Hari Tanpa Tembakau Sedunia

Pada tanggal 31 Mei mendatang, ada satu hari internasional yang berhubungan dengan lingkungan lho, yaitu Hari Tanpa Tembakau Sedunia. Hari tanpa tembakau sedunia atau World No Tobacco Day (WNTD) berawal dari gagasan WHO di tahun 1987 untuk menarik perhatian global tentang resiko kesehatan terkait penggunaan tembakau. Tujuannya adalah mengajak konsumen tembakau untuk berhenti mengkonsumsi tembakau selama 24 jam dan diharapkan dapat memfasilitasi orang-orang yang ingin berhenti mengkonsumsi tembakau. Pada tahun 1988, perayaan hari tanpa tembakau sedunia ditetapkan setiap tanggal 31 Mei. Pada tahun 2005, ketentuan konvensi kerangka kerja WHO terkait pengendalian tembakau (WHO FCTC) diberlakukan. Sebanyak 175 negara telah meratifikasi perjanjian ini dan menjadi salah satu perjanjian yang paling banyak dianut dalam sejarah PBB.

Setiap tahun, terdapat tema yang berbeda-beda yang menjadi fokus utama di tahun tersebut. Tema tersebut juga menjadi komponen utama dalam agenda WHO terkait tembakau untuk tahun berikutnya. Contoh tema di tahun 2012 adalah ‘stop tobacco industry interference’ dan di tahun 2013 adalah ‘ban tobacco advertising, promotion, and sponsorship’. Untuk tahun 2014 ini, tema yang dipilih oleh WHO adalah ‘raise taxes on tobacco’ atau menaikkan pajak tembakau. Mengapa tema ini yang dipilih?

Penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi pajak, maka akan efektif dalam pengurangan konsumsi tembakau di sektor pendapatan rendah dan mencegah remaja dan anak-anak memulai merokok. peningkatan pajak yang dapat menaikkan harga tembakau sampai 10% dapat menurunkan konsumsi tembakau sampai 4% di negara pendapatan tinggi dan 8% di negara dengan pendapatan rendah sampai menengah. Selanjutnya, peningkatan pajak cukai dianggap sebagai pengendalian tembakau yang paling efektif dari segi biaya. Laporan kesehatan dunia 2010 menunjukkan bahwa peningkatan pajak cukai sebesar 50% akan menghasilkan kurang lebih US$ 1,4 miliar pada anggaran biaya di 22 negara berpenghasilan rendah. Jika dialokasikan untuk bidang kesehatan, anggaran pemerintah untuk bidang tersebut dapat meningkat hingga 50%.

Tujuan spesifik dari tema kampanye 2014 ini adalah:

  • Pemerintah meningkatkan pajak tembakau sampai ke tingkat dimana konsumsi tembakau dapat berkurang
  • Individu dan lembaga masyarakat dapat mendorong pemerintah untuk meningkatkan pajak tembakau sampai ke tingkat dimana konsumsi tembakau dapat berkurang

Sedangkan untuk tujuan utama dari pelaksanaan hari tanpa tembakau sedunia adalah untuk berkontribusi dalam melindungan generasi sekarang dan yang akan datang, bukan hanya dari resiko kesehatan akibat tembakau, namun juga dari aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi dari penggunaan tembakau dan paparan asap tembakau.

Dukungan terhadap hari tanpa tembakau sedunia dilakukan oleh negara-negara dengan berbagai bentuk. Di Australia pada tahun 2012, terdapat peraturan yang mengharuskan kemasan yang polos untuk rokok. Bungkus rokok berwarna coklat dengan tulisan peringatan bahaya kesehatan dan gambar yang berhubungan dengan resiko kesehatan. Tidak ada logo dan kalimat promosi, yang ada hanya merek dan nama produk dengan ukuran kecil di bawah peringatan resiko kesehatan. Australia adalah negara pionir yang memberlakukan peraturan tersebut, disusul oleh Irlandia yang juga menerapkan kebijakan serupa.

Pada tahun 2013, masyarakat di beberapa negara di kepulauan Samudra Pasifik membentuk huruf-huruf WNTD, yaitu kepanjangan dari World No Tobacco Day. Negara yang berpartisipasi adalah Palau dengan huruf W, Niue dengan huruf N, kepulauan Marshall dengan huruf T, dan kepulauan Solomon dengan huruf D. Di Jepang dan Bangladesh, masyarakat melakukan demonstrasi. Di Pakistan, masyarakat menandatangani spanduk sepanjang 150 kaki yang meminta untuk pelarangan iklan, promosi, dan sponsor produk tembakau. Di Singapura, pemerintah melarang penjualan rokok di seluruh penjuru negeri selama 24 jam.

Bagaimana dengan Indonesia?

Di Solo pelajar SD pawai keliling kampung dengan membawa poster bahaya merokok, di Yogyakarta mahasiswa FK UGM menggelar orasi, edukasi, dan sosialisasi mengenai bahaya merokok kepada pengguna jalan sembari membagikan permen, dan di Bali pemerintah provinsi mengeluarkan surat edaran yang isinya menghimbau masyarakat untuk menghentikan kegiatan merokok selama 24 jam dan 90 relawan melakukan aksi simpatik dengan menukar rokok yang sedang dihisap dengan setangkai mawar. Selain itu, komisi penyiaran Indonesia (KPI) melarang penayangan iklan rokok selama hari tanpa tembakau sedunia di media elektronik.

Namun tidak semua pihak setuju dengan adanya peringatan internasional ini. Komunitas pencinta kretek, petani tembakau, dan seniman di Daerah Istimewa Yogyakarta berunjuk rasa menolak hari tanpa tembakau karena dianggap sarat kepentingan asing dan tidak memihak petani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


5 × seven =