak, dan lumpur/padatan.

Teknologi yang dapat diaplikasikan untuk mengolah oil sludge adalah bioremediasi. Aplikasi bioremediasi ialah dengan degradasi secara biologis menggunakan mikroorganisme terhadap kontaminan sehingga konsentrasinya berkurang hingga batas yang dapat diterima atau sesuai dengan regulasi. Keuntungan bioremediasi dibandingkan metode lain yaitu lebih berbasis lingkungan karena sifatnya degradasi bukan transfer kontaminan, less disruptive, dan biayanya lebih murah. Karena mikroorganisme pendegradasi kontaminan di lingkungan biasanya terbilang kecil sehingga harus diperkaya agar pertumbuhannya cepat dan dapat mendegradasi kontaminan minyak dengan cepat pula melalui penambahan seperti:

  • substrat sebagai akseptor elektron,
  • substrat sebagai donor elektron,
  • materi inorganik, dan
  • kelarutan kontaminan.

Kemudian berdasarkan hasil studi, proses biodegradasi oil sludge dapat dipercepat dengan penambahan biosurfaktan. Biosurfaktan mampu mengubah minyak dari bentuk hidrofobik menjadi hidrofilik sehingga ketika minyak sudah soluble, baru mikroorganisme dapat mendegradasi minyak tersebut. Biosurfaktan memiliki kemampuan untuk menurunkan tegangan permukaan dan tegangan antar molekul menggunakan mekanisme serupa seperti surfaktan berbahan kimia. Namun biosurfaktan lebih cocok diaplikasikan untuk lingkungan karena sifatnya yang biodegradibility. Selain itu, biosurfaktan mampu diproduksi secara in-situ dan dari bahan dasar lebih murah mengakibatkan beban pada lingkungan yang lebih kecil. Laju konversi bahan kimia saat proses bioremedasi oleh mikroorganisme dipengaruhi oleh laju uptake dan metabolisme mikroorganisme (intrinsik) serta laju degradasi mikroorganisme (transfer massa). Untuk proses biodegradasi yang efisien dan total, diperlukan pelarutan hidrokarbon menggunakan biosurfaktan yang disertai bioaugmentasi.

biosurfaktan

Biosurfaktan merupakan bahan yang dapat meningkatkan laju biodegradasi polutan yang memiliki kelarutan rendah, sebelum dilakukan bioremediasi. Selain meningkatkan laju biodegradasi, konsentrasi polutan dapat diminimalisasi hingga kadar tertentu. Hal ini disebabkan oleh pseudostabilisasi dan emulsifikasi kontaminan, sehingga meningkatkan ketersediaan substrat bagi mikroorganisme. Biosurfaktan dapat menstimulasi pertumbuhan mikroorganisme pendegradasi dalam menyediakan ko-substrat yang dapat meningkatkan kemampuannya untuk menggunakan senyawa hidrofobik sebagai sumber ‘makanan’.

Intinya, prinsip utama bioremediasi terdapat pada adanya mikroorganisme pendegradasi dan dengan bantuan biosurfaktan mikroba mampu mineralisasi polutan yang terdapat pada sludge, dan kemudian mereduksi jumlah dan toksisitasnya. Faktor yang mendukung keberhasilan bioremediasi antara lain ketersediaan mikroba, ketersediaan kontaminan, dan lingkungan yang sesuai. Efektivitas bioremediasi ditentukan oleh kemampuan mendegradasi senyawa kompleks dan kinetika laju reaksi.

 

Source:

Helmy, Qomarudin.,Edwan Kardena, dan Rudy Laksmono. 2015. Bioremediation of Aged Petroleum Oil Contaminated Soil: From Laboratory Scale to Full Scale Application.

Creative Week

Creative Week Medkominfo HMTL 2017


Direktorat Medkominfo HMTL telah mengadakan creative week bagi seluruh massa HMTL untuk meningkatkan kekreatifan massa HMTL dalam bidang fotografi dan desain.

creative week 1.0 dikhususkan untuk pelatihan design yaktu untuk beberapa software design yang marak digunakan yaitu adobe indesign dan juga photoshop.
3DFCB0D5-828B-424C-BE25-62F10015467A

Sedangkan creative week 1.5 berisi pelatihan dokumentasi untuk massa HMTL dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan massa HMTL dalam mengambil foto dengan mengajari fungsi-fungsi pada kamera, terutama DSLR.

8D25495A-B6B4-479D-A824-24C297EE3B1E

Begitulah creative week massa HMTL!

Semoga bermanfaat!

Kisah Kongres IMTLI 2017

Setiap tahunnya, mahasiswa S1 Teknik Lingkungan dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia berkumpul sebanyak setidaknya dua kali, yakni pada Rapat Kerja Nasional IMTLI di awal tahun dan pada Kongres IMTLI di penghujung tahun. Kongres IMTLI 2017 dilaksanakan selama 5 hari 5 malam, mulai tanggal 6 Desember 2017 hingga 10 Desember 2017. Acara pada hari pertama adalah malam keakraban (makrab). Pada acara ini, para peserta kongres diajak untuk saling berkenalan satu sama lain serta disajikan berbagai macam penampilan persembahan dari Universitas Lambung Mangkurat selaku tuan rumah Kongres IMTLI 2017. Makrab sendiri diadakan di Aula milik Universitas Lambung Mangkurat. Setelah acara makrab, para peserta diantar menuju Asrama Haji Syamsudin Noor yang letaknya sekitar 15 menit dari Bandara Syamsudin Noor. Gedung tempat menginap putra dan putri terpisah. Satu kamar asrama ditempati oleh sekitar 5-7 orang peserta yang berasal dari berbagai macam daerah.

Pada hari kedua, terdapat acara talkshow yang dimulai dari pukul 09.00 WITA. Pada pukul 13.30, setelah ishoma, dilakukan sidang pleno. Pada awal sidang, para peserta menetapkan 3 orang presidium yang akan memimpin jalannya persidangan hingga hari Sabtu. Setelah presidium terpilih, peserta sidang menetapkan aturan tata tertib Kongres IMTLI 2017. Setelah tata tertib Kongres disepakati oleh forum, maka acara dilanjutkan dengan LPJ dari PB IMTLI 2016/2017. LPJ berlangsung dari hari Kamis hingga hari Jumat siang. LPJ dari PB diterima secara bersyarat dari forum karena dianggap masih memiliki beberapa kekurangan yang harus diperbaiki, sehingga PB harus segera memperbaiki LPJnya dengan tenggang waktu yang telah diberikan.

Acara berikutnya adalah amandemen AD/ART IMTLI. Amandemen secara keseluruhan ini dilakukan hanya setiap 3 tahun sekali, sehingga amandemen AD/ART ini merupakan salah satu acara yang spesial pada Kongres ini. Sidang AD/ART berjalan dengan cukup lama, yaitu dari hari Jumat siang hingga hari Sabtu siang. Pada hari Jumat malam hingga Sabtu subuh, sebagian peserta juga melakukan kajian AD/ART agara sidang dapat berjalan dengan lebih cepat, karena pemilihan ketua IMTLI 2017/2018 juga harus dilaksanakan pada hari Sabtu.

Acara dilanjutkan dengan pengesahan 6 anggota baru IMTLI, yaitu Universitas Riau, Institut Pertanian Bogor, Universitas PGRI Adibuana, Universitas Muhammadiyah Kendari, Universitas Batanghari Jambi, dan Universitas Bhayangkara Jakarta. Setelah penetapan keenam anggota baru tersebut, sidang dilanjutkan dengan penetapan Garis-Garis Besar Haluan Organisasi IMTLI untuk masa kepengurusan 2017/2018. Setelah GBHO terbentuk dan disetujui, sidang dilanjutkan dengan pemberian rekomendasi untuk DPP dan PB IMTLI 2017/2018.

Sidang kemudian dilanjutkan dengan pemilihan ketua IMTLI 2017/2018. Anggota Kongres dipersilahkan untuk mencalonkan diri maupun mencalonkan orang lain sebagai calon ketua IMTLI 2017/2018. Tidak ada yang mencalonkan diri sendiri, namun terdapat beberapa orang yang dicalonkan. Dari beberapa orang yang dicalonkan tersebut, hanya 2 orang yang bersedia untuk menjadi calon ketua IMTLI 2017/2018. Calon pertama adalah Dandhy Agus Bayhaqi dari ITN Malang, dan calon kedua adalah Rafi Wiratama dari Universitas Brawijaya.

Kedua calon lalu memaparkan visi dan misinya masing-masing. Setelah pemaparan visi misi, terdapat sesi tanya jawab untuk masing-masing calon. Setelah selesai sesi tanya jawab, dilakukan voting untuk menentukan ketua IMTLI 2017/2018. Setiap anggota IMTLI yang mengirim delegasinya mendapatkan 1 suara yang disalurkan melalui delegasi yang dikirim tersebut. Setelah melakukan voting, ketua IMTLI 2017/2018 yang terpilih adalah Rafi Wiratama dari Universitas Brawijaya dengan total suara 19 dari 23.

Setelah ketua IMTLI 2017/2018 dipilih, sidang dilanjutkan dengan penetapan ketua DPP IMTLI 2017/2018. Ketua DPP IMTLI 2017/2018 yang dipilih oleh ketua DPP sebelumnya adalah Farah Fathiinah dari Universitas Trisakti. Setelah forum menyepakati keputusan ini, yaitu hari Sabtu malam, sidang ditutup. Sebagian peserta kemudian jalan-jalan ke alun-alun kota Banjar Baru untuk menikmati malam terakhir mereka di Banjar Baru bersama teman-teman yang mereka dapatkan di Kongres IMTLI 2017. Keesokan harinya, yaitu pada hari Minggu, para peserta diajak oleh panitia Kongres IMTLI 2017 untuk melakukan wisata ke kota Banjarmasin. Setelah wisata, para peserta kongres yang berasal dari luar daerah kembali ke daerahnya masing-masing.

Kuliah Alumni #3

                                                                               SUSTAINABLE CONSTRUCTION


Pembangunan berkelanjutan sudah menjadi isu strategis yang tidak hanya sekedar wacana, namun juga diwujudkan dalam kebijakan-kebijakan yang terkait. Pembangunan berkelanjutan berangkat dari sebuah keinginan untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat saat ini dan juga generasi di masa mendatang. Tujuan dari pembangunan berkelanjutan adalah untuk menciptakan bangunan berdasarkan desain ekologi, penggunaan sumber daya alam secara efisien, dan ramah lingkungan selama pengoperasian bangunan tersebut.

Bangunan gedung memiliki kontribusi yang signifikan terhadap perubahan iklim global, sehingga dikembangkan bangunan hijau. Bangunan hijau adalah bagian dari pembangunan berkelanjutan yang memiliki konsep untuk memperbaiki dan mempertahankan keseimbangan antara lingkungan alam dan buatan. Kondisi keberlanjutan dapat dipenuhi tiga aspek yakni ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dampak pembangunan akan dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat secara inklusif, tidak memberikan dampak negatif terhadap lingkungan hidup, serta pemanfaatan sumber daya yang lebih efisien.

Konstruksi berkelanjutan adalah sebuah pendekatan dalam melaksanakan rangkaian kegiatan yang diperlukan untuk menciptakan suatu fasilitas fisik yang memenuhi tujuan ekonomi, sosial, dan lingkungan pada saat ini dan pada masa yang akan datang, serta memenuhi prinsip berkelanjutan (Permen. PUPR No.05/PRT/M/2015). Prinsip-prinsip dalam penerapan konstruksi berkelanjutan yakni:

  • Minimalkan konsumsi sumber daya, penggunaan energi tak terbarukan, polusi, toksik, dan limbah.
  • Maksimalkan efisiensi, penggunaan kembali, daur ulang, penggunaan sumber daya terbarukan.
  • Kembangkan konservasi, pemahaman sistem alam, keadilan ekonomi.
  • Fokus pada analisa kualitas vs kuantitas, kebutuhan vs keinginan.
  • Redesain Ekonomi dengan pendekatan sistem alam.

Kontribusi Kementerian PUPR dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan di wujudkan dalam pembangunan Gedung Kampus Kementerian PUPR dan pembangunan Jembatan Kelok Sembilan Sumatera Barat. Kementerian PUPR melalui Balitbang telah melakukan riset dan invensi dibidang konstruksi berkelanjutan, antara lain pemeringkatan jalan hijau/green road rating, teknologi recycling asphalt pavement, teknologi aspal plastik, teknologi fly ash, Remote Construction Monitoring System (RCMS), dan aplikasi berbasis ponsel JALAN KITA (JAKI). Riset-riset terus ddorong untuk mendukung terselenggaranya konstruksi yang lebih ramping (lean construction) dan berkesinambungan.

 

Kuliah Alumni #2

Sertifikasi Kompetensi Sarjana Teknik Lingkungan
Menghadapi Era Grobalisasi


Dulu, pencatuman gelar Ir. di depan nama biasa dilakukan untuk penanda gelar bagi mereka yang telah menyelesaikan pendidikan ilmu teknik. Persatuan Insinyur Indonesia (PII) didirikan pada era ahli teknik adalah Insinyur, beranggotakan para insinyur. Setelah kemerdekaan, semangat nusantara merambah hingga memunculkan perubahan pada gelar yang disandang menjadi S.T. di belakang nama bagi mahasiswa yang menyelesaikan pendidikan teknik strata 1.

 

Belakangan, gelar Insinyur jarang dimiliki seolah-olah hanya sebatas sejarah. Dicapailah sebuah kesepakatan bahwa S.T. adalah gelar akademis yang diberikan perguruan tinggi, sementara Insinyur merupakan gelar profesi yang diberikan atas pengalaman berkarir atau berprofesi di bidang keinsinyuran.

 

Pada mulanya gelar profesi hanya diberikan oleh perguruan tinggi, namun kemudian lahirlah UU Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran. Menurut peraturan tersebut, gelar profesi di bidang keinsinyuran adalah Insinyur, yang dapat disandang seseorang dengan mengikuti Program Profesi Insinyur (PPI). PPI merupakan program yang bertujuan untuk menjadikan sarjana tenik siap berprofesi sebagai Insinyur. Dalam proses belajarnya, PPI direncanakan memiliki nilai studi antara 18-36 SKS yang dua pertiganya adalah dengan magang di industri. Selain melalui jalur pendidikan, sertifikat Insinyur Profesional (IP) juga bisa diperoleh berkat pengalaman kerja dibidang keahliannya dalam jangka waktu tertentu. Anggota PII terbagi dalam tiga tingkatan keahlian: Insinyur Profesional Pratama (IPP), Insinyur Profesional Madya (IPM), dan Insinyur Profesional Utama (IPU).

 

Banyak teknologi karya Insinyur Indonesia menjadi produk unggulan dan telah diadopsi di banyak negara. Beberapa karya teknologi dari sekian banyak karya tersebut antara lain: 1) Pondasi cakar ayam; 2) Metode sosrobahu; serta 3) Sistem telekomunikasi 4G berbasis OFDM. Seseorang dengan ilmu, keahlian, dan pengalaman] bisa diakui secara profesional yang diperlukan tenaga dan pemikirannya. Etika Profesi Insinyur bersifat universal di mana pun Insinyur itu bekerja dan berpraktik akan tetap memegang teguh dan melaksanakan secara konsekuen kode etik Insinyur ini.

Bedah KP dan Bedah TA

Salam lestari!

Sebagaimana yang telah disosialisasikan pada musyawarah kerja HMTL. Pada kepengurusan HMTL 2017/2018 ini kami mengadakan Bedah KP dan Bedah TA untuk massa HMTL tingkat 3 dan tingkat 4 yang akan segera memulai kerja praktek dan juga tugas akhirnya.

Tamu dari bedah KP dan bedah TA ini tidak lain adalah para massa HMTL sebagai perwakilan dari tema-tema keilmuan TL, yaitu: Air bersih, air limbah, limbah padat, udara, SMK3, SML, dll.

Tujuan dari diadakan bedah KP dan bedah TA adalah untuk memberikan wawasan serta membagi pengalaman dari kakak tingkat yang telah melalui tahapan itu semasa perkuliahannya kepada para adik tingkat yang akan mau memulai tahapan tersebut, dengan harapan para adik tingkat mampu mendapatkan pencerahan tentang apa yang harus (dan tidak boleh) dilakukan selama proses tersebut, saran-saran untuk memudahkan proses tersebut, dll.

Yuk intip betapa serunya kegiatan bedah KP dan bedah TA HMTL!


BEDAH TA (Jumat, 27 Oktober 2017)

Artikel9-1


BEDAH KP (Senin, 13 November 2017)Artikel9-2


Kami berterima kasih kepada para massa HMTL yang telah meluangkan waktunya untuk membagi pengalamannya untuk menginspirasi massa HMTL lainnya:

Pembicara Bedah KP:

  • Asri Fitri Louisiana
  • Lafidya Mugni
  • Muhammad Fikri Nur Setyawan
  • Sania Septiani Mulyawan
  • Muhammad Adil Setyanto Suhodo
  • Dhayita Mahandini

Pembicara Bedah TA:

  • Gede Adi Arjana
  • Tatwadhika Rangin Siddhartha
  • dll.

Sukses selalu kepada massa HMTL!

TEBAS DOSA (Tebar Sayang Donor Ganesha)

Tebas Dosamu dengan Setetes Darahmu!


Tebas Dosa merupakan program pengabdian masyarakat yang berada dibawah beberapa himpunan mahasiswa di ITB. Tebas Dosa diadakan sebagai bentuk kolaborasi kami, yaitu HMS, HMP, IMG, IMA-G, dan juga HMTL sebagai pemrakarsa, untuk menggerakan rasa kemanusiaan warga kampus dan mewadahi keinginan warga kampus untuk membantu sesama. Sesuai dengan nama acara kami yaitu Tebas Dosa, Tebar Sayang Donor Ganesha, yang dalam hal ini adalah dengan menebar sayang kami di panti jompo (pre-event) dan donor darah di kampus tercinta (main event)

International Day of Charity yang diperingati setiap tanggal 5 September menjadi momentum baik untuk berbuat kebaikan.


PRE EVENT: TEBAS DOSA GOES TO PANTI JOMPO

Keberadaan panti jompo khususnya di Bandung, kurang menjadi perhatian di masyarakat. Kami merasa resah, ingin sekedar menanyakan kabar atau beramah tamah dengan kakek-nenek, oma-opa di sana. Kami ingin memberikan sedikit kasih sayang, mendengarkan cerita, memberikan cerita, dan menyenangkan hati mereka. Dari beberapa survey yang dilakukan akhirnya kami menentukan Panti Jompo Tresna Elderly Social Institution Mother Care sebagai destinasi kami.

10 September 2017

Pagi-pagi peserta sudah berkumpul di kampus ITB Ganesha untuk briefing, kemudian kami berangkat ke panti bersama-sama. Di sana peserta sudah disambut oleh oma-opa di ruang tengah. Dimulai dengan pembukaan serta sambutan dari ketua pelaksana serta perwakilan dari panti. Di sana, seluruh peserta senam pagi, bermain games, dan bernyanyi bersama-sama oma-opa serta pengurus disana. Ada yang pandai bernyanyi, berjoget, bahkan ada yang usil juga. Semuanya senang sekali! Sesi terakhir acara adalah sharing, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok kecil untuk mengobrol dan mengenal lebih dalam oma-opa disana. Ada yang menceritakan bisnis kulinernya yang amat sukses, ada yang amat pandai memberikan petuah-petuah di usianya yang sudah senja, ada yang menceritakan kisahnya ketika jaman penjajahan dulu pandai banget berbicara bahasa belanda, ada yang minta dipijat, ada yang kelelahan ingin tidur, ada yang ketika sharing diberi kejutan oleh keluarganya (biarpun beliau sempat lupa sejenak), ada yang senang sekali menerima bingkisan terutama minyak kayu putih dari peserta.

“Nenek seneng sekali dapet minyak kayu putih ini nenek tidak punya… Nanti kesini lagi yaa bawa teh melati”

SIAP nek jika ada kesempatan kami akan berkunjung lagi!

Masing-masing dari peserta mendapatkan pengalaman yang berbeda-beda namun sama berharganya. Semoga kakek-nenek, oma-opa senantiasa diberikan kesehatan dan dilimpahkan kebahagiaan ya..

Aamiin

Artikel8-1

Artikel8-2

Artikel8-3

Artikel8-4


MAIN EVENT: TEBAS DOSA DONOR GANESHA!

Didukung dengan fakta-fakta yang ada bahwa persediaan darah di Indonesia sendiri belum cukup tersedia. Sehingga dengan ini diharapkan kami dapat membantu kinerja PMI dalam rangka mengumpulkan kantung demi kantung darah sehingga dapat dimanfaatkan demi menyelamatkan jiwa manusia. Pada kesempatan kali ini kami bekerja sama dengan PMI Sumedang.

15 September 2017

Sekitar pukul 12.30 peserta beserta PMI sedang melakukan persiapan donor darah di Labtek V. Sebelum gate dibuka, sudah ada beberapa orang yang datang dan mendaftarkan diri, diikuti oleh calon-calon pendonor lainnya. Apresiasi sebesar-besarnya untuk antusiasme calon-calon pendonor! Meskipun harus menunggu antrian yang cukup panjang namun mereka tetap menunggu dengan sabar. Pada pukul 16.15 WIB dengan berat hati pendaftaran harus ditutup karena 100 buah labu penampung darah sudah hampir habis. Raut wajah kecewa calon-calon pendonor yang terpaksa harus ditolak di meja registrasi menjadi bukti ketulusan hati mereka. Ucapan maaf dan terima kasih sebesar-besarnya bagi seluruh pendonor yang baik hatinya <3

Artikel8-5

Artikel8-6

Artikel8-7

“No act of kindness, no matter how small, is ever wasted.”

 

With Love, Cepat Tanggap.

Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan ITB