Kuliah Alumni #2

Sertifikasi Kompetensi Sarjana Teknik Lingkungan
Menghadapi Era Grobalisasi


Dulu, pencatuman gelar Ir. di depan nama biasa dilakukan untuk penanda gelar bagi mereka yang telah menyelesaikan pendidikan ilmu teknik. Persatuan Insinyur Indonesia (PII) didirikan pada era ahli teknik adalah Insinyur, beranggotakan para insinyur. Setelah kemerdekaan, semangat nusantara merambah hingga memunculkan perubahan pada gelar yang disandang menjadi S.T. di belakang nama bagi mahasiswa yang menyelesaikan pendidikan teknik strata 1.

 

Belakangan, gelar Insinyur jarang dimiliki seolah-olah hanya sebatas sejarah. Dicapailah sebuah kesepakatan bahwa S.T. adalah gelar akademis yang diberikan perguruan tinggi, sementara Insinyur merupakan gelar profesi yang diberikan atas pengalaman berkarir atau berprofesi di bidang keinsinyuran.

 

Pada mulanya gelar profesi hanya diberikan oleh perguruan tinggi, namun kemudian lahirlah UU Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran. Menurut peraturan tersebut, gelar profesi di bidang keinsinyuran adalah Insinyur, yang dapat disandang seseorang dengan mengikuti Program Profesi Insinyur (PPI). PPI merupakan program yang bertujuan untuk menjadikan sarjana tenik siap berprofesi sebagai Insinyur. Dalam proses belajarnya, PPI direncanakan memiliki nilai studi antara 18-36 SKS yang dua pertiganya adalah dengan magang di industri. Selain melalui jalur pendidikan, sertifikat Insinyur Profesional (IP) juga bisa diperoleh berkat pengalaman kerja dibidang keahliannya dalam jangka waktu tertentu. Anggota PII terbagi dalam tiga tingkatan keahlian: Insinyur Profesional Pratama (IPP), Insinyur Profesional Madya (IPM), dan Insinyur Profesional Utama (IPU).

 

Banyak teknologi karya Insinyur Indonesia menjadi produk unggulan dan telah diadopsi di banyak negara. Beberapa karya teknologi dari sekian banyak karya tersebut antara lain: 1) Pondasi cakar ayam; 2) Metode sosrobahu; serta 3) Sistem telekomunikasi 4G berbasis OFDM. Seseorang dengan ilmu, keahlian, dan pengalaman] bisa diakui secara profesional yang diperlukan tenaga dan pemikirannya. Etika Profesi Insinyur bersifat universal di mana pun Insinyur itu bekerja dan berpraktik akan tetap memegang teguh dan melaksanakan secara konsekuen kode etik Insinyur ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


3 × one =