Kisah Kongres IMTLI 2017

Setiap tahunnya, mahasiswa S1 Teknik Lingkungan dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia berkumpul sebanyak setidaknya dua kali, yakni pada Rapat Kerja Nasional IMTLI di awal tahun dan pada Kongres IMTLI di penghujung tahun. Kongres IMTLI 2017 dilaksanakan selama 5 hari 5 malam, mulai tanggal 6 Desember 2017 hingga 10 Desember 2017. Acara pada hari pertama adalah malam keakraban (makrab). Pada acara ini, para peserta kongres diajak untuk saling berkenalan satu sama lain serta disajikan berbagai macam penampilan persembahan dari Universitas Lambung Mangkurat selaku tuan rumah Kongres IMTLI 2017. Makrab sendiri diadakan di Aula milik Universitas Lambung Mangkurat. Setelah acara makrab, para peserta diantar menuju Asrama Haji Syamsudin Noor yang letaknya sekitar 15 menit dari Bandara Syamsudin Noor. Gedung tempat menginap putra dan putri terpisah. Satu kamar asrama ditempati oleh sekitar 5-7 orang peserta yang berasal dari berbagai macam daerah.

Pada hari kedua, terdapat acara talkshow yang dimulai dari pukul 09.00 WITA. Pada pukul 13.30, setelah ishoma, dilakukan sidang pleno. Pada awal sidang, para peserta menetapkan 3 orang presidium yang akan memimpin jalannya persidangan hingga hari Sabtu. Setelah presidium terpilih, peserta sidang menetapkan aturan tata tertib Kongres IMTLI 2017. Setelah tata tertib Kongres disepakati oleh forum, maka acara dilanjutkan dengan LPJ dari PB IMTLI 2016/2017. LPJ berlangsung dari hari Kamis hingga hari Jumat siang. LPJ dari PB diterima secara bersyarat dari forum karena dianggap masih memiliki beberapa kekurangan yang harus diperbaiki, sehingga PB harus segera memperbaiki LPJnya dengan tenggang waktu yang telah diberikan.

Acara berikutnya adalah amandemen AD/ART IMTLI. Amandemen secara keseluruhan ini dilakukan hanya setiap 3 tahun sekali, sehingga amandemen AD/ART ini merupakan salah satu acara yang spesial pada Kongres ini. Sidang AD/ART berjalan dengan cukup lama, yaitu dari hari Jumat siang hingga hari Sabtu siang. Pada hari Jumat malam hingga Sabtu subuh, sebagian peserta juga melakukan kajian AD/ART agara sidang dapat berjalan dengan lebih cepat, karena pemilihan ketua IMTLI 2017/2018 juga harus dilaksanakan pada hari Sabtu.

Acara dilanjutkan dengan pengesahan 6 anggota baru IMTLI, yaitu Universitas Riau, Institut Pertanian Bogor, Universitas PGRI Adibuana, Universitas Muhammadiyah Kendari, Universitas Batanghari Jambi, dan Universitas Bhayangkara Jakarta. Setelah penetapan keenam anggota baru tersebut, sidang dilanjutkan dengan penetapan Garis-Garis Besar Haluan Organisasi IMTLI untuk masa kepengurusan 2017/2018. Setelah GBHO terbentuk dan disetujui, sidang dilanjutkan dengan pemberian rekomendasi untuk DPP dan PB IMTLI 2017/2018.

Sidang kemudian dilanjutkan dengan pemilihan ketua IMTLI 2017/2018. Anggota Kongres dipersilahkan untuk mencalonkan diri maupun mencalonkan orang lain sebagai calon ketua IMTLI 2017/2018. Tidak ada yang mencalonkan diri sendiri, namun terdapat beberapa orang yang dicalonkan. Dari beberapa orang yang dicalonkan tersebut, hanya 2 orang yang bersedia untuk menjadi calon ketua IMTLI 2017/2018. Calon pertama adalah Dandhy Agus Bayhaqi dari ITN Malang, dan calon kedua adalah Rafi Wiratama dari Universitas Brawijaya.

Kedua calon lalu memaparkan visi dan misinya masing-masing. Setelah pemaparan visi misi, terdapat sesi tanya jawab untuk masing-masing calon. Setelah selesai sesi tanya jawab, dilakukan voting untuk menentukan ketua IMTLI 2017/2018. Setiap anggota IMTLI yang mengirim delegasinya mendapatkan 1 suara yang disalurkan melalui delegasi yang dikirim tersebut. Setelah melakukan voting, ketua IMTLI 2017/2018 yang terpilih adalah Rafi Wiratama dari Universitas Brawijaya dengan total suara 19 dari 23.

Setelah ketua IMTLI 2017/2018 dipilih, sidang dilanjutkan dengan penetapan ketua DPP IMTLI 2017/2018. Ketua DPP IMTLI 2017/2018 yang dipilih oleh ketua DPP sebelumnya adalah Farah Fathiinah dari Universitas Trisakti. Setelah forum menyepakati keputusan ini, yaitu hari Sabtu malam, sidang ditutup. Sebagian peserta kemudian jalan-jalan ke alun-alun kota Banjar Baru untuk menikmati malam terakhir mereka di Banjar Baru bersama teman-teman yang mereka dapatkan di Kongres IMTLI 2017. Keesokan harinya, yaitu pada hari Minggu, para peserta diajak oleh panitia Kongres IMTLI 2017 untuk melakukan wisata ke kota Banjarmasin. Setelah wisata, para peserta kongres yang berasal dari luar daerah kembali ke daerahnya masing-masing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


8 − = three