Diskusi Rutin #1: 100% Akses Air Minum

Apa yang dimaksud dengan 100%? 100% yang dimaksud disini memang adalah seluruh rakyat Indonesia mendapatkan akses air minum. Lalu apa yang dimaksud dengan akses? Akses yaitu dapat dikonsumsi dengan terpenuhinya parameter, kuantitas, kualitas, dll. Memang terkadang terminologinya salah karena terkadang setelah selesai dari proses masih ada yang belum memenuhi standar air minum, jadi di sini juga merujuk ke standar air minum yang dimaksud. Di Indonesia merujuk pada peraturan yang berlaku.

Artikel1-1

Akses Universal 100-0-100 disebut jangka panjang-menengah karena capaiannya 2019 (ada 2 tahun lagi sebelum dilakukan evaluasi). Breakdown dari 100% akses air minum ialah 60% sambungan rumah, 40% perpipaan (keran komunal yang banyak di desa). Angka ini cukup besar karena masih banyak lokasi di Indonesia yang masih pedesaan dan sulit untuk diakses. Setiap persenannya pun tidak langsung dilayani PDAM, sebagiannya oleh swasta. Contohnya di Bandung Timur bahkan, Antapani, dll banyak yang dikelola oleh swasta tapi dipantau oleh pemerintah agar pemerintah menjamin.

Lalu bagaimana realitanya? Contoh di Tangerang sudah terlayani, di tempat KP di ujung Pulau Jawa dekat Ujung Kulon, di sana ada pertambangan emas jadinya perusahaan itu menyediakan air untuk disalurkan ke orang-orang hingga membuat sebuah wadah/reservoir besar untuk kemudian disalurkan ke rumah-rumah. Tapi orang Indonesia, kebiasaan, tidak mau merawat tapi nantinya menuntut mengapa airnya kotor dll, padahal itu kesalahan masyarakat yang tidak menjaga.

Di Maluku Barat Daya ada air panas yang mengalir dan merupakan sumber utama air di sana. Perusahaan sudah memfasilitasi, tetapi masyarakat di sana tidak percaya kepada perusahan. Di Kalimantan Barat (Pontianak), ketika musim kemarau, air yang mengalir ke rumah warga rasanya asin. Sekarang, di Buahbatu, air sudah tidak lancar. []

Akses air tersebut meliputi:

  1. Kuantitas, jumlah air tercukupi untuk masyarakat.
  2. Kualitas, berdasarkan peraturan menteri yang berlaku.
  3. Kontinuitas, setiap daerah setiap waktu harus selalu bisa mengakses air.
  4. Harga, terjangkau bagi masyarakat.

Kendala pemerintah yang utama yaitu investasi yang kurang. Hal ini karena investasi air dirasa oleh setiap orang (yang mampu berinvestasi) tidak terlihat adanya keuntungan. Sampai saat sekarang, kurang lebih 50% PDAM dikategorikan kurang layak. Sumber air baku di Indonesia 128 m3/s. SPAM pada pengolahan air di Indonesia dikategorikan belum termasuk SPAM hijau. Untuk pengolahan air bersih yang layak ada 3 hal yang tidak boleh dipisah sebenarnya: 1) Sumber air baku, 2) Treatment, 3) Pelayanan. Ketiga hal ini merupakan kerja anak TL. Contoh untuk sumber air baku memang mampu dikerjakan oleh anak TPSDA, Sipil, akan tetapi untuk hal lain seperti peraturan untuk baku mutu air itu lebih diketahui oleh anak TL. Dan juga pada treatment dan pelayanan. Oleh karena itu pada ketiga hal tersebut harus ada anak TL.

Artikel1-2

Untuk daerah Indonesia sendiri, treatment dengan peralatan canggih belum bisa karena jika treatmentnya seperti itu, maka sudah pasti harga air tinggi, yang berakibat pada harga yang mahal. Hal ini dapat menyebabkan masyarakat tidak mampu membeli air dan akhirnya pengolahan air tidak digunakan. Kesuksesan pengolahan di negara-negara maju seperti Belanda karena mereka membenarkan di hulunya terlebih dahulu.

Air yang sudah diolah pada PDAM sudah bisa diminum, akan tetapi karena pipa distribusi sudah lama (dari zaman Belanda) yang sudah berkarat, maka air yang sampai ke rumah-rumah orang sudah terkontaminasi. Untuk mengganti sendiri susah biaya dan sulit teknologi. Masalahnya sebenarnya ada pada ketiga komponen (sumber air baku, treatment, dan pelayanan). Untuk air baku di Indonesia sangat banyak. Untuk treatment tidak perlu canggih karena di Indonesia sekarang air “melimpah”. Untuk pelayanan masih kurang di Indonesia. Sebenarnya masalahnya sudah bertumpuk-tumpuk menjadi satu sampai sekarang, mulai dari habitual, sosial, perilaku masyarakat, dll.

Ada, contoh investasi dari swasta. Paling banyak itu ada pada treatment dan pelayanan. Banyak perusahan swasta yang mencoba mengolah akses air sendiri. Akan tetapi secara keseluruhan masih di bawah pemerintah. Cara menentukan harga yaitu dari investasi, harga distribusi, harga treatment, harga air baku. Harga setiap daerah berbeda-beda.

Diskusi hal-hal masalah air, permukiman kumuh, dll, merupakan hal yang urgent yang diurus oleh anak TL. Anak TL mengurusi pekerjaan dari manusia mulai bangun tidur hingga tidur lagi. Dari apa yang dipelajari di TL, untuk pengolahan akses air bersih masih didiskreditkan, masih dipisah-pisahkan sumber air baku, treatment, dan pelayanan. Sebenarnya itu adalah salah. Sungai merupakan bagian dari siklus hidrologi yang skalannya acak. Anak TL tidak boleh hanya ahli treatment, atau hanya ahli sumber air baku, atau hanya ahli pelayanan, akan teapi harus ahli ketiganya. []

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


7 + four =