Category Archives: Uncategorized

Akankah Lapisan Ozon Terus Menurun?

 

Pada tahun 1985 para ilmuwan melaporkan sesuatu yang sangat meresahkan bahwa mereka telah menemukan lubang pada lapisan ozon di atas Antartika. Menurut mereka, penyebab dari hal tersebut adalah kegiatan manusia yang menimbulkan penguapan bahan kimia sehingga dapat menipiskan ozon atmosfer di atas Kutub Selatan dan seluruh dunia. Kemudian pada tahun 1987, komunitas internasional bersatu untuk menandatangani Protokol Montreal, yang secara bertahap menghapus penggunaan bahan kimia tersebut. Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga lapisan ozon yang sesungguhnya dapat melindungi kita dan organisme lain dari radiasi matahari yang berbahaya.

Protokol, yang secara luas dianggap sebagai kesuksesan besar sejak diberlakukannya dan secara signifikan dapat menurunkan tingkat bahan kimia perusak ozon di atmosfer, serta “lubang” di Antartika telah menyusut. Namun dalam sebuah studi baru yakni dalam Atmospheric Chemistry and Physics, para ilmuwan melaporkan bahwa satu bagian penting dari lapisan ozon tampaknya masih terus menurun.

Lapisan ozon berada di stratosfer, wilayah atmosfer dari 10 hingga 50 kilometer di atas permukaan bumi. Selimut gas ini sangat penting bagi kehidupan di Bumi — ia menyerap radiasi ultraviolet matahari, yang dapat merusak DNA dan juga mempromosikan kanker kulit dan bahaya lainnya bagi manusia, satwa liar, dan tanaman.

Pada kenyataannya, ozon didistribusikan ke seluruh stratosfer bawah, tengah, dan atas serta di troposfer, yakni lapisan bawah atmosfer yang memanjang dari permukaan bumi hingga sekitar 10 kilometer. Berkat protokol tersebut, sejak akhir 1990-an, ozon di stratosfer “tampak seperti tidak turun lagi, yang merupakan kesuksesan besar”, kata William Ball, seorang peneliti dalam fisika atmosfer di ETH Zürich. Tetapi pengukuran yang tepat untuk stratosfer bawah sulit dilakukan. “Salah satu masalah utama yang dibiarkan tidak terselesaikan adalah bahwa di stratosfer yang lebih rendah, ada banyak variabilitas yang tidak kami tangkap dalam pendekatan yang biasanya kami lakukan untuk mengetahui apa trennya”, kata Ball.

Ball dan tim peneliti dari lembaga di seluruh dunia ingin mengukur tren lapisan ozon dengan lebih akurat. Dalam studi mereka, mereka mensintesis dan kemudian menganalisis beberapa set data satelit ozon atmosfer. Data tersebut mencakup daerah tropis dan garis lintang pertengahan, dari tahun 1985 hingga 2016. Tim menemukan ozon di stratosfer atas telah pulih sejak tahun 1998. “Jelas itu akan kembali naik”, kata Ball. “Di sinilah kami berharap untuk melihat Protokol Montreal bekerja dengan baik”. Mereka juga menemukan ozon di troposfer — yang sebagian besar berasal dari polusi udara — naik dari 2004 hingga 2016.

Mulai tahun 1985 “Anda dapat melihat [total kolom ozon] turun”, kata Ball. “Setelah 1998 kita melihat ozon berhenti menipis, awalnya melihat sedikit kenaikan dan kemudian tampaknya macet”. Tetapi kenaikan itu secara statistik tidak signifikan menurut analisis yang dilakukan Ball. “Apa yang dikatakan ini, hebat, sejak tahun 1998 ozon belum menipis lebih jauh”. Tetapi tampaknya juga tidak mengalami rebound.

Apa pelakunya? Tim Ball menemukan ozon di stratosfer yang lebih rendah secara perlahan, terus turun sejak 1998. “Kami melihat penurunan kecil tapi terus-menerus dan terus menerus — tidak secepat sebelum 1998 tetapi [tren] terus turun,” katanya. “Ini mengejutkan, karena kita diharapkan juga melihat [kawasan ozon] ini berhenti berkurang.” Temuan ini penting karena stratosfer yang lebih rendah mengandung fraksi terbesar dari lapisan ozon. Secara keseluruhan, Ball mengatakan, ozon global telah menurun 5 persen antara tahun 1970 dan 1998 — sebelum efek protokol.

Tim peneliti belum mengetahui penyebab penurunan yang terus-menerus pada ozon stratosfer yang lebih rendah ini. Dalam artikel mereka, mereka mengajukan beberapa kemungkinan penjelasan, beberapa di antaranya adalah dipengaruhi oleh perubahan iklim. Alasan potensial lainnya adalah peningkatan emisi bahan kimia berumur pendek mencapai stratosfer yang lebih rendah dan menghancurkan ozon. Tetapi ini hanyalah hipotesis yang masih perlu dieksplorasi oleh para ilmuwan. “Sangat jelas bahwa Protokol Montreal telah berfungsi,” kata Ball. “Tapi sepertinya ada sesuatu yang muncul di panggung, dan kita tidak benar-benar tahu apa itu.”

Pakar luar sama-sama terkesan dengan penelitian baru dan merasa terganggu dengan temuannya. “Ini benar-benar memprihatinkan, karena kita tidak tahu apa yang sedang terjadi,” kata Michaela Hegglin, seorang profesor di bidang kimia atmosfer di University of Reading, Inggris. “Kita semua mencari tanda-tanda pemulihan, dan sekarang makalah ini keluar dan mengatakan bahwa stratosfer yang lebih rendah menurun.”

Orang-orang tidak boleh panik atas temuan baru ini, Ball memperingatkan. “Saat ini, kolom [total ozon] tidak semakin buruk,” katanya. Namun, dia menambahkan, “Kita harus khawatir. Kami harus segera menyelesaikannya, karena kami tidak ingin lapisan ozon bertambah buruk. ”

Ravishankara, seorang profesor di departemen Kimia dan Atmosfer Sains di Colorado State University, mengatakan temuan ini juga mengajarkan pelajaran penting kepada dunia. “Ketika Anda membuat kebijakan lingkungan, Anda mempelajari masalahnya, mendiagnosis, mengambil tindakan — dan kemudian kebanyakan orang menganggap bahwa Anda sudah selesai. Tapi bukan itu masalahnya, “katanya. “[Anda harus] terus mengukur dan memantau, untuk memastikan bahwa apa yang terjadi adalah apa yang Anda prediksi. Kita tidak bisa mengalihkan pandangan dari bola”. Kemudian Hegglin setuju bahwa “Dunia harus menyadari bahwa kisah lapisan ozon belum berakhir”.

 

sumber:

www.scientificamerican.com

Mengintip Restoran Zero Waste di UK

Belakangan ini, semakin banyak campaign melindungi lingkungan terutama di media sosial. contohnya ialah campaign #NoPlasticStraws atau gerakan untuk mengurangi penggunaan sedotan plastik.

Tapi pada tau gak kalau ternyata sebenernya udah banyak banget restoran yang menerapkan sistem zero waste. WOW! Keren yaaaa… yuk kita intip nih beberapa restoran yang termasuk dalam “The Best Zero Waste Restaurants in the UK” menurut Vogue UK.

  • SILO

Memiliki tagline “the only truly zero-waste restaurant” di Inggris, Silo pantas mendapatkan reputasi terbaiknya. Terletak di pusat Green Brighton, restoran mewah ini telah berhasil mengolah limbah dengan membuat kompos setiap sisa makanan yang tersisa langsung di tempat. Tim Silo juga menghancurkan semua gelas limbah untuk potter lokal mereka untuk dibuat menjadi keramik yang indah untuk para pengunjung dan semua dekorasi seperti meja dan kursi merupakan hasil up-cycled dan repurposed.

  • Rovi

Restoran ini menyajikan menu dengan sayuran sebagai fokus utamanya, menggunakan cara fermentasi dan api untuk membumbui dan memasak. Restoran ini mendaur ulang energi panas dari dapur untuk memanaskan ruangan. Serta menggunakan kembali setiap left-overs untuk membuat cuka untuk campuran minuman dan masakan, dan koktail. Bahan-bahannya bersumber dari buah dan sayuran dari pertanian biodinamik di Sussex dan koperasi London setempat sehingga semua hasil dari restoran ini dapat dimanfaatkan karena bersifat bio-degradable.

  • Pharmacy

Restoran vegan ini juga 100% menggunakan plant-based food dengan memanfaatkan semua bagian tumbuhan dari akar hingga buahnya sehingga tidak ada sisa pengolahan. Selain itu yang sangat mengejutkan dari restoran ini ialah mereka menggunakan packaging yang juga 100% recyclable dan compostable.

  • Bean & Wheat

Sebuah kedai kopi dan deli yang menggunakan potongan dan produk samping dari dapur restoran lain. Para tamu juga dapat meminum jus dingin yang dibuat menggunakan buah-buahan dan sayuran yang cacat (reject) oleh restoran lain.

 

Tuh kan.. keren banget yaa. Nah kalau di Indonesia udah mulai banyak gerakan kok untuk menuju zero waste contohnya rstoran cepat saji McDonald’s yang sudah tidak memberi sedotan plastik lagi kecuali ada permintaan khusus dari pelanggan.

Yuk kita mulai dulu dari diri kita sendiri ya contohnya dengan stop pemakaian sedotan plastik dengan alternatif sedotan stainless steel, atau menggunakan tumbler sendiri. selain itu selalu gunakan barang-barang yang dapat di re-use ya!

Sumber: vogue.co.uk

Tahun Baru 2019: Resolusi Bali Tanpa Plastik Sekali Pakai

Terhitung mulai 1 Januari 2019, Pemerintah Provinsi Bali akan melarang berbagai komponen dan masyarakat menggunakan plastik terkhusus Plasti Sekali Pakai. Regulasi tersebut adalah Peraturan Walikota Denpasar No.36/2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik dan Peraturan Gubernur Bali No.97/2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.

Isi Peraturan Gubernur (Pergub) lebih panjang dan bahasanya cukup ambisius. Pergub Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai ini bertujuan pengurangan limbah plastik sekali pakai dan mencegah kerusakan lingkungan khusunya mengurangi timbulan sampah plastik di Pulau Dewata.

  • Jenis Plastik yang Dilarang

Ada tiga jenis plastik yang dilarang penggunaannya. Yakni kantong plastik, polysterina (Styrofoam), dan sedotan plastik. Pergub ini nantinya mewajibkan para produsen, distributor, pemasok dan setiap pelaku usaha untuk memproduksi, mendistribusikan, memasok, dan menyediakan pengganti plastik sekali pakai. serta melarang untuk menyediakan PSP.

  • Jangka waktu 6 (enam) bulan untuk para pelaku usaha dalam menyesuaikan usahanya

Sejak diterapkannya Pergub ini, para pelaku usaha akan diberikan waktu enam bulan untuk menyesuaikan usahanya. Tak hanya itu, pelarangan penggunaan PSP ini juga berlaku bagi masyarakat umum, instansi pemerintah, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), swasta, lembaga keagamaan, desa adat/pakraman, masyarakat dan perseorangan.

Adapun dalam tahap sosialisasi, pihaknya akan membentuk tim khusus yang terdiri dari berbagai lembaga. Tim tersebut akan melakukan sosialisasi, advokasi, dan pendampingan kepada masyarakat dan pihak-pihak yang terkait.

  • Sanksi bagi pelaku usaha yang masih menggunakan PSP

Bagi mereka yang tetap menggunakan PSP, tak akan dikenakan sanksi hukum. Hanya saja, sanksinya berupa administratif. Sanksinya bisa saja ditinjau dari perizinan pelaku usaha yang melanggar tersebut.

Strategi yang akan dilakukan yakni melakukan identifikasi dan pendataan PSP, membuat baseline data penggunaan produk PSP, penyusunan rencana kegiatan dan target tahunan. Selain itu mengurangi timbunan PSP, edukasi, kampanye, pelarangan penggunaan PSP, serta mendorong penggunaan alternatif pengganti yang berbahan ramah lingkungan. Disebutkan juga memfasilitasi teknologi tepat guna dengan menggunakan bahan yang lebih ramah lingkungan, pengawasan timbulan sampah PSP, pembinaan ke pelaku usaha, dan lainnya.

Tak hanya industri, setiap orang dan pelaku usaha dilarang menggunakan PSP. Disebutkan juga, lembaga keagamaan melaksanakan pembinaan agar umatnya tidak menggunakan PSP dalam kegiatan keagamaan.

Aturan ini menjangkau semua pihak. Perangkat Daerah, unit pelaksana teknis daerah, instansi pemerintah lainnya, badan usaha milik daerah, badan layanan umum daerah, lembaga swasta, lembaga keagamaan, lembaga sosial, Desa Adat/Desa Pakraman, masyarakat dan perorangan dilarang menggunakan PSP dalam setiap kegiatan sehari-hari atau kegiatan sosial.

Desa Adat/Desa Pakraman yang berhasil melaksanakan Pembatasan Timbulan Sampah PSP mendapat penghargaan dari Pemerintah Daerah. Berupa bantuan sarana dan prasarana yang mendukung pelaksanaan program; atau bantuan dana insentif Desa Adat/Desa Pakraman.

DLHK Kota Denpasar akan melakukan pengawasan dalam pengurangan penggunaan kantong plastik dengan dibentuk tim yang terdiri dari unsur Perangkat Daerah. Pelaku usaha yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud pada Pasal 5 dikenakan sanksi administratif sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan.

Adanya Peraturan Walikota ini maka Surat Edaran Sekretaris Daerah Kota Denpasar Nomor 660.1/1486/BLH tanggal 13 Juni 2016 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik dan Kantong Plastik Berbayar di Kota Denpasar dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Sebelumnya di sejumlah toko retail dan grosir besar mengenakan biaya bagi konsumen jika menggunakan kresek. Namun terhenti dan saat ini kembali memberi plastik kresek gratis.

Asana Viebeke, seorang pengusaha mengatakan sejak awal buka tidak menggunakan styrofoam untuk bawa pulang pelanggan warungnya di Seminyak, Kuta. Namun harga kemasan pengganti yang disebut lebih ramah lingkungan itu lebih mahal. “Mungkin dengan aturan ya mau tidak mau, tapi kalau masih tersedia dan murah pastinya aturan diabaikan,” urainya tentang kemudahan mendapat kemasan plastik atau styrofoam. Ia meminta ada upaya penyadaran dan solusi untuk substitusi agar tak hanya aturan larangan.

 

Semoga wilayah bagian lainnya di Indonesia mampu menerapkan regulasi ini ya! yuk mulai sekarang kita belajar untuk tidak menggunakan PSP dan mengurangi sampah plastik.

 

sumber:

http://www.mongabay.co.id/2018/12/29/bali-larang-plastik-sekali-pakai-mulai-2019/

https://bali.idntimes.com/news/bali/imamrosidin/larangan-menggunakan-plastik-di-bali

PEKKA HMTL ITB 2018: Kegiatan dalam Tantangan Zaman

Setelah berlangsung cukup lama, Pengenalan Keprofesian dan Kemahasiswaan (PEKKA) HMTL ITB 2018 ditutup pada tanggal 29 September 2018 ditandai dengan dilantiknya mahasiswa Teknik Lingkungan 2017 menjadi anggota biasa HMTL ITB. PEKKA HMTL ITB 2018 ini sendiri adalah salah satu program kerja Badan Pengurus HMTL ITB 2018/2019 yang bertujuan untuk melakukan regenerasi anggota HMTL ITB.

Istilah umum yang digunakan untuk mendefinisikan kegiatan ini adalah ‘ospek’ atau di ITB sering disebut dengan ‘ospek jurusan (osjur)’. Setiap himpunan memiliki caranya masing-masing untuk melakukan ‘osjur’ ini dan HMTL ITB melakukannya dengan caranya tersendiri. Bagaimana HMTL bisa melakukan ‘osjur’ ini sehingga bisa tetap memberikan nilai-nilai luhur kepada anggotanya tanpa melupakan adanya perbedaan generasi yang menuntut perbedaan pendekatan dalam melakukan pemberian nilai tersebut merupakan tantangan tersendiri bagi HMTL ITB.

Tidak bisa dipungkiri bahwa ‘osjur’ merupakan salah satu kegiatan yang mendapatkan pandangan kontroversial di kalangan mahasiswa maupun kalangan umum. Menggunakan satu sudut pandang, ‘osjur’ dapat dilihat sebagai kegiatan ‘kuno’ yang hanya melakukan repetisi ‘tradisi’ di dalam rangkaian kegiatannya. Akan tetapi, menggunakan sudut pandang yang berbeda pula, ‘osjur’ dapat dipandang sebagai kegiatan yang menyambut calon anggota baru sebuah organisasi dengan berusaha memberikan yang terbaik kepada mereka.

Bagaimana HMTL ITB 2018/2019 memaknai ‘osjur’, yang tertuang dalam PEKKA HMTL ITB 2018, adalah jawaban HMTL ITB atas kontradiksi yang seringkali terjadi. ‘Osjur’ tidak akan pernah lekang oleh waktu karena sejatinya ‘osjur’ adalah bagaimana himpunan tersebut mempersiapkan masa depannya melalui regenerasi anggotanya. Bukan ‘osjur’ yang sepantasnya diubah, melainkan ‘seperti apa osjur tersebut’. Bagaimana bisa dibuat suatu rangkaian kegiatan yang, dengan menyesuaikan perkembangan zaman, dapat tetap memberikan nilai-nilai luhur kepada anggotanya.

Dengan semangat progresif tersebut, PEKKA HMTL ITB 2018 telah berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatannya yang telah berlangsung selama berbulan-bulan dimulai dari persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Melakukan banyak hal baru, kerja keras merupakan hal yang tidak dapat dihindari dalam melakukan seluruh rangkaian PEKKA HMTL ITB 2018 tersebut; banyak pengorbanan yang harus dilakukan, banyak argumentasi yang terjadi di dalamnya, dan banyak dinamika-dinamika baru yang tercipta selama prosesnya. Hal tersebut demi mengupayakan yang terbaik demi HMTL ITB kini dan ke depannya.

Pertanyaannya sekarang adalah apakah semua itu akan membuahkan hasil sesuai dengan apa yang diharapkan? Biarkan waktu yang menjawab.

ENVIRONMENTALKS 1.0

S__22011908Pada hari Jumat (14/09) telah dilaksanakan acara dari divisi diskusi kreatif bernama Environmentalks. Environmentalks merupakan suatu kegiatan diskusi yang membahas topik sekitar keilmuan teknik lingkungan. Environmentalks sedikit berbeda dari program diskusi dan seminar pada umumnya, karena diselingi oleh FGD (Focus Group Discussion) dimana para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok kecil untuk membahas solusi permasalahan yang telah dipaparkan oleh pembicara sebelumnya. Melalui FGD, para peserta dapat mengeluarkan ide/gagasan yang tidak terfasilitasi melalui seminar biasa.

Environmentalks 1.0 mengangkat topik “Planet or Plastic” dengan pembicara Yobel Novian Putra (Wakil Koordinator Kampanye Kebijakan Organis YPBB, KKO Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi, Leader of Zero Waste Cities Association) dan Swietenia Puspa Lestari (Founder of Divers Clean Action Indonesia & Executive Director of yayasan Penyelam Lestari Indonesia). Acara berlangsung dengan pemaparan singkat dari kedua pembicara mengenai plastik yang terdapat di lingkungan sekitar kita.

Plastik, terutama kantong plastik sering kita jadikan sebagai solusi instan ketika berbelanja. Plastik yang terbuat dari bahan baku fosil ini membutuhkan waktu lama dalam proses pembentukan bahan baku, namun memiliki masa pakai yang sangat singkat. Kita sebaiknya mengganti kemasan dengan masa pakai singkat dengan barang substitusi yang memiliki masa pakai tinggi, seperti botol minum reffilable maupun kotak bekal. Kantong plastik dapat disubstitusi menggunakan totebag  atau kantong kain sejenis. Kak Yobel menekankan bahwa saat ini perusahaan yang didukung oleh propaganda iklan memasarkan produk yang sesungguhnya tidak kita perlukan. Tahukah kamu? Kandungan pada sabun mandi, sampo, dan sabun muka memiliki komposisi yang hamper serupa sehingga kita sesungguhnya hanya memerlukan 1 jenis saja untuk seluruh anggota tubuh.

Zero waste lifestyle sesungguhnya mengajarkan kita untuk berempati terhadap kaum yang kurang beruntung. Zero waste lifestyle terdiri dari 3 aspek utama yaitu: (1) reduce, (2) reuse, dan (3) recycle.

Kak Tenia menerangkan mengenai komposisi sampah plastik yang tersebar di laut, khususnya area Pulau Tidung dan Bali. Melalui sampling didapati bahwa komposisi utama plastik yang terdapat di laut adalah serat kain seperti nylon dan serat sejenis yang digunakan dalam proses pembuatan pakaian, berbeda dengan dugaan sebelumnya bahwa microbeads akan menempati urutan pertama dalam hasil komposisi timbulan, akibat pemakaian sunscreen di pantai maupun produk kosmetik lainnya. Menurut beliau, edukasi dan insentif merupakan kunci utama dalam membawa perubahan dalam suatu kumpulan masyarakat. Masyarakat akan kurang tertarik dalam melakukan pemilahan dan pemanfaatan sampah apabila tidak disertai pengawasan oleh NGO seperti Divers Clean Action ini. Melalui insentif, seperti pemotongan biaya sewa untuk warung setempat yang membawa sampahnya kembali ke darat, warga memiliki motivasi awal untuk melakukan pemilahan.

Setelah sesi pemaparan, peserta dibagi menjadi enam kelompok untuk melakukan FGD. Dalam FGD dibahas mengenai timbulan plastik yang kita hasilkan selama pagi, siang, dan malam hari. Di dalam kelompok kemudian dibahas mengenai solusi yang dapat dilakukan untuk mengurangi dan mensubstitusi plastik yang kita hasilkan tersebut.

S__22011907

Di akhir sesi Environmentalks 1.0, masing-masing kelompok memaparkan hasil diskusinya, yang diikuti oleh tanggapan dari kedua pembicara terhadap usulan solusi tersebut. Acara resmi berakhir dengan penyerahan sertifikat dari pihak HMTL kepada kedua pembicara. Nantikan Environmentalks 2.0!

S__22011906

CIRCULAR ECONOMY, SOLUSI KEBERLANJUTAN DAN PENCEMARAN LINGKUNGAN?

Model ekonomi yang dianut kebanyakan saat ini adalah model ekonomi linear. Artinya desain barang yang diproduksi hanya untuk sekali pakai dan pada akhirnya produk tersebut akan dibuang tanpa ada tindakan lanjut.

Circular Economy menawarkan suatu model dimana suatu bahan akan terus-menerus berputar di dalam sistem ‘loop tertutup’, sehingga nilai produk tersebut tidak hilang karena dibuang begitu saja

23567

SUNSCREEN BISA MERUSAK LINGKUNGAN?

Apakah kalian tau kalau pemakaian sunscreen yang tidak tepat akan merusak lingkungan?

Sunscreen yang kita pakai saat berenang di pantai, terutama bila mengandung oxybenzone dan octinoxate, dikatakan dapat merusak terumbu karang dan ekosistem laut. Ini masalah yang sangat serius. Tidak cuma sunscreen tapi juga insect repellent dan krim tabir surya lainnya,” tambah dia. Bahan kimia Oxybenzone ada di hampir semua jenis sunscreen.

Ikan-ikan juga akan teracuni dua bahan kimia tersebut. Bak efek domino, efeknya berimbas pada kesehatan manusia melalui ikan dan air yang dikonsumsi.

Hawaii jadi negara bagian Amerika pertama yang melarang penjualan sunscreen. Apalagi Hawaii merupakan negara yang menjual keindahan pantai dan lautnya.

Indonesia juga punya banyak pantai yang jadi tujuan wisata favorit. Jika diri ini peduli lingkungan, memang sebaiknya pertimbangkan kembali pemakaian sunscreen saat beraktivitas di pantai. Namun, proteksi kulit dari paparan sinar UV tentu masih jadi yang utama.

Tara Foley, pakar perawatan kulit alamiah, menyarankan agar kita memilih sunscreen jenis physicaldaripada chemical. Kandungan zinc oxide pada physical sunscreen bekerja menghalangi sinar UVA dan UVB di lapisan terluar kulit. Sementara chemical sunscreen (yang mampu menyerap sinar matahari) menembus ke dalam kulit (ke dalam pembuluh darah dan menyebabkan kanker payudara, merusak DNA, gangguan reproduksi laki-laki, dan lain sebagainya) dan apapun yang terkena, seperti terumbu karang dan biota laut lainnya.

Untuk mempermudah pemilihan sunscreen yang aman, baca label dan komposisi bahannya, lalu hindari beberapa kandungan berikut:

  • Oxybenzone Octinoxate
  • Octyl methoxycinnamate (OMC)
  • Homosalate
  • Octisalate

Foley mengingatkan bahwa bahan kimia tersebut juga ditemukan pada produk kecantikan lainnya, seperti lipstik, perawatan rambut, dan cat kuku.

 

Jadi bagaimana? sudah siap untuk memilih dan mengecek sunscreen kamu? jangan lupa untuk cek komposisinya agar bisa menentukan apakah kita sudah membantu mewujudkan perlindungan bumi ini yaa!

 

source: www.liputan6.com

Katedral Air di Jepang?

 

Sejak tahun 1960, Tokyo menjadi salah satu kota di Jepang yang mendesain sistem kanalisasi untuk mencegah banjir. Rupanya, upaya ini termasuk antisipasi yang gagal saat Tokyo dilanda cuaca yang sangat ekstrim. Tindakan selanjutnya Pemerintah Jepang, membangun kolam bawah tanah yang disinyalir menjadi kolam terbesar di dunia. Rupanya, hal itu juga tidak cukup untuk menghadang banjir.

Bukan hal yang asing lagi ketika badai dan angin topan menyerang Ibukota Jepang. Pada tahun 2011 lalu, topan Roke membawa angin dengan kecepatan 200 km per jam, diikuti dengan curah hujan 54 liter per m2. Akibat dari badai ini, setidaknya terdapat 520.000 rumah yang harus kehilangan pasokan listrik. Untuk membuat air surut, tidak hanya dibutuhkan sehari saja. Dibutuhkan berhari-hari untuk membuat air banjir surut. Setelah air tersebut surut, rupanya masih menyisakan permasalahan lain, yaitu kerusakan yang ditimbulkan dari badai yang mencapai miliaran dolar Amerika Serikat. Banyak pihak setuju bahwa Tokyo saat ini merupakan kawasan banjir dan badai.

Mau tidak mau, Pemerintah Jepang tentu harus berbuat sesuatu untuk menyelamatkan warganya. Akhirnya, sejak 5 dekade ini, Pemerintah Tokyo sudah bersiap untuk menghadang serbuan air yang disebabkan oleh badai. Penyebab datangnya badai di kota Tokyo adalah letak geografis dari Tokyo sendiri. Terdapat salah satu kawasan di Tokyo, Prefektur Saitama yang terletak di cekungan Nakagawa,daerah ini memiliki permukaan yang lebih rendah dibandingkan Sungai Edu. Bukanlah hal yang mengherankan jika banjir menjadi langganan di wilayah ini apalagi wilayah ini mulai dipadati penduduk seiring berjalannya waktu.

Jepang memiliki 15 sungai yang membelah Tokyo. 5 sungai di antaranya melewati jantung kota Tokyo dan harus di beton sampai ke dasar sungai. Sementara, 10 sungai lainnya diatur sedemikian rupa dengan menggunakan bendungan di hulu sungai. Pada tahun 1960-an, Pemerintah kota Tokyo mulai melakukan pembangunan infrastruktur antibanjir. Setiap tahunnya, rata-rata curah hujan yang dimiliki Tokyo adalah 1530 mm. Hal ini sebenarnya belum sebanding dengan Jakarta. Curah hujan tahunan rata-rata dari kota Jakarta adalah 2000 mm tiap tahunnya.

Pemerintah Jepang memiliki senjata tersendiri untuk menghadang banjir yang sering melanda rakyatnya. Namanya, Katedral Air. Senjata ini berada di kedalaman 50 meter dalam tanah. Katedral raksasa yang memiliki 78 pompa dan 59 pilar beton. Fasilitas yang diberikan untuk katedral ini memungkinkan air untuk berpindah sebanyak 200 ton tiap detiknya. Jumlah ini mampu membuat 25 kolam renang kelas olimpiade akan terpenuhi. Katedral air inilah yang dibanggakan oleh Pemerintah Tokyo.

 

Proyek G-Cans (Shutoken Gaikaku Housui Ro, atau Channel area Discharge Outer Metropolitan Underground) adalah jalur air bawah tanah dan air besar area penyimpanan yang dibangun oleh pemerintah Jepang untuk melindungi Tokyo dari banjir selama musim hujan. Untuk menyerap air hujan, kompleks tersebut dilengkapi dengan 59 turbo pump dan total kapasitas lebih dari 14 ribu tenaga kuda . Tampaknya ini jelas mungkin dirancang untuk banjir paling intens.

Rupanya, sistem G-cans bernama katedral ini merupakan sistem drainase terbesar di dunia. Prinsip yang digunakan dari katedral ini sebenarnya sangat sederhana. Air yang ada dari seluruh sudut kota akan mengalir melalui sumur dengan ketebalan 10 meter ke dalam 5 kolam beton raksasa. Kelima kolam beton ini memiliki lebar 32 meter dan tinggi 65 m. G-cans bernama katedral ini juga dinobatkan sebagai kolam penampungan terbesar.

Sistem yang unik ini rupanya tersambung dengan terowongan air yang memiliki panjang 6,4 kilometer dan lebar 10 meter di bawah tanah. Cukup banyak ahli yang berpendapat bahwa sistem ini menjadi salah satu keajaiban teknologi yang tidak boleh diragukan. Untuk menyelamatkan masyarakat Jepang dari banjir dengan membangun sistem ini, Pemerintah Jepang ini membutuhkan dana sebesar 2 Miliar dolar Amerika Serikat, setara dengan 26 triliun rupiah. Bangunan ini sudah selesai dibangun pada tahun 2006. Katedral raksasa ini sudah digunakan kurang lebih 70 kali. Tentu saja, diperlukan evaluasi setelah katedral ini digunakan.

Pemerintah Tokyo mengatakan bahwa setidaknya sekitar dua pertiga wilayah di Tokyo berhasil tidak terkena banjir saat musim hujan tiba. Hal ini dikarenakan sistem kanalisasi banjir dari katedral raksasa. Sayangnya, sistem ini hanya berguna untuk mengalirkan air hujan saja. Ketika terjadi banjir rob, sistem ini tidak akan mengalirkan air laut.

Rupanya, Pemerintah Tokyo membangun sistem kanalisasi sungai yang dikenal dengan Furukawa Under Ground Regulating Reservoir. Kanal ini menyerupai lorong air yang dibangun memanjang searah dengan aliran sungai dan ditanam sedalam 15 meter di bawah permukaan sungai Furukawa. Saat ini, sistem kanalisasi banjir yang sudah dilakukan di Tokyo mampu menampung air 50 milimeter setiap jamnya.

Faktanya, kapasitas yang dimiliki sistem ini belumlah cukup. Saat ini, Pemerintah Kota Tokyo masih merencanakan pembangunan kanalisasi baru yang mampu menghadapi curah hujan 75 mm setiap jamnya. Proyek ini merupakan proyek baru, termasuk pelebaran kanal dan memperdalam sungai. Dibutuhkan waktu 20 tahun untuk menuntaskan proyek baru ini.

sumber: bernas.id

 

Belajar dari Negeri Tetangga: Daur Ulang Air di Singapura

images 9_41167532_-_16_01_2017_-_sbwaterPernah tau gak kalau Singapura itu terkenal dengan kebersihan kotanya dan juga sungai-sungainya? Nah mereka itu mampu mengelola sistem drainase dan sistem air limbah mereka secara terpisah sehingga tidak mencemari lingkungan dan mencemari badan air. Bahkan air-air buangan tersebut bisa diolah kembali oleh mereka untuk dijadikan sumber air bersih dan air minum. Hah kok bisaaaa? Yuk intip caranya dibawah ini;)

Teknik daur ulang air yang dilakukan Singapura disebut NEWater dan dioperasikan di bawah naungan Public Utilities Board (PUB) Singapura. Sistemnya yaitu air yang akan didaur ulang berasal dari air bekas pemakaian dikumpulkan melalui sistem pembuangan kotoran dan dibersihkan di pabrik reklamasi air. Singapura memiliki saluran air limbah dan air hujan yang terpisah. Saluran air limbah dari rumah tangga maupun industri sudah terhubung ke seluruh Singapura.

Dilansir dari laman resmi PUB, daur ulang air ini melalui tiga tahap utama. Pertama, penyaringan dengan menggunakan teknologi Microfiltration (MF). Air melewati lapisan membran yang dapat menyaring bakteri, virus dan protozoa. Kedua, proses Reverse Osmosis (RO), proses ini menggunakan lapisan membran yang sangat kecil sehingga yang dapat melakuinya hanya partikel air. Terakhir, Ultraviolet Disinfection yaitu tahap dimana air melalui cahaya ultrabolet untuk memastikan semua organisme inaktif dan kemurnian produk air terjamin. Kemudian setelah itu dilanjutkan dengan proses desinfeksi dan terakhir dihasilkanlah pure water H2O.

delwater Water-Reclamation-Process

 

Air dari pengolahan NEWater ini biasanya digunakan untuk industri yang memerlukan kualitas air yang lebih baik dari air minum dan juga sering dipakai untuk menjadi sistem pendingin gedung-gedung perkantoran. Kemudian karena air yang dihasilkan dari NEWater ini merupakan air murni H2O dan tidak mengandung mineral apapun, maka untuk dijadikan air minum harus disalurkan ke reservoir-reservoir untuk kemudian dilakukan pengolahan lebih lanjut sehingga bisa disalurkan ke rumah-rumah penduduk.

NEWater saat ini sudah dapat memenuhi 30% kebutuhan air di Singapura dan juga telah merancang skema untuk melepas ketergantungan terhadap impor air dari Johor. Dengan rencana tersebut diharapkan akan memenuhi 55% kebutuhan air di tahun 2060.