Lingkar lingkungan 1 : Eco-lifestyle massa HMTL ITB

Tanggal : 29 April 2015

Dengan meninjau keadaaan massa HMTL saat ini, para peserta diskusi sepakat bahwa massa HMTL masih kurang dalam menerapkan eco-lifestyle. Oleh karena itu pertama diadakan analisa terhadap massa HMTL.

HMTL adalah organisasi yang didasarkan atas mahasiswa jurusan teknik lingkungan. dalam AD/RT dikatakan bahwa HMTL berkewajiban memenuhi kebutuhan massanya dalam bidang: 1) material, 2) spiritual, 3) memenuhi peran massa HMTL sebagai mahasiswa TL. Selanjutnya diskusi diarahkan ke bagaimana caranya menciptakan budaya eco-lifestyle yang berkelanjutan di massa HMTL. Untuk itu ada beberapa hal yang dapat dilakukan:

a. PEKKA

Pada saat PEKKA terdapat pemberian materi mengenai AD/RT. Pada saat pemberian materi perlu ditekankan tentang eco-lifestyle karena itu termasuk dalam AD/RT nomor 3 mengenai memfasilitasi mahasiswa TL untuk memenuhi perannya sebagai mahasiswa TL. Dengan adanya penekanan dalam pemberian materi AD/RT diharapkan angkatan 2014 sudah sadar akan betapa pentingnya eco-lifestyle dan dapat menerapkannya.

b. pemberian sanksi moral yang tegas

pemberian sanksi moral dapat dilakukan dengan menerapkan budaya saling menegur. Akan tetapi sebelumnya diharapkan adanya ‘promotor’ yang menerapkan eco-lifestyle ini. Penerapan eco-lifestyle sendiri akan dilakukan secara bertahap.

c. propaganda

propaganda harus dibuat se-kreatif mungkin, bersifat fatal, dan membuat pembaca bertanya. Konten dari propaganda yang akan dibuat mencakup 12 step eco-lifestyle yang diterapkan oleh u-green:

1. berwawasan lingkungan

2. memilah dan membuang sampah pada tempatnya

3. mengurangi volume sampah

4. mematikan lampu saat tidak dibutuhkan

5. mencabut alat listrik yang tidak terpakai

6. menggunakan air secara efektif dan efesien

7. 3R (reduce, reuse, dam recycle!)

8. menggunakan botol refill dan tempat makan pribadi

9. mengurangi kantung plastic (menggunakan shopping bag)

10. bijak berkendara

11. tidak menyakiti hewan dan tumbuhan

12. meningkatkan kesadaran publik (jadi kita melakukan dan juga mengajak orang lain untuk melakukannya)

berikut adalah rekomendasi perubahan kebijakan yang ada di HMTL:

1. H-Home: menghilangkan penggunaan plastic

Dengan pertimbangan sebagai berikut:

Untuk setiap 600ml akan dijual seharga Rp. 1000,- (seukuran botol minuman). Untuk setiap 250ml akan dijual seharga Rp. 500,; (seukuran gelas plastic). Dengan gallon seukuran 19 liter, diperkirakan akan diperolah keuntungan sebesar Rp 38000/gallon

Akan tetapi diperlukan usaha yang cukup besar untuk menjalankan ini sebab merubah suatu budaya tidaklah mudah.

2. efisiensi penggunaan air

pada SPAH diluar himpunan ditambahkan dua ember besar dibawah keran untuk menghemat air (dapat digunakan untuk menyiram tanaman dsb.)

3. composting (anaerobic digester)

4. penataan ulang arus listrik himpunan

5. Dagri: mengadakan thematic day eco-lifestyle. Dapat berupa membawa botol minum, bekal, tidak menggunakan kantong plastic, dsb.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


× eight = 8