Emisi CO2 Penyebab Utama Global Warming

Global warming adalah masalah yang timbul terutama akibat terlalu banyak gas rumah kaca di atmosfer, sehingga gas ini menyelimuti bumi dan memantulkan radiasi panas kembali ke permukaan bumi. Kehadiran gas rumah kaca di atmosfer menjadi terlalu berlebih karena adanya pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara, gas dan minyak bumi atau pembukaan lahan dan pembakaran hutan. Sebenarnya terdapat banyak greenhouse gas lain seperti methana hingga uap air, namun CO2 memiliki resiko yang paling besar dalam perubahan iklim karena gas ini terus terakumulasi di atmosfer dalam jumlah yang besar. Ada dua alasan utama mengapa CO2 menjadi greenhouse gas yang paling krusial dalam perubahan iklim.

Yang pertama, CO2 menjadi penyebab utama kenaikan suhu bumi dan efeknya akan terus berlanjut. Dalam peneletian oleh Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) yang bernama Global Climate Assessment 2007 meneliti gas-gas rumah kaca menggunakan model. Penelitian tersebut mengukur radiative forcing (RF), yang menunjukkan kenaikan (atau penurunan) jumlah energi yang mencapai permukaan bumi yang dikaitkan dengan pengaturan iklim. Nilai RF positif merepresentasikan rata-rata kenaikan suhu permukaan akibat gas tersebut dan nilai RF negatif menunjukkan penurunan suhu. Hasil dari penelitian tersebut adalah CO2 memiliki nilai RF positif yang terbesar dari semua gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktivitas manusia, yang berarti CO2 memiliki peran terbesar dalam terjadinya pemanasan global. Listrik yang dikonsumsi secara masif oleh manusia dihasilkan oleh pembangkit listrik menggunakan energi dari pembakaran bahan bakar fosil sehingga memperbanyak jumlah emisi karbon di dunia.

CO2 (1)

Yang kedua, CO2 bertahan di atmosfer lebih lama dari gas rumah kaca utama yang lain dari hasil aktivitas manusia. Dibutuhkan sekitar 1 dekade bagi emisi methana (CH4) untuk meninggalkan atmosfer (yang terurai menjadi CO2) dan membutuhkan waktu 1 abad untuk gas N2O. Untuk gas CO2, dengan jumlah emisi gas saat ini diperlukan waktu 1 abad, namun 20 persen darinya masih akan tetap tinggal di atmosfer sekitar 800 tahun ke depan. Periode siklus hidup CO2 dalam atmosfer yang begitu panjang menjadi poin penting untuk segera mengurangi emisi CO2 ke atmosfer. Uap air juga merupakan gas yang memiliki dampak cukup besar dalam perubahan iklim, namun jarang didiskusikan dalam konteks tersebut. Hal ini disebabkan oleh periode siklus hidup uap air yang begitu pendek di atmosfer, hanya beberapa hari saja sebelum tergabung dalam cuaca (awan) kemudian jatuh lagi ke bumi. Oleh karena itu peran dan sumbangan uap air dalam global warming tidak sebesar karbon dioksida.

Beberapa tahun terakhir, emisi gas CO2 dari aktivitas manusia menjadi lebih tinggi dari masa manapun sepanjang sejarah. Bahkan emisi global CO2 pada tahun 2011 adalah 150 kali lebih banyak daripada di tahun 1850. Dilihat dari sejarahnya, 1850 menjadi tahun pertama banyaknya emisi CO2 dari aktivitas manusia ke atmosfer. Di tahun tersebut, perkembangan industri dan penggunaan batu bara merupakan penyebab bagi Inggris untuk menjadi negara pengemisi CO2 terbesar. Di antara 1850 dan 1960, dunia secara umum mengeluarkan emisi yang secara konstan meningkat karena adanya industrialisasi dan pertumbuhan populasi yang besar, terutama di Amerika Serikat. Hal tersebut kian berkembang hingga memasuki abad 21 sampai saat ini. Hingga saat ini, China masih menjadi negara penghasil CO2 terbesar karena banyaknya jumlah penduduk dan industrinya.

Peningkatan emisi CO2 yang sangat tinggi selama beberapa tahun terakhir menambah kekhawatiran bagi iklim dunia. Di beberapa tempat seperti Los Angeles mengalami kekeringan berkepanjangan akibat global warming yang semakin parah. Suhu bumi semakin panas, air laut semakin meningkat, dan kekeringan berkepanjangan semakin banyak terjadi. Namun kebutuhan akan energi dari bahan bakar fosil juga terus bertambah seiring dengan berkembangnya populasi manusia dan teknologi. Jumlah karbon dioksida di atmosfer sudah terlalu banyak, diperkirakan sekitar 1035 Giga ton CO2 dilepaskan ke atmosfer sejak tahun 1850 hingga 2000, dan hal tersebut terus-menerus meningkat. Dengan kecepatan emisi saat ini saja, CO2 yang dilepaskan ke atmosfer dua kali lebih cepat daripada penguraiannya. Perubahan iklim semakin nyata dan terasa, jika kita tidak berusaha menguranginya, kehidupan di bumi ini akan berakhir. Mampukah seorang insinyur teknik lingkungan berperan menyelamatkan bumi dari global warming yang semakin parah ini?

CO2 (1)

http://www.ucsusa.org/global_warming/science_and_impacts/science/CO2-and-global-warming-faq.html#.Vd-eLyWqpBc
http://www.wri.org/blog/2014/05/history-carbon-dioxide-emissions
http://www.informationisbeautiful.net/visualizations/how-many-gigatons-of-co2/

2 thoughts on “Emisi CO2 Penyebab Utama Global Warming

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


9 − = three