GARUT KRISIS

garut-krisis

Siapa yang tidak mengenal Kota Garut??? Yup, kota dengan pesona alam yang indah seperti Pantai Santolo, Situ Bagendit, Candi Cangkuang, Gunung Papandayan dan yang tidak kalah menarik adalah oleh-oleh untuk para wisatawan seperti dodol garut, chocodot dsb.

Tapi … tahukah kamu bahwa Garut memiliki beragam kerusakan lingkungan yang harus diperhatikan, mau tahu?

1. Hutan Mati
Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemda Kabupaten Garut dan aparat terkait akan bergerak cepat untuk menangani persoalan lingkungan di Garut. Ada 10 titik lokasi yang lingkungan alamnya rusak dan terjadi dengan massif di wilayah Kabupaten Garut.
Wagub mengatakan 10 titik tersebut mencapai sekitar 600 ha lahan dengan berbagai jenis kerusakan yang diakibatkan oleh aktivitas, seperti penambangan pasir dan perusakan hutan atau illegal loging. Wagub pun tidak merinci ke-10 titik lokasi tersebut, namun pihaknya akan terlebih dahulu fokus pada 3 lokasi salah satunya kawasan Gunung Guntur yang kerusakannya mencapai 89 ha.Menurut Wagub, kerusakan di 10 lokasi ini telah mengakibatkan debit air di Garut berkurang hingga 60%.

2. Degradasi DAS
Sejak 1980, DAS Cimanuk sudah dinyatakan sebagai DAS kritis. Karena itu, setiap terjadi hujan, sering terjadi banjir dan tanah longsor. Sebagai contoh kritisnya DAS Sungai Cimanuk ini bisa dilihat dari koefisien rasio sungai. Ini adalah angka yang menunjukkan perbandingan debit maksimum sungai saat terjadi hujan dibanding debit minimum saat kemarau.
Suatu DAS dinyatakan buruk, kata Sutopo, jika koefisien rasio sungainya lebih besar dari 80. Tapi yang terjadi di DAS Cimanuk adalah koefisien rasio sungai 713. “Ini menunjukkan terjadi kerusakan yang masif di DAS tersebut sehingga, jika terjadi hujan lebat, selalu dikonversi dengan limpasan permukaan atau debit sungai yang menyebabkan banjir.

3. Kerusakan Masif Gunung Api Guntur
Lantaran gencarnya aktivitas penambangan pasir dan batu selama ini, selain kian menyebar juga nyaris sama sekali tak diimbangi upaya nyata reklamasi, atawa pemulihan kembali kondisi lingkungan yang rusak diporak-porandakan.
Selain sumber daya air panasnya berkualitas terbaik, semakin diperebutkan.uga potensi pasir, dan batu termasuk endapan lahar dinginnya, semakin terus-menerus digerogoti aktivitas penambangan.
Bahkan, kini memiliki banyak titik lokasi dicemari produk pembuangan beragam jenis sampah.
Termasuk limbah belum diolah dari industri penyamakan kulit, sehingga nyaris pula menyerupai TPS, atawa TPA Sampah pada ketinggian di atas 2.000 mdpl.

Untuk tanggapan dan saran dapat tinggalkan komentar dibawah ini. Terima kasih.

Find Us On:
Line : @lvs3019o
Instagram : hmtl_itb
Twitter : @hmtl_itb
http://hmtl.tl.itb.ac.id/
http://issuu.com/envirohmtlitb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


+ seven = 12