Metamorfosis

Minggu (6/9/2015) Departemen Sosial Masyarakat bersama Departemen Luar Negeri Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan ITB mengadakan acara Metamorfosis yang diselenggarakan di Ruang 9008 kampus ITB. Acara sharing motivation ini terdiri dari 3 sesi, yaitu manajemen proyek, teknik bersosmas, dan sharing pengalaman.

Sesi pertama, manajemen proyek, diisi oleh Fajar Eko Antono alumni Teknik Lingkungan ITB 1995 yang sekarang bekerja di Kementrian PUPR. Agar sukses dalam manajemen proyek yang perlu dilakukan adalah menetapkan dan mencapai sasaran, memecahkan masalah, mengatasi kendala, mengalokasi sumber daya, mengambi keputusan, melaksanakan dan mengendalikan rencana, serta belajar dari pengalaman.

mas fajar

Fajar Eko Antono

Maria Dian Nurani alumni Teknik Lingkungan ITB 1998 sebagai pemateri di sesi selanjutnya, yaitu teknik bersosmas. Dalam membantu masyarakat, kita perlu menyelaraskan pandangan dengan masyarakat untuk memahami apa yang masyarakat butuhkan. Sebaik apapun teknologinya, jika tidak tepat sasaran maka teknologi tersebut akan sia-sia. Selain itu, kita tidak boleh menjanjikan terlalu banyak kepada masyarakat karena kita memiliki keterbatasan.

mba dian

Maria Dian Nurani

Setelah dua sesi awal selesai, peserta seminar dipersilakan untuk istirahat sholat dan makan. Sesi terakhir yaitu sesi ketiga dimulai sekitar pukul 13.00 WIB. Pembicara pada sesi ketiga ini diisi oleh Andi Bathara, pendiri sekaligus ketua Komune Rakapare. Sebuah gerakan sosial yang terdiri dari berbagai latar belakang pemuda pemudi di Indonesia yang berlandaskan dasar kemanusiaan. Gerakan ini turun langsung ke lapangan serta mengampanyekan keadilan dengan menyebarluaskan isu ini agar masyarakat Indonesia sadar ada kemanusiaan yang sedang diperjuangkan.

Pada sesi ketiga ini, Andi Batara berbagi pengalaman dirinya selama berkecimpung di ranah pengabdian masyarakat terutama ketika turun langsung ke masyarakat bersama Komune Rakapare. Sudah banyak kasus yang ‘ditangani’ oleh Komune Rakapare, diantaranya: konflik agraria sengketa lahan di Teluk Jambe (Operasi Karawang), konflik geothermal sengketa lahan Gunung Ciremai (Operasi Kuningan), pemulihan panti asuhan Ulul Albab pasca kebakaran (Operasi Ulul Albab), dan masih banyak lagi.

andi bhatara

andi bhatara

Dalam menjalankan operasinya, Komune Rakapare melakukan beberapa pendekatan Hal yang pertama dilakukan adalah mencari segala informasi yang mendukung operasi dan mempersiapkan bekal logistik yang dibutuhkan di lapangan nanti. Setelah persiapan selesai, langkah selanjutnya yaitu turun langsung ke lapangan untuk melakukan observasi, wawancara, focus group discussion, dan pengumpulan data lain kepada stakeholder terkait, yaitu pihak yang terkena dampak, pihak yang memicu terjadi dampak, organisasi daerah, dan lembaga pemerintahan. Dari hasil operasi tersebut kemudian diolah menjadi sebuah laporan investigasi, jurnal, propaganda, serta produk lainnya dengan tujuan mengampanyekan masalah tersebut agar mendapat perhatian dari khalayak, serta merekomendasikan solusi untuk masalah tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


4 × = twenty eight