HMTL ITB : gOverseas

HMTL ITB GOVERSEAS BERSAMA KESRA

Sabtu, 09 April 2016 | 10.00 WIB

Bandung-Pada hari Sabtu kemarin HMTL ITB kedatangan tamu istimewa yang sangat menginspirasi yaitu kak Rika alumni TL 2010 dan Kak Cahya Wardhani SBM 2010.

gOverseas 1

Rika, TL 2010

Kak Rika  berbagi banyak cerita yang mengsipirasi mulai ketertarikannya masuk ke Teknik Lingkungan hingga kesempatan dia mendapatkan beasiswa ke Groningen University dari LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan).

Ketertarikan Kak Rika ke dunia lingkungan bermula dari climate change issue yang akhirnya membawanya menjadi perwakilan Indonesia dalam konferensi UNCC (United Nation Climate Change) semasa SMA. Kak Rika saat ini menjadi staff of planning and international cooperation di Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, advocacy and youth policy activis, UNFCCC youth forum at UNFCCC youth, presenter at the climate reality project, dan youth delegation at the 3rd WCDRR.

Kak Rika ini bisa disebut Queen of Luck. Kak Rika mengaku dengan IPK yang pas-pasan, kemampuan akademik yang tidak terlalu menonjol, dia mampu mendapatkan beasiswa di Groningen University dari LPDP. Nilai plus Kak Rika adalah keaktifannya mengabdi ke masyarakat, berpartisipasi dalam kegiatan lingkungan baik nasional maupun internasional. Menurut Kak Rika untuk menjadi orang sukses bukan harus dengan akademik yang menonjol tapi tentukan dulu goal hidup kalian. Goal Kak Rika adalah ingin berkontribusi di masyarakat dan aktif di luar jadi bagi Kak Rika akademik bukan suatu masalah.

Menurut Kak Rika keberuntungan itu datang karena kesempatan dan kesiapan. Kak Rika membawa oleh-oleh berupa tips untuk kami, agar sukses mendapatkan beasiswa ke luar negeri.

Pertama find information you need, mulai alasan kenapa ingin S2, kampus yang dituju untuk S2, kota tempat yang dituju, beasiswa apa saja yang bisa didapatkan di sana, persyaratan mulai dari IELTS dan TOEFL skor, minimal IPK dan sebagainya.

Kedua share your difficulties to others. Ketiga do it not by all yourself alone. Keempat find some scholarships and applying for it. Kak Rika memberi tips bagaimana agar kita bisa mendapatkan beasiswa. “Kalau kalian mau beasiswa kalian harus jual diri kalian, hilangin segala kejaiman kalian. Jadilah yang diinginkan promotor beasiswa” Ujar Kak Rika. Kelima, when all things are not like as we planned. “Jangan pernah menyerah, orang-orang pasti lihat aku sekarang sukses banget, tapi orang nggak tau aku sukses karena sudah kenyang sama kegagalan, ditolak mulu TA nya, sempet tidak dilulusin mata kuliah tertentu, diuji abis-abisan wawancara beasiswa, dan banyak lagi. Gagal itu wajar, kalian gagal mungkin nangis satu atau dua hari, setelah itu udah kan? Jadi jangan takut gagal” Timpal Kak Rika.

Kak Rika berbagi pengalamannya saat wawancara dengan LPDP. Pertanyaan yang diberikan saat wawancara, diantaranya setelah lulus ingin menjadi apa, kekurangan dan kelebihan diri sendiri, kenapa ingin S2, kenapa ingin ke negara tujuan tersebut untuk S2 nya, urutan kampus almamater S1, pengalaman pengabdian masyarakat. Menurut Kak Rika ketika ditanya tentang pengalaman pengabdian masyarakat meskipun kalian hanya berpartisipasi satu hari saja itu sudah sangat bagus. “Pengabdian bukan soal waktu berapa lamanya tapi soal apa yang kalian kasih ke masyarakat selama kurun waktu tersebut” Ujarnya. Berikut link LPDP untuk yang berminat apply. Semoga mengispirasi http://www.lpdp.depkeu.go.id/


Cahya Wardhani, SBM 2010

Cahya Wardhani, SBM 2010

Pemateri kedua adalah Kak Cahya Wardhani SBM 2010. Kak Cahya merupakan commercial analysist upstream Indonesia, management associate dan event special. Kak Cahya memberikan motivasi kepada kami untuk menghadapi MEA.

Lulusan UGM, IU dan ITB setiap tahunnya sekitar 4500 orang dan hanya 1500 orang yang mampu mendapatkan pekerjaan di perusahaan terbaik. Belum lagi persaingan dengan negara asing menghadapi MEA. Kak Cahya berbagi tips bagaimana agar bisa diterima di perusahaan terbaik yaitu meningkatkan softskill speaking, mencari pengalaman mulai dari mengikuti kompetisi-kompetisi perlombaan, aktif kegiatan di kampus dan memperbanyak link kerja. Menurut Kak Cahya perusahaan sangat menginginkan karyawan yang competence, leadership dan adaptability, maka dari itu mulai saat ini perbaiki kualitas diri, belum ada kata terlambat untuk mendapatkan masa depan yang cerah.

Gimana sudah terinspirasi dengan cerita Kak Rika dan Kak Cahya belum? Setelah baca artikel ini lebih minat S2 atau kerja nih? Semoga menginspirasi ya. Terima Kasih.

From Kesra with ♥

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


four + = 7