Kuliah Alumni #3

                                                                               SUSTAINABLE CONSTRUCTION


Pembangunan berkelanjutan sudah menjadi isu strategis yang tidak hanya sekedar wacana, namun juga diwujudkan dalam kebijakan-kebijakan yang terkait. Pembangunan berkelanjutan berangkat dari sebuah keinginan untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat saat ini dan juga generasi di masa mendatang. Tujuan dari pembangunan berkelanjutan adalah untuk menciptakan bangunan berdasarkan desain ekologi, penggunaan sumber daya alam secara efisien, dan ramah lingkungan selama pengoperasian bangunan tersebut.

Bangunan gedung memiliki kontribusi yang signifikan terhadap perubahan iklim global, sehingga dikembangkan bangunan hijau. Bangunan hijau adalah bagian dari pembangunan berkelanjutan yang memiliki konsep untuk memperbaiki dan mempertahankan keseimbangan antara lingkungan alam dan buatan. Kondisi keberlanjutan dapat dipenuhi tiga aspek yakni ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dampak pembangunan akan dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat secara inklusif, tidak memberikan dampak negatif terhadap lingkungan hidup, serta pemanfaatan sumber daya yang lebih efisien.

Konstruksi berkelanjutan adalah sebuah pendekatan dalam melaksanakan rangkaian kegiatan yang diperlukan untuk menciptakan suatu fasilitas fisik yang memenuhi tujuan ekonomi, sosial, dan lingkungan pada saat ini dan pada masa yang akan datang, serta memenuhi prinsip berkelanjutan (Permen. PUPR No.05/PRT/M/2015). Prinsip-prinsip dalam penerapan konstruksi berkelanjutan yakni:

  • Minimalkan konsumsi sumber daya, penggunaan energi tak terbarukan, polusi, toksik, dan limbah.
  • Maksimalkan efisiensi, penggunaan kembali, daur ulang, penggunaan sumber daya terbarukan.
  • Kembangkan konservasi, pemahaman sistem alam, keadilan ekonomi.
  • Fokus pada analisa kualitas vs kuantitas, kebutuhan vs keinginan.
  • Redesain Ekonomi dengan pendekatan sistem alam.

Kontribusi Kementerian PUPR dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan di wujudkan dalam pembangunan Gedung Kampus Kementerian PUPR dan pembangunan Jembatan Kelok Sembilan Sumatera Barat. Kementerian PUPR melalui Balitbang telah melakukan riset dan invensi dibidang konstruksi berkelanjutan, antara lain pemeringkatan jalan hijau/green road rating, teknologi recycling asphalt pavement, teknologi aspal plastik, teknologi fly ash, Remote Construction Monitoring System (RCMS), dan aplikasi berbasis ponsel JALAN KITA (JAKI). Riset-riset terus ddorong untuk mendukung terselenggaranya konstruksi yang lebih ramping (lean construction) dan berkesinambungan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


× two = 16