Desa Mitra HMTL ITB Terkini

Menindaklanjuti program pengabdian masyarakat tentang sanitasi di pedesaan, Desa Mitra HMTL ITB akan diadakan di Desa Dangdeur, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Pemberdayaan masyarakat bertemakan pengelolaan air bersih yang mandiri didorong dari kondisi masyarakat di Desa Dangdeur yang kekurangan air bersih, khususnya pada musim kemarau. Pekerjaan utama masyarakat desa yaitu pertanian karena produk tani Desa Dangdeur dijual ke seluruh Indonesia. Meskipun begitu, jenis lahan tani yang digunakan merupakan tadah hujan. Terdapat resi gudang hasil tani hasil pemberian dari Kementerian Perdagangan. Kondisi wilayah geografis Desa Dangdeur bersebelahan dengan Desa Binakarya dan dilewati Sungai Cimanuk.

Potensi yang dimiliki desa tersebut cukup tinggi, yaitu kemampuan untuk mengolah tumbuhan yang tumbuh di sekitarnya menjadi peluang untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, seperti membuat kecimpring (keripik singkong) dan jus jagung. Akan tetapi, terdapat banyak kendala yang ditemui ketika produksi bahan makanan ini, salah satunya jumlah produksi yang tidak mengikuti demand pasar karena hanya menyesuaikan banyaknya produksi bahan dari tanaman dan kemampuan memasarkan produk ke luar desa. Masyarakat Desa Dangdeur tidak begitu paham mengenai marketing produk yang telah dibuatnya. Hingga kini produk dibeli dengan harga Rp8.000-10.000/kg ke tengkulak dan menjualnya sendiri ke kota.

Budaya masyarakat desa masih sangat terasa. Pembangunan desa ini melibatkan dua pihak, yaitu pihak pemerintah dan masyarakat. Masyarakat sebagai penghuni desa mampu menentukan jenis pembangunan yang benar-benar dibutuhkan dan melakukan swadaya pembiayaan pembangunan. Selain itu, kebiasaan warga untuk berolahraga setiap hari di waktu sore masih berlangsung. Hal ini mendorong kebersamaan masyarakat desa yang beberapa warganya telah pergi keluar kota untuk bekerja, khususnya anak muda.

Masyarakat Desa Dangdeur masih belum menerapkan pengelolaan lingkungan sekitar yang eco-friendly. Kecenderungan untuk menggunakan plastik cukup tinggi dan sistem pengelolaan persampahan desa ini tidak berjalan, sehingga sampah hanya ditumpuk pada lahan kosong dan dibiarkan menumpuk. Selain itu, bangunan MCK tidak dimiliki oleh setiap rumah, sehingga masing-masing warga harus pergi ke MCK umum untuk melakukan buang air. Air buangan dari MCK kemudian dialirkan menuju balongan ikan. Air bersih didapat dari sumur yang berkedalaman 5-15 m. Pada musim kemarau seperti saat ini, sumur yang berkedalaman 5-8 m kering, sedangkan sumur yang berkedalaman lebih dari 10 m terdapat suplai air bersih tetapi kuantitas air tidak mampu memenuhi seluruh keluarga di desa. Oleh karena itu, banyak ibu berbondong-bondong pergi ke sungai untuk mandi dan mencuci pakaian dan piring. Infrastruktur drainase air hujan di Desa Dangdeur sangat baik, tetapi tertutup banyak sampah dedaunan dan sampah domestik.

Sudah terdapat berbagai pelatihan yang diberikan pada masyarakat Desa Dangdeur, seperti pelatihan menanam dengan polybag, pelatihan kebersihan dan

kesehatan, dan lain-lain. Akan tetapi, desa ini belum sepenuhnya mandiri karena masih belum memanfaatkan potensi yang dimilikinya secara maksimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


seven × = 7