Tulang Aksial : Mengolah dan Mendaur Ulang Sampah Bersama Masyarakat

Setelah sebelumnya mengadakan program mengajar sebagai bagian dari program kerja Tulang Aksial (Turun Langsung Aksi Sosial), Minggu (16/11/14) Departemen Pengabdian Masyarakat HMTL kembali mengadakan Tulang Aksial yang berisi kegiatan pengolahan serta daur ulang sampah. Kegiatan ini dilaksanakan di RW 1 belakang sabuga dan berlangsung dari pukul 10.00 – 13.00. Sasaran dari Tulang Aksial kali ini adalah ibu-ibu serta anak-anak. Kegiatan ini juga merupakan permintaan dari warga sekitar yang ingin mengetahui cara-cara mengolah sampah dengan baik, terutama sampah organic, agar dapat dimanfaatkan kembali.

Acara pertama adalah pembuatan takakura. Takakura adalah salah satu metode pengomposan baik skala rumah tangga maupun skala kawasan dengan menggunakan keranjang takakura, alat sederhana berbentuk keranjang dimana dapat menampung sampah organic rumah tangga seperti sisa nasi, sayuran, dan sampah organic lainnya dan mengubahnya menjadi kompos.

IMG_7641

Burhan sedang menyampaikan materi takakura.

Ibu-ibu terlihat antusias menyimak penjelasan dari Burhan.

IMG_7616

Anak-anak pun tidak kalah antusias dengan ibu-ibu.

                Pada acara tulang aksial tersebut, pembuatan takakura disampaikan oleh Burhan. Ia mencontohkan terlebih dahulu bagaimana langkah-langkah dalam pembuatan takakura, setelah itu barulah ibu-ibu mempraktikannya sendiri. Antusiasme masyarakat sangat besar dalam mengikuti kegiatan ini, terbukti dengan ibu-ibu yang telah membawa sampah sendiri yang berasal dari pasar untuk kegiatan pembuatan takakura ini. Sebelum memasukkan sampah tersebut ke keranjang takakura, sampah-sampah tersebut terlebih dahulu dipotong kecil-kecil agar mempermudah proses pengomposan.

IMG_7703

Tyas sedang menyampaikan materi recycle.

                Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai daur ulang sampah sekaligus praktiknya. Materi disampaikan oleh Tyas, dengan sasaran anak-anak. Tyas mengajarkan bagaimana cara memanfaatkan sampah kemasan makanan, seperti bungkus kopi atau makanan ringan, menjadi kerajinan tangan yang cantik. Anak-anak pun tak kalah antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Rencananya, kerajinan tangan yang telah dibuat akan dipajang di ruang belajar TPA tempat anak-anak belajar mengaji.

IMG_7717

Massa HMTL berfoto bersama warga.

                Secara keseluruhan, acara berlangsung meriah. Terutama karena masyarakatnya, baik ibu-bu maupun anak-anak tampak antusias dalam mengikuti acara ini. Harapan kedepannya, semoga ilmu-ilmu yang telah diberikan dapat bermanfaat dan akan terus diaplikasikan oleh masyarakat. Amin. Yuk, kita nantikan acara tulang aksial berikutnya dari Departemen Pengmas!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


nine − = 5