HMTL Goes to WWF

Pada tanggal 22 November 2014 HMTL dengan diwakili oleh Departemen Deplu melakukan kunjungan ke WWF (World Wildlife Fund) Bumi Panda yang bertempat di jalan Geusan Ulun No. 3, Dago,  Bandung ini. WWF Bumi Panda merupakan lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan hidup dan satwa langka. Rumah informasi lingkungan hidup ini berfungsi sebagai sarana untuk bertinteraksi dengan supporter WWF dan masyarakat Bandung secara luasnya untuk mendukung kegiatan WWF di Indonesia.

Dipilihnya Kota Bandung karena sifat masyarakatnya yang dinamis, kreatif, dan letkanya strategis, dan memiliki banyak komunitas yang aktif dalam memndorong perubahan lingkungan hidup. Rumah informasi segala kegiatan di WWF ini merupakan yang pertama di Indonesia bahkan nomor 2 di dunia, yang pertama terletak di Inggris. Pengunjung WWF Bumi Panda akan mendapatkan informasi seputar lingkungan hidup dan satwa langka tanpa harus dikenai biaya apapun. Di hari Selasa sampai dengan Kamis, Bumi Panda buka pukul 12.00 s/d 17.00 WIB, hari Jumat pukul 13.00 s/d 17.00 WIB, sedangkan Sabtu dan Minggu dibuka lebih pagi yaitu pada pukul 09.00 s/d 17.00 WIB, sedangkan akan tutup pada hari Senin.

Di dalam bangunan kantor Bumi Panda sendiri terdapat 4 ruangan yang masing-masing mempunyai informasi spesifik seputar jejak kerja konservasi WWF-Indonesia yang dimulai sejak 1962 silam. Di dalam ruangan yang bernama experience room pengunjung akan mendapatkan informasi sejumlah catatan dan dokumentasi upaya konservasi serta metamorphosis WWF Indonesia sejak tahun pertama kali.

1 2 3

Beberapa ruangan di Bumi Panda.

Kemudian di species room, pengunjung akan mengetahui beberapa hewan langka yang menjadi concern dari aksi WWF Indonesia seperti orang utan, harimau Sumatera, gajah Sumatera, penyu, dan hiu.

Selain itu di dalam rumah juga terdapat global room yang merupakan ruangan multifungsi yang berkapasitas 30 orang sehingga bisa dimanfaatkan sebagai workshop atau kegiatan komunitas local, dan yang terakhir ada ruangan bernama ruang tematik.

Pada kunjungan tersebut, HMTL ITB mendapatkan kesempatan atas kehadiran 2 orang narasumber yang berasal dari Strengthening Integrity and Accountability Program (SIAP 1) dan dari Corruption Perception Index (CPI) yang merupakan lembaga yang bergerak di bidang transparansi internasional. Dari kedua pembicara tersebut dipaparkanlah data bahwa adanya fakta yang terjadi di lingkungan hidup di Indonesia tentang penurunan jumlah luas hutan untuk kepentingan kelompok tertentu. Kedua lembaga ini saling berkaitan tentunya dalam pemberian informasi kepada massa HMTL ITB yang hadir kala itu yakni tentang penyelewengan hutan dan berakibat kepada indeks korupsi yang terjadi yang salah satunya dapat berasal dari hutan. Indonesia terkahir kali terletak di ranking 118 dari 177 yang disurvey di Corruption Perception Index. Kata salah seorang pembicara yang berasal dari CPI yaitu Teh Lia berpesan bahwa “… yang dapat merubah hal yang terjadi di Indonesia sekarang ini adalah para generasi mudanya. Kita selalu berbicara bahwa kita akan melakukan hal hebat di masa depan, maka tahukah kita bahwa masa depan tersebut adalah sekarang!”

5

Massa HMTL sedang asyik menyimak materi dari narasumber.

Kegiatan yang berlangsung dari jam 14.00 s/d 17.30 WIB ini memberi pengalamanbaru yang luar biasa yang diberikan oleh WWF Bumi Panda kepada massa HMTL ITB yang berkesempatan hadir di waktu itu. Selain mendapat informasi tentang adanya gerakan dari lembaga swadaya masyarakat international yang memberikaninformasi tentang konservasi satwa liar dan lingkungan hidup, siang itu juga diputarkan video mengenai earth hour di global room di Bumi Panda. Earth hour dilakukan serentak di beberapa negara di dunia waktu itu untuk mengurangi pemakaian energy listrik di sleuruh dunia. Dalam video tersebut menampilkan actor-aktor dari The Amazing Spiderman 2 yang dimaksudkan agar menarik perhatian masyarakat dunia terlebih anak kecil bahwa “superhero mereka saja melakukan erath hour, bagaimana denganmu?” Setelah pemutaran video terdapat coffe break selama 15 menit lalu dilanjutkan dengan presentasi dari narasumber yang telah hadir, lalu dilanjutkan dengan foto bersama dengan narasumber dan massa HMTL ITB di akhir kegiatan.

6Sesi terakhir, foto bersama!

‘…We don’t inherit the earth from our ancestors, we borrow it from our children’-WWF

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


5 × eight =