Seminar Green Infrastructure

Green Infrastructure atau infrastruktur hijau merupakan konsep penataan ruang yang mengaplikasikan infrastruktur ramah lingkungan. Infrastruktur ramah lingkungan artinya infrastruktur yang tidak mengganggu siklus alami lingkungan.

Pada hari Sabtu tanggal 2 November 2010 yang lalu diadakan seminar Green Infrastructure, di Auditorium CC Timur. Seminar ini diselenggarakan oleh Departemen Luar Negeri HMTL dan Ikatan Alumni Teknik Lingkungan (IATL) ITB dengan kerjasama dengan PU. Seminar ini diselenggarakan untuk mendukung Agenda Pembangunan Nasional 2015-2019 Seminar ini dimulai dari pukul 10.00-17.00 dan dihadiri oleh 100 orang peserta. Dengan 6 pembicara yaitu Ibu Dewi Chomistriana, S.T., M.Sc. (Kabid Teknologi Konstruksi Berkelanjutan, BP Konstruksi, Kemen PU), Ir. Nicodemus Daud, M.Si. (Kabag Pemantauan dan Evaluasi, Biro Perencanaan dan KLN, Kemen PU), Siti Adiningsih Adiwoso (Ketua Umum Green Builiding Council Indonesia), Ir. Winarko Hadi Susilo, M.M. ( raktisi Teknik Lingkungan), Dr. Ir. Alex Abdi Chalik, M.M., M.T. (Ketua Umum IATPI), Rofiq Iqbal, Ph.D., (Kepala Prodi Rekayasa Infrastruktur Lingkungan). Seminar Green Infrastructure ini terdiri dari tiga sesi dengan pembicara yang berbeda-beda pada setiap sesinya.

Sesi satu GREEN INFRASTRUCTURE: KONSEP DAN IMPLEMENTASI

Green Infrastructureadalah pembangunan sarana dan prasarana yang direncanakan secara strategis dengan memperhitungkan ketersediaan ruang terbuka hijau yang berkualitas serta elemen lingkungan lainnya. Desain dan manajemen dalam Green Infrastructure memperhatikan dan meningkatkan fungsi kawasan serta mempertahankan keseimbangan ekosistem di sekitarnya.

Sejak dari tahap perancangan, pembangunan, pengoperasian, hingga tahap pemeliharaan memperhatikan aspek-aspek dalam melindungi, menghemat, mengurangi penggunaan sumber daya alam, menjaga mutu bangunan maupun mutu dari kualitas udara di dalam ruangan, dan memperhatikan kesehatan serta kenyamanan bekerja penghuninya yang semuanya berpegang kepada kaidah berkesinambungan.

Kendala Green Infrastructure di Indonesia antara lain:

Pemerintah

  • Kontrol pemerintah masih kurang terhadap implementasi dari kebijakan yang dijalankan oleh swasta.
  • Pembangunan tidak sesuai dengan pemanfaatan ruang (di kawasan resapan air dan RTH).

Swasta

  • Profit oriented, sehingga dalam proses pembangunan infrastruktur tidak memperhatikan aspek lingkungan dan tidak memikirkan keberlanjutannya.

Masyarakat

  • Masyarakat minim dalam hal pengetahuan dan kesadaran mengenai pentingnya fungsi dari green infrastucture.
  • Pola hidup yang masih boros, terutama dalam pemanfaatan air, listrik dan energi.

Sesi dua Developing Green Infrastructure

Apa itu pembangunan?

The Set of structural elements that supports the day to day function and influence

Dengan pengertian pembangunan tersebut dapat kita lihat bahwa pembangunan sangat penting bagi kehidupan kita, apabila tidak ada pembangunan kita tidak dapat maju. Masalah infrastruktur utama yang kita hadapi adalah food energy dan water. Pembangunan infrastruktur ini sebaiknya dilakukan dengan konsep green infrastructure.

Pengembangan green infrastructure salah satunya dengan cara membangun green building, memakai sepeda untuk berpergian sebagai wujud dari konsep green transportation, dan memakai barang yang bersifat recycleable

Dengan mewujudkan green infrastructure pembangunan akan terwujud sejalan dengan peningkatan aspek kesehatan masyarakat dimana aspek kesehatan merupakan salah satu target pemerintah pada tahun 2020, dan juga akan mewujudkan zero net emission yang merupakan target pada tahun 2030.

Salah satu perwujudan green infrastructure adalah dengan Low Impact Development(LID) dan rainwater harvesting. LID adalah pengelolaan air agar menghasilkan manfaat, salah satunya dengan bioretention dan tree box filter, dan dengan rainwater harvesting.


 

Sesi tiga Peran Tenaga Ahli TL dalam pemenuhan kebutuhan Barang dan Jasa Lingkungan

Green technology memiliki tujuan untuk membuat keseimbangan dan sustainability dari suatu komunitas. Suatu projek akan berjalan sustainable ketika komponennya berisi 70% pendekatan social ke masyarakat dan 30 % merupakan teknik dan penerapan di lapangan

Dengan penerapan green technology akan diperoleh beberapa manfaat seperti meningkatkan kualitas air, meningkatkan investasi, dan meningkatkan nilai estetika dan mengurangi kejenuhan warga. Salah satunya dengan konsep green to grey yaitu dengan menggunakan proses alami dan vegetasi sehingga air kotor dapat termanfaatkan

Green technology dapat dilakukan dengan menerapkan beberapa teknologi seperti:

  • Recycle water
  • Rainwater harvesting
  • Constructed wetland
  • Green plumbing infrastructure

2 thoughts on “Seminar Green Infrastructure

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


3 × = three