Sharing Alumni : Pengembangan Infrastruktur Air Minum dan Sanitasi untuk Masyarakat

Hari Sabtu, 26 April 2013 kemarin HML ITB mengadakan acara sharing alumni dengan bertemakan Pengembangan Infrastruktur Air Minum dan Sanitasi untuk Masyarakat. Acara tersebut dilaksanakan pada pukul 10.00 dan bertempat di ruang 9008 gedung Teknik Lingkungan dengan pembicara alumni TL tahun 1992, yaitu Deviariandy Setiawan, atau biasa dipanggil Mas Devi. Beliau juga merupakan mantan ketua himpunan HMTL periode 1995-1996. Saat ini beliau bekerja di Water and Sanitation Program di World Bank.

Pada paparannya di acara sharing alumni tersebut, Mas Devi mengacu pada MDGs (Millenium Development Goals) tujuan ke 7, yaitu memastikan kelestarian lingkungan, dengan target point ke 10 yaitu, mengurangi hingga setengahnya proporsi masyarakat Indonesia yang tidak memiliki akses terhadap air minum yang aman dan sanitasi dasar. MDGs sendiri adalah Deklarasi Milenium hasil kesepakatan kepala negara dan perwakilan dari 189 negara Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang mulai dijalankan pada September 2000, berupa delapan butir tujuan untuk dicapai pada tahun 2015. Targetnya adalah tercapai kesejahteraan rakyat dan pembangunan masyarakat pada 2015. Target ini merupakan tantangan utama dalam pembangunan di seluruh dunia yang terurai dalam Deklarasi Milenium, dan telah diadopsi oleh 189 negara termasuk Indonesia. Saat ini hanya kurang dari setengah  masyarakat Indonesia yang dapat mengakses kebutuhan air minum dan sanitasi yang memadai. Bahkan, di beberapa daerah di Indonesia masih banyak masyarakatnya yang sering buang air besar di sembarang tempat.

Menurut Mas Devi, untuk mencapai perbaikan dalam hal akses air minum dan sanitasi secara menyeluruh, ada 5 aspek yang harus diperhatikan yaitu aspek sosial, fisik, infrastruktur, ekonomi, dan lingkungan. Antara kelima aspek tersebut saling berhubungan, sehingga perbaikan kualitas air bersih dan sanitasi tidak akan berjalan jika mengabaikan salah satu saja dari kelima aspek di atas. Air bersih dan sanitasi merupakan hak asasi manusia, oleh karena itu pemerintah perlu memperhatikan kemampuan akses masyarakat secara menyeluruh mengenai air bersih dan sanitasi ini. Minimal targetnya adalah pada tahun 2025 tidak ada lagi masyarakat yang buang air besar sembarangan. Prinsip utama untuk mencapai hal tersebut yaitu mengurangi kesenjangan sanitasi antara masyarakat yang tinggal di daerah maju dan  yang di daerah tertinggal.

Untuk mengatasinya, dalam  level of service, perlu dilakukan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. Pembangunan harusnya dianalisis dari awal sebenarnya pembangunan infrastruktur tersebut bertujuan untuk apa dan bagaimana pendapat dari masyarakat sekitarnya. Selain itu perlu diperhatikan juga biaya perawatannya karena tidak semua masyarakat punya kemampuan finansial yang mencukupi. Sebenarnya ada salah satu indikator yang menandakan bahwa masyarakat tertarik terhadap pembangunan infrastruktur, yaitu adanya willingness to pay yaitu adanya partisipasi finansial atau keinginan untuk turut membayar dari masyarakat. Hal tersebut dapat terjadi karena masyarakat merasa membutuhkan pembangunan infrastruktur tersebut.

Tak hanya berbicara mengenai air minum dan sanitasi saja, dalam sharing alumni tersebut Mas Devi juga sedikit berbagi pengalaman saat bekerja di World Bank. Menurutnya, salah satu pengalaman yang paling berkesan selama bekerja di sana adalah berkesempatan untuk bekerja sama dengan orang yang buta huruf. Hal tersebut menjadi tantangan karena berkomunikasi dengan dengan orang yang buta huruf tentu berbeda dengan berkomunikasi dengan orang kebanyakan pada umumnya. Mas Devi juga berpendapat bahwa, komunikasi yang baik merupakan salah satu kunci dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan di masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


× 8 = forty