Berbagi Pengalaman di Bedah TA

Sebagai mahasiswa tingkat akhir, tentunya sudah mulai mengakrabkan diri dengan yang namanya tugas akhir atau TA. Untuk itu, Departemen Akademik HMTL mengadakan Bedah TA yang dilaksanakan di Ruang  Perpustakaan Pusat ITB pada tanggal 20 November 2014. Pembicaranya sendiri merupakan alumni TL 2010 yaitu Yudiandra, Syahbaniati Putri, Lika Nafila, Martina Solya, Taufik Rahmat Gumilang, dan Rizki Akbarul Wildan.

_MG_1827_MG_7772

Kak Uti dan Kak Yudiandra berbagi pengalaman TA-nya masing-masing

                Acaranya sendiri dibagi ke dalam 3 sesi. Sesi pertama diisi oleh Kak Uti dan Kak Andra. Pertama Kak Uti, dengan TA nya yang berjudul Kajian Risiko Mikrobial Pada Sumber Air Minum Di Kecamatan Ujung Berung Kota Bandung, menyampaikan bagaimana membuat TA dengan tema Environmental Health. Menurut Kak Uti, TA dengan tema Environmental Health bisa dikerjakan dengan penelitian di lab, pengambilan kuesioner kepada masyarakat, maupun gabungan antara penelitian di lab dan pengambilan kuesioner. Setelah Kak Uti, giliran Kak Andra yang menjadi pemateri. Kak Andra berbagi pengalaman mengenai pengerjaan TA nya mengenai kondisi masyarakat dan penentuan teknologi sanitasi di daerah Flores, Nusa Tenggara Timur. Identifikasi tersebut menggunakan metode Analytical Hierarchy Process. TA dengan tema penelitian lapangan menurut Kak Andra sangat besar resikonya, tetapi juga sangat berguna baik untuk kita maupun untuk masyarakatnya. Untuk mengambil TA ini kita harus siap berurusan dengan birokrasi yang cukup rumit. Kak Andra juga bercerita mengenai bagaimana masyarakat di Flores sangat terbuka menerima mahasiswa yang melakukan penelitian di daerahnya. Ia juga berpesan bahwa jangan takut mengambil TA penelitian lapangan, karena sebenarnya masyarakat di luar sana banyak yang membutuhkan ide-ide dan pengetahuan baru dari mahasiswa.

_MG_7788_MG_7801

Sesi kedua ada Kak Solya dan Kak Lika!

                Sesi kedua diisi oleh Kak Solya dan Kak Lika. Dalam kesempatan tersebut, Kak Solya berbagi pengalaman tugas akhirnya tentang sebaran gas H2S dan NH3 dari pembangkit geothermal. Kak Solya juga menceritakan mengenai suka dan dukanya dalam menjalankan TA di suatu perusahaan. Menurutnya, untuk melakukan TA di perusahaan kita harus siap untuk diajak lembur, namun disana kita juga bisa memperluas relasi dengan staf-staf perusahaan dan akan sangat berguna ketika kita akan bekerja nantinya. Kemudian giliran Kak Lika dengan tugas akhirnya yaitu mengenai potensi keuntungan penerapan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) pada penanganan sampah dari lumpur tangki septik di Kota Bandung. Dalam penyampaian materinya, Kak Lika juga berpesan bahwa kita harus sabar jika berurusan dengan birokrasi pemerintahan, terutama jika kita malah di-‘lempar-lempar’ saat ingin meminta suatu data seperti yang pernah ia alami.

_MG_1842_MG_1841

Terakhir, ada Kak Wildan dan Kak Opick.

                Sesi terakhir yaitu dari Kak Wildan dan Kak Opick. Kak Wildan dengan tema TA perencanaan sistem jaringan distribusi air minum menyampaikan bahwa jika mengambil TA desain maka kita harus rajin dan konsisten dalam mengerjakan TA, karena biasanya yang mengambil TA desain cenderung terlalu santai dan malah repot di akhir. Waktu selesainya mengerjakan TA sangat tergantung pada kita, berbeda dengan yang mengambil TA penelitian di lab yang harus sangat disiplin. Hal ini dikarenakan kebanyakan pengerjaan TA desain hanya dilakukan di depan laptop, sehingga orang cenderung bermalas-malasan. Materi terakhir dari Kak Opick. TA Kak Opick yaitu mengenai Studi Pengaruh Variasi Waktu Pengendapan Terhadap Pembentukan Biogranular Aerob dengan Sequencing Batch Reactor (SBR). TA ini merupakan kerjasama dengan mahasiswa S2. Untuk melakukan TA penelitian di lab, menurut Kak Opick resikonya cukup tinggi misalnya ada kemungkinan reactor rusak atau bakterinya mati. Sehingga TA harus diulang pengerjaannya. Oleh karena itu, harus dibuat timeline yang betul-betul memperhitungkan semua kemungkinan yang dapat terjadi, termasuk kemungkinan penelitian gagal ataupun lainnya. Dengan begitu, kita masih bisa lulus tepat waktu. Selain itu, TA dengan penelitian di lab terkadang juga membutuhkan biaya yang cukup tinggi. Hal lainnya, menurut Kak Opick kita juga harus bersabar dalam menghadapi dosen pembimbing karena apa yang diinginkan dosen pembimbing mungkin juga merupakan yang terbaik untuk kita, karena TA akan menjadi masterpiece kita selama berkuliah. Oleh karena itu harus dibuat dengan semaksimal dan sesempurna mungkin.

_MG_7757_MG_1831

Antusiasme Narayana mengikuti Bedah TA.

Acara Bedah TA ini kemudian ditutup dengan pemberian sertifikat kepada semua pemateri. Semangat terus untuk narayana yang akan dan sedang mengerjakan TA. Semoga semuanya lancar jaya! Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


four − 2 =