Perubahan Iklim dan Penyebaran Penyakit Menular

Perubahan iklim merupakah hal yang tidak dapat dihindari. Peristiwa ini kemudian dipercepat oleh aktivitas manusia selama beberapa tahun terakhir. Hal tersebut menimbulkan banyak dampak nyata bagi seluruh penghuni bumi, cuaca ekstrim yang semakin sulit untuk diprediksi, ketersediaan air bersih yang semakin berkurang, serta mewabahnya berbagai penyakit menular seperti penyakit akibat Virus Ebola, dan Virus Zika.

zika virus

zika virus

Dunia saat ini sedang dikejutkan oleh Virus Zika, wabah yang disebut-sebut lebih parah dari epidemic Ebola pada tahun 2014 lalu. World Health Organization (WHO) mendeklarasikan bahwa virus Zika saat ini menyebar secara eksplosif dengan 3-4 juta infeksi dalam periode waktu 12 bulan. Virus Zika merupakan mosquito-borne disease (penyakit bawaan nyamuk) yang menyebar lewat gigitan nyamuk dengan genus Aedes, terutama nyamuk Aedes aegypti di daerah tropis. Sebenarnya virus ini pertama kali ditemukan di Hutan Zika, Uganda pada tahun 1947 serta banyak dikenal di Afrika dan Asia. Virus Zika tidak menyebar secara luas di daerah barat hingga Mei 2015, saat wabah akibat virus ini terjadi di Brazil.

zika world map 2015

zika world map 2015

Dampak dari meyebarnya Virus Zika adalah penyakit microcephaly, yang merupakan kondisi kepala bayi yang kecil saat lahir sehingga melukai otak. Otak bayi tidak dapat berkembang dengan baik atau berhenti bertumbuh dalam satu tahun pertumbuhan pertama. Penyakit ini tidak dapat disembuhkan dan komplikasi yang dapat terjadi adalah tertundanya perkembangan bayi seperti kesulitan berbicara dan bergerak, hiperaktif, disabilitas intelektual, serta masalah pengelihatan dan pendengaran. Para ahli belum yakin bagaimana hal tersebut terjadi, dan sampai saat ini belum ada perawatan medis maupun vaksin untuk penyakit tersebut.

microcephalus

microcephalus

Berbagai penyakit menular yang dibawa oleh nyamuk dapat menyebar lebih cepat ke daerah yang lebih luas karena perubahan iklim. Hal ini disebabkan oleh peningkatan temperatur yang membuat lebih banyak tempat hangat untuk tumbuhnya populasi nyamuk. Berdasarkan laporan WHO, mosquito-borne disease hanya dapat ditransmisikan pada suhu kira-kira 16-38 derajat Celcius. Dengan peningkatan temperatur global paling tidak 2 derajat celcius pada tahun 2100 (meskipun jika berbagai negara mengambil langkah dramatis untuk membatasi emisi gas rumah kaca), penyakit bawaan nyamuk seperti Chikungunya, Demam Berdarah, Malaria, Virus West Nile, bahkan Virus Zika dapat menyebar lebih luas ke daerah yang tak terduga akibat perubahan iklim.

nasa-climate-change-projection

nasa-climate-change-projection

Tidak hanya nyamuk, meningkatnya suhu, curah hujan, dan kelembaban dapat membuat serangga-serangga dari daerah tropis dan subtropis pindah ke daerah baru, membawa berbagai macam penyakit menular, contohnya penyakit Lyme yang disebarkan oleh spesies kutu.

Aedes mosquito sucking blood on skin

Aedes mosquito sucking blood on skin

Contoh lain adalah pada peristiwa mewabahnya virus Ebola yang juga secara tidak langsung dipengaruhi oleh terjadinya perubahan iklim. Awalnya Ebola menyebar ke manusia melalui kelelawar buah. Curah hujan yang bervariasi akibat global warming memberikan dampak yang besar pada kecepatan pertumbuhan tanaman. Jika dalam satu tahun terdapat lebih banyak buah untuk dimakan oleh kelelawar buah, maka populasinya akan semakin banyak sehingga kemungkinan hewan tersebut untuk kontak langsung dengan manusia akan lebih besar. Berdasarkan wabah Ebola pada tahun 2014, WHO telah memperingatkan bahwa penyakit menular akan meningkat, dan perubahan iklim menjadi salah satu faktor yang sangat mempengaruhi. Deforestasi yang progresif, perubahan fungsi lahan karena efek dari pertumbuhan populasi, dan perubahan iklim meningkatkan kemungkinan persebaran penyakit baru kepada manusia. Lalu apakah manusia benar-benar siap menghadapi perubahan iklim?

Beberapa informasi mengenai Virus Zika
– Genre : Flavivirus
– Vektor : Nyamuk genus Aedes
– Reservoir : tidak diketahui
– Gejala infeksi : 80% yang terinfeksi tidak menunjukan gejala infeksi. Periode inkubasi belum jelas (mungkin beberapa hari). Gejala yang timbul adalah seperti pada penyakit dengue, yaitu demam, kulit memerah, conjunctivitis, sakit pada otot dan sendi, malaise, dan sakit kepala.
– Transmisi : melalui gigitan dari nyamuk genus Aedes yang terinfeksi
– Diagnosis : PCR (Polymerase Chain Reaction) dan isolasi virus dari sample darah
– Penanganan : saat ini tidak terdapat perawatan spesifik maupun vaksin yang tersedia

Sumber :
http://edition.cnn.com/2016/01/28/health/zika-virus-global-response/
How Climate Change Could Spread Diseases Like Zika
http://www.cnbc.com/2014/08/15/is-climate-change-key-to-the-spread-of-ebola.html
http://www.nrdc.org/health/climate/disease.asp
http://www.nytimes.com/interactive/2016/health/what-is-zika-virus.html?_r=0
http://www.who.int/globalchange/climate/summary/en/index5.html
http://www.who.int/mediacentre/factsheets/zika/en/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


× three = 18