ENVIRONMENTALKS 1.0

S__22011908Pada hari Jumat (14/09) telah dilaksanakan acara dari divisi diskusi kreatif bernama Environmentalks. Environmentalks merupakan suatu kegiatan diskusi yang membahas topik sekitar keilmuan teknik lingkungan. Environmentalks sedikit berbeda dari program diskusi dan seminar pada umumnya, karena diselingi oleh FGD (Focus Group Discussion) dimana para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok kecil untuk membahas solusi permasalahan yang telah dipaparkan oleh pembicara sebelumnya. Melalui FGD, para peserta dapat mengeluarkan ide/gagasan yang tidak terfasilitasi melalui seminar biasa.

Environmentalks 1.0 mengangkat topik “Planet or Plastic” dengan pembicara Yobel Novian Putra (Wakil Koordinator Kampanye Kebijakan Organis YPBB, KKO Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi, Leader of Zero Waste Cities Association) dan Swietenia Puspa Lestari (Founder of Divers Clean Action Indonesia & Executive Director of yayasan Penyelam Lestari Indonesia). Acara berlangsung dengan pemaparan singkat dari kedua pembicara mengenai plastik yang terdapat di lingkungan sekitar kita.

Plastik, terutama kantong plastik sering kita jadikan sebagai solusi instan ketika berbelanja. Plastik yang terbuat dari bahan baku fosil ini membutuhkan waktu lama dalam proses pembentukan bahan baku, namun memiliki masa pakai yang sangat singkat. Kita sebaiknya mengganti kemasan dengan masa pakai singkat dengan barang substitusi yang memiliki masa pakai tinggi, seperti botol minum reffilable maupun kotak bekal. Kantong plastik dapat disubstitusi menggunakan totebag  atau kantong kain sejenis. Kak Yobel menekankan bahwa saat ini perusahaan yang didukung oleh propaganda iklan memasarkan produk yang sesungguhnya tidak kita perlukan. Tahukah kamu? Kandungan pada sabun mandi, sampo, dan sabun muka memiliki komposisi yang hamper serupa sehingga kita sesungguhnya hanya memerlukan 1 jenis saja untuk seluruh anggota tubuh.

Zero waste lifestyle sesungguhnya mengajarkan kita untuk berempati terhadap kaum yang kurang beruntung. Zero waste lifestyle terdiri dari 3 aspek utama yaitu: (1) reduce, (2) reuse, dan (3) recycle.

Kak Tenia menerangkan mengenai komposisi sampah plastik yang tersebar di laut, khususnya area Pulau Tidung dan Bali. Melalui sampling didapati bahwa komposisi utama plastik yang terdapat di laut adalah serat kain seperti nylon dan serat sejenis yang digunakan dalam proses pembuatan pakaian, berbeda dengan dugaan sebelumnya bahwa microbeads akan menempati urutan pertama dalam hasil komposisi timbulan, akibat pemakaian sunscreen di pantai maupun produk kosmetik lainnya. Menurut beliau, edukasi dan insentif merupakan kunci utama dalam membawa perubahan dalam suatu kumpulan masyarakat. Masyarakat akan kurang tertarik dalam melakukan pemilahan dan pemanfaatan sampah apabila tidak disertai pengawasan oleh NGO seperti Divers Clean Action ini. Melalui insentif, seperti pemotongan biaya sewa untuk warung setempat yang membawa sampahnya kembali ke darat, warga memiliki motivasi awal untuk melakukan pemilahan.

Setelah sesi pemaparan, peserta dibagi menjadi enam kelompok untuk melakukan FGD. Dalam FGD dibahas mengenai timbulan plastik yang kita hasilkan selama pagi, siang, dan malam hari. Di dalam kelompok kemudian dibahas mengenai solusi yang dapat dilakukan untuk mengurangi dan mensubstitusi plastik yang kita hasilkan tersebut.

S__22011907

Di akhir sesi Environmentalks 1.0, masing-masing kelompok memaparkan hasil diskusinya, yang diikuti oleh tanggapan dari kedua pembicara terhadap usulan solusi tersebut. Acara resmi berakhir dengan penyerahan sertifikat dari pihak HMTL kepada kedua pembicara. Nantikan Environmentalks 2.0!

S__22011906

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


2 + = nine